Popular Post

Home » » 40 Tahun Sudah Usia Telepon Genggam

40 Tahun Sudah Usia Telepon Genggam

Written By Bodhonk on Sabtu, 06 April 2013 | 20.59


Martin Cooper, mantan wakil direktur Motorola dengan ponsel model DynaTAC (Dynamic Adaptive Total Area Coverage). Ini adalah telepon genggam pertama yang dijual secara komersil. Motorola memperkenalkannya di tahun 1973. Tapi baru 10 tahun kemudian ponselnya tersedia di pasaran. Beratnya kurang dari satu kilogram dan harganya mahal. Hampir  US$ 4.000 atau sekitar Rp 38 juta. [DPA]Martin Cooper, mantan wakil direktur Motorola dengan ponsel model DynaTAC (Dynamic Adaptive Total Area Coverage). Ini adalah telepon genggam pertama yang dijual secara komersil. Motorola memperkenalkannya di tahun 1973. Tapi baru 10 tahun kemudian ponselnya tersedia di pasaran. Beratnya kurang dari satu kilogram dan harganya mahal. Hampir US$ 4.000 atau sekitar Rp 38 juta. [DPA]
Mungkin para pengguna handphone atau telepon selular tidak sadar, kalau Rabu (3/4) kemarin, adalah hari  munculnya pertama kali telepon genggam di dunia. 

Artinya, telepon yang kita pakai sudah ada sejak 40 tahun lalu. Panggilan atau pembicaraan telepon seluler pertama dilakukan pada 3 April 1973. 

Saat itu, Martin Cooper, seorang insinyur senior di Motorola, menelepon rivalnya dari perusahaan telekomunikasi lain, dan mengumumkan bahwa ia berbicara dari sebuah "telepon seluler sungguhan." 

Dari satu telepon pada 1973, saat ini menurut  Serikat Telekomunikasi Internasional, ada lebih dari enam miliar pengguna telepon genggam di seluruh dunia. Populasi penduduk dunia pada 2012  adalah tujuh miliar. 

"Dalam 40 tahun kita telah bergerak cepat dari penggunaan ponsel sebagai alat pengusaha, melalui konsumerisasi dan akses internet pada segala sesuatu kini terkoneksi," kata Dr Mike Short CBE, mantan presiden Institute of Engineering and Technology and Vice President of Telefonica Europe pada BBC, Rabu.   
"Di masa depan, kita akan melihat lebih banyak lagi piranti yang sebagian di antaranya bisa dipakai," tambahnya.   

"Kita akan bekerja dengan semua indera. Langkah awal yaitu ponsel kacamata telah dimulai yaitu bagaimana kita bisa menggunakan gerak mata untuk mengendalikan alat. 

"Aspek wearability lainnya dalam bentuk ponsel jam, akan segera datang. Kita juga akan melihat rompi pendeteksi kesehatan yang bisa berkomunikasi dengan ponsel dan terhubung langsung dengan dokter anda," kata Dr Short.   

Bapak Telepon Seluler

Martin Cooper yang kini  berusia 85, dikenal sebagai bapak telepon seluler.  Dalam wawancara beberapa waktu lalu dengan BBC, ia mengakui biaya awal pembuatan ponsel yang pada 1983 mencapai US$ 4.000 (Rp38 juta). 

Harga itu tentu menyulitkan ponsel dipasarkan sebagai produk massal, tapi ketika itu ia mengakui bahwa ukuran ponsel kelak akan menyusut.   

"Kami memang membayangkan bahwa di masa depan, telepon akan menjadi sangat kecil hingga anda bisa menggantungnya di telinga atau menanamnya di bawah kulit," kata dia.   

Cooper mengatakan,  visinya tentang ponsel pertama kali dirumuskan di akhir 1960-an ketika telepon mobil diciptakan oleh AT&T. 

Ia ingin menciptakan sesuatu yang bisa mewakili individu sehingga Anda bisa menghubungi sebuah nomor tetapi tidak ke rumah, tidak ke meja atau tempat apa pun melainkan langsung kepada seseorang.   

"Saya bahagia bisa memberi perubahan pada hidup banyak orang karena telepon seluler membuat hidup jadi lebih baik. Ponsel meningkatkan produktivitas, membuat orang lebih nyaman dan membuat mereka merasa lebih aman," kata Cooper. [BBC/DW/L-8]

SP Logo





Like This..?? Share This Article.......

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis