Seharusnya aku tidak naik kelas, nilaiku hancur-hancuran semua, pasti deh tidak bakalan naik kelas. Apalagi sekolahanku sekolah favorit, pasti makin susah. Nah ketika sedang binggung, eh ada Ibu Conny mendatangiku.
Ibu Conny itu guru yang paling cantik di SMU-ku. Orangnya putih, tinggi langsing, cantik. Ukuran payudaranya bagus lagi, tidak terlalu besar juga tidak kecil tapi terlihat kencang dan montok. Dia meemakai kacamata yang membuatnya tampak lebih manis dan keibuan, meski kacamata yg di pakainya sepertinya hanya untuk kedok atau cuma untuk gaya saja.
Ehh masa dia jawab "Boleh juga, mulai nanti sore saja kamu datang ke rumah ibu, jam 4 sore ya". Lho kok gitu bukankah Ibu Conny adalah guru BP ( Bimbingan dan Penyuluhan )! Ualngan umum mana ada ujian BP? nah aku mulai curuga mengapa Ibu Conny mendekatiku, tapi ya sudah deh aku terima saja ajakannya.
More...
Sorenya aku ke rumah Ibu Conny. Dia tinggal sendiri karena Ia memang seorang Janda setelah bercerai dengan Suaminya beberapa tahun lalu. Dia menyambut kedatanganku dengan senang hati, Gila, Ibu Conny menyambutku cuma pakai cenlana pendek dan kaos pendek tanpa lengan yang tentu saja ketat. Wah tubuhnya jadi kelihatan makin seksi. Terus aku mulai belajar di temani Ibu Conny. Pas tengah belajar itu, pensilku jatuh dan saat aku menunduk untuk mengambilnya ternyata Ibu Conny sudah mengambilnya duluan.
Dengan posisiku dan Dia yag sama-sama menunduk aku jadi bisa melihat isi dalam kaos ketat berbelahan dada rendah yang di pakai Bu Conny. Wah Buah dadanya bagus banget, bulat dan kencang. Aku sampai terbengong. Ibu Conny bukannya tidak tahu, dia malah diam saja di posisi itu. Aku akhirnya sadar sendiri dan jadi malu. Aku yakin mukaku pasti merah seperti kepiting rebur waktu itu.
"Maaf bu", kataku karena takut kalau Ibu Conny akan marah. Eh dia malah tersenyum. "Ngak apa-apa Ton, kalau mau lihat terusin saja, Ibu ngak ngelarang kok , malah kalau kamu mau Ibu bisa lepasin bajunya kok"
"Kamu pasti belum pernah merasakan nikmatnya seorang wanita" katanya setengah berbisik. Terus Dia mulai meciumiku, pipiku lalu bibirku di lumatnya dengan bernafsu. Dia bahkan mengadu lidahku dan menyedotnya dengan ganas. Dia melucuti bajuku sambil menciumi tubuhku dan terus kebawah sampai diselangkanganku dia berhenti. Retsluiting celamnaku di buka dan celanaku di tariknya hingga terlepas begitu juga CD ku.
Lama-lama aku tidak tahan juga kalau hanya pasif di bawah, aku jadi lebih agresif dan berani. Aku ganti posisi, Ibu Conny aku tidurkan di sofa terus aku naik di atasnya. Selanjutnya Ku setubuhi Ibu Guru yang cantik itu dengan bernafsu. "Ibu Conny mengelinjang. "Ohhh.terus Ton...Ugh...ohhh.." erang Ibu Conny tidak karuan. Dia terengah-engah, mengeliat dan kadang berteriak keenakan.
"Ohhh...aku keluar Ton..ohhhh.." tiba-tiba tubuh Ibu Conny menegang hebat, dia melenguh dan berteriak sejadi-jadinya lalu tubuhnya melemas.
Rupanya Ibu Conny sudah mencapai puncak. Karena aku belum juga selesai Ibu Conny lalu mengoral rudalku. pelorku di ciuminya lalu di jilatinya mulai dari ujung torpedoku sampai bagian bawah pelorku hingaa bagian pangkal pelorku di dekat anus.
Ohh rasanya luar biasa tubuhku sampai megeliat dan aku mendesah karena saking nikmatnya. Ibu Conny lalu mengocok penis-ku dengan mulut dan tangannya.
Ohh rasanya luar biasa tubuhku sampai megeliat dan aku mendesah karena saking nikmatnya. Ibu Conny lalu mengocok penis-ku dengan mulut dan tangannya.
Tak berapa lama Ibu Conny kembali mencapai puncak, Ia mengerang dan menjerit-jerit kecil tidak karuan. saat itu juga tiba-tiba aku merasakan kejantananku serasa berdenyut hebat akhirnya aku tidak tahan juga dan mempercepat goyangan. Akhirnya aku mengejang dan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Air maniku muncrat di dalam vagina Ibu Conny yg sudah sedemikian basah. Saking banyaknya air maniku sampai tumpah keluar dan membasahi pantat dan kedua paha mulusnya.
Rasanya badanku jadi lemas sekali sehabis "main" dengan guru BP-ku itu. Rasanya sunguh nikmat dan membuatku ketagihan. Ibu Conny memuji kejantananku. Sejak saat itu semingu tiga kali aku "belajar" bersama Ibu Conny.
Memang sih aku tidak pernah belajar pelajaran sekolah tapi belajar seks dengan ibu Conny, tapi tidak tahu kenapa aku tetap bisa naik kelas dan meski tidak rangking, tapi nilaiku lumayan kok. Selama "belajar" dengan Ibu Conny aku sudah pernah mencoba berbagai macam gaya, doggy style, 69 dan lain lain pernah aku coba dengannya.
Tempatnya pun berlainan di segala tempat di rumahnya, pernah di kamar mandi, di ranjang, Sofa, dapur dan bahkan di tempat jemuran baju juga sudah.



Tempatnya pun berlainan di segala tempat di rumahnya, pernah di kamar mandi, di ranjang, Sofa, dapur dan bahkan di tempat jemuran baju juga sudah.
Like This..?? Share This Article..........


0 komentar:
Posting Komentar