Dengan lebih dari 200 ribu orang di Hong Kong berada di daftar tunggu untuk mendapatkan perumahan yang disubsidi, banyak orang yang memilih tinggal di bangunan pabrik atau flat yang 'dimutilasi' agar bisa menampung beberapa keluarga sekaligus, atau malah hidup dalam 'rumah kandang', kotak dibatasi kawat yang ditumpuk satu dengan lainnya di kamar yang ramai.

Michelle Wong, seorang orangtua tunggal, bermain dengan anaknya usia dua tahun di kamar tidur seluas 8 meter persegi di flat yang dibagi dengan sewa $387 per bulan (Rp3,7 juta) di Sham Shui Po, salah satu distrik tertua di Hong Kong, February 4, 2013. REUTERS/Bobby Yip

Michelle Wong, seorang orangtua tunggal, bermain dengan anaknya usia dua tahun di kamar tidur seluas 8 meter persegi di flat yang dibagi dengan sewa $387 per bulan (Rp3,7 juta) di Sham Shui Po, salah satu distrik tertua di Hong Kong, February 4, 2013. REUTERS/Bobby Yip

Lee Oi Lin, seorang perempuan berusia 56 tahun, duduk di atas tempat tidur di flatnya seluas 4,1 meter persegi di Hong Kong, 19 Januari 2012. Lee membayar sewa bulan HK$1,500 (Rp1,8 juta) untuk apartemen tersebut. REUTERS/Tyrone Siu

Li Rong, 37, duduk di atas tempat tidur di flatnya seluas 3,2 meter persegi di Hong Kong, 1 November 2012. REUTERS/Tyrone Siu

King, 18, bekerja sebagai bartender. Ia tinggal di dalam kotak kayu di Hong Kong, 9 Oktober 2012. REUTERS/Damir Sagolj

Orang duduk di antara kotak kayu tempat mereka tinggal di Hong Kong, 9 Oktober 9, 2012. REUTERS/Damir Sago

Kam Chung, 49, mengenakan penyangga punggung di kotak kayu tempat ia tinggal di Hong Kong, 9 Oktober 2012. REUTERS/Damir Sagolj

Seorang perempuan tinggal di rumah "kubikel", salah satu dari 19 unit seluas masing-masing 2,2 meter persegi di kompleks apartemen seluas 55,7 meter persegi di Hong Kong, 16 September 2009. REUTERS/Bobby Yip

Orang beristirahat di "Home for Love", akomodasi badan amal untuk mantan tunawisma dan pengangguran yang menjadi penuh setelah krisis keuangan, di Hong Kong 17 Maret 2009. REUTERS/Bobby Yip

Orang beristirahat di salah satu dari 100 rumah kandang di Hong Kong 20 Maret 2009. REUTERS/Bobby Yip

Wong Chun-sing, 91, berpose di kubikel tempat ia tinggal, salah satu dari 19 unit seluas masing-masing 2,2 meter persegi di Hong Kong, 16 September 2009. REUTERS/Bobby Yip

Yan Chi-keung tidur di kandang tempat ia tinggal di distrik Tai Kok Tsui, Hong Kong, 16 Juli 2008. Di distrik tua seperti ini, ratusan pria jompo tinggal di kandang-kandang yang sempit dan memuat 12 orang dalam satu rumah, seringnya dalam kondisi kumuh. REUTERS/Victor Fraile

Pemandangan flat-flat tua yang memuat flat yang dibagi-bagi di Sham Shui Po, salah satu distrik tertua di Hong Kong, 4 Februari 2013. REUTERS/Bobby Yip

A man stands next to a subdivided flat inside an industrial building in Hong Kong November 1, 2012. In October, Hong Kong leader Leung Chun-ying singled out the re-emergence of cage homes - wire mesh hutches stacked on top of each other - and cubicle apartments as issues that highlighted the gravity of poverty that existed alongside one of Asia's glittering financial centres. More than 1.1 million people, or 17 percent of Hong Kong's population, ...

A resident watches TV in a common area in front of his bed which he rents for $167 as his home in Hong Kong November 1, 2012. REUTERS/Tyrone Siu
Like This..?? Share This Article..........


0 komentar:
Posting Komentar