Bocah berusia 9 tahun ini hidup dengan cara seperti itu karena mengidap penyakit langka glycogen storage disease (GSD). Penyakit itu membuat tubuh tidak bisa mengubah makanan menjadi energi. Holly pun harus terus diawasi dan diberi asupan makanan setiap waktu agar tidak kehabisan energi.
Holly didiagnosis terkena GSD sejak usia dua tahun ketika tiba-tiba pingsan di rumahnya. Usia Holly yang semakin dewasa membutuhkan lebih banyak energi sehingga harus lebih banyak mengonsumsi susu dan makanan seperti cokelat. Kini ia harus minum enam gelas susu yang dicampur dengan tepung jagung setiap harinya.
“Lebih mudah jika dia minum soda dengan banyak gula tapi dia tidak menyukainya,” ucap sang ibu, Karen. “Aku yakin dia satu-satunya murid yang punya dua batang coklat di menu makan siangnya.”
“Kami harus melakukan tes sesekali untuk melihat tingkat energi Holly aman,” lanjut Karen. “Namun aku berharap di masa depan, dia mampu mengenali dirinya sendiri dan tahu kapan harus mengonsumsi makanan untuk menjaga kesehatannya.”
Like This..?? Share This Article..........


0 komentar:
Posting Komentar