Popular Post

Home » » Kentang Goreng Saus Ganja, Berani Coba?

Kentang Goreng Saus Ganja, Berani Coba?

Written By Bodhonk on Rabu, 10 April 2013 | 10.52


Entah cari sensasi atau justru melihat celah bisnis, Albert van Beek, pemilik gerai kentang goreng Manneken Pis di dua kota Belanda, Utrecht dan Amsterdam, mengklaim telah menemukan saus ganja. Kentang goreng-patat atau friet basa Londo-nya-boleh dibilang adalah panganan rakyat ‘khas’ Belanda. Bagi Kompasianers yang belum pernah menginjakkan kaki di Negeri Kincir Angin, sekedar info, orang Belanda menyantap kentang goreng biasanya ditemani mayonais.
1365547138859402914
Van Beek (kanan bawah) memamerkan saus adonannya. Foto: Screenshot televisi
Selain itu, masih ada puluhan kondimen lain yang dijadikan teman menikmati kentang goreng, di antaranya bumbu sate asal Indonesia. Malahan, banyak orang Belanda yang suka mencampur mayonais dengan saus sate. Patat oorlog kata orang Walanda mah atau kentang goreng perang arti harafiahnya. Aya aya wae!Saus ganja atau wietsaus ini ‘ofisial’ mulai dijual Kamis (10/4) di ‘warung kentang’ Manneken Pis, tiga di Utrecht dan satu di Amsterdam.

Kok bisa dapat ide bikin saus ganja? “Gerai saya lokasinya dikelilingi kedai ganja. Turis asing maupun penduduk Belanda sudah biasa menghirup asap ganja. Saya pikir, kenapa tak mencoba meracik saus ini?” ungkap Van Beek, seperti dikutip siaran radioBNR. Beberapa hari belakangan, saus ganja ini mulai diperkenalkan ke konsumen. Selasa (8/4) lalu, saya berkesempatan mencicipi ’saus spesial’ ini. Kebetulan, saya janjian dengan salah seorang karib di Utrecht.

Pengamatan saya, saus ini tak ada bedanya dengan mayonais, hanya warnanya sedikit hijau pucat dan aromanya agak menyengat. Rasanya? Ah, biasa-biasa aja tuh… Kalau Anda punya pengalaman nyimeng, barangkali seuprit lah aftertaste-nya. Gimmick doang. Sampai detik ini pun saya sama sekali tak stoned. Terus terang, saya lebih sreg mencocol kentang goreng dengan kuah rendang atau semur buatan sendiri.Maknyus meminjam istilahnya Bondan Winarno. Hehe…

Usut punya usut, ternyata saus ganja ‘temuan’ Van Beek ini sama sekali tak mengandung THC atautetrahydrocannabinol, zat aktif pada ganja. Darimana saya tahu? Lihat saja daftar bahan di kemasan saus ini. Lagipula, jika benar-benar mengandung ganja, bakal panjang urusannya si meneer sama kepolisian atau lembaga perlindungan konsumen Belanda. Jadi, kalau Kompasianers iseng-iseng ingin coba, tak perlu khawatir ‘melayang’ alias kliyengan.

Di Aceh, seingat saya, ada hidangan gulai yang resepnya betul-betul memakai daun ganja. Entah cuma desas-desus atau memang demikian adanya. Van Beek sendiri, sewaktu wawancara di radio BNR menegaskan, “Konsumen awam mengira bakal high setelah mengonsumsi saus ini. Tak benar itu. Saya memakai ekstrak kimia tertentu hanya untuk meniru aroma ganja, bukan efek morfinnya. Kalau kecanduan kentang goreng, itu lain perkara!” Haha…




Like This..?? Share This Article.......

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis