Popular Post

Tanaman Ini Telah Berumur 40 Tahun diDalam Botol

Written By Bodhonk on Minggu, 31 Maret 2013 | 00.10

Minggu, 31 Maret 2013


http://asalasah.blogspot.com/2013/02/tanaman-ini-telah-berumur-40-tahun.html

Asalasah ~ Jika Anda melihat botol berisi tanaman ini mungkin akan menganggapnya tidak istimewa. Namun sebenarnya tanaman itu telah berusia 40 tahun dan tumbuh dalam botol isolasi. Selama kurun waktu tersebut tanaman itu juga hanya sekali disiram air. 

Tanaman itu ditanam oleh David Latimer pada 1960 silam. Ia kemudian mengisolasi botol tersebut pada 1972 setelah menyiramnya dengan air untuk terakhir kalinya sebagai eksperimen. Tak disangka 40 tahun kemudian tanaman bernama Tradescantia itu tetap bisa tumbuh.

Meski tak memiliki asupan air namun rupanya tanaman itu tetap bisa tumbuh berkat cahaya matahari. Proses fotosintesisnya diubah menjadi energi untuk mengembangkan diri. Fotosintesis menghasilkan oksigen dan butiran air yang kemudian berfungsi sebagai "hujan" di dalam botol.

"Botol ini saya letakkan 6 kaki di sebelah jendela sehingga mendapatkan sedikit cahaya matahari. Dia tumbuh menuju arah cahaya dan mengikuti alurnya sehingga akhirnya tumbuh lebat," tutur David. "Aku tidak pernah membentuknya, tampaknya pertumbuhannya itu sudah mencapai batas botol."

Eksperimen kakek pensiunan itu pun menarik minat ahli tanaman dan perkebunan saat diliput BBC. Mereka menilai botol isolasi tersebut sebagai contoh menarik bahwa tanaman dapat membangun ekosistemnya sendiri untuk bertahan hidup. Tak heran, NASA memiliki obsesi untuk menanam tumbuhan di luar angkasa nantinya.


Sumber: http://otakberita.blogspot.com/2013/01/unik-tanaman-ini-tumbuh-40-tahun-dalam.html


Like This..?? Share This Article.......
Read More | komentar

Sebelas Aktor Paling Karismatik di Hong Kong 1


REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Menjadi seorang superstar di industri film Hong Kong, atau yang kita kenal sebagai Mandarin, tak cukup hanya mengandalkan wajah dan fotogenik belaka. Untuk menarik jutaan pemirsa di seluruh dunia, karisma adalah satu keharusan.
Baru-baru ini, lebih dari 100 seniman di industri hiburan Hong Kong berpartisipasi  dalam jajak pendapat. Mereka ditanyakan tentang aktor yang menurut mereka paling karismatik di Hong Kong.


Banyak nama mengemuka, namun hanya 11 nama yang mendominasi di antara nama lainnya. Bintang-bintang senior yang sudah berusia 40 tahun ke atas tetap menempati jajaran posisi teratas. Meski beberapa di antaranya memasukkan aktor muda.

Siapa saja mereka? Ini dia 11 aktor paling karismatik di Hong Kong, dikutip dari IHK, Ahad (31/3).


Posisi 1: Andy Lau



Posisi pertama ini bisa dibilang ditempati dua orang sekaligus, Andy Lau dan Tony Leung. Mereka berdua menjadi aktor paling karismatik di Hong Kong. Kemenangan mereka berdua adalah sebuah kejutan. Hanya perbedaan tipis saja yang kemudian menempatkan Andy di posisi pertama.



Andy adalah peraih penghargaan superstar sejak mereka pertama kali memulai debutnya di industri sebagai aktor TVB diawal 1980. Seiring dengan Michael Miu, Kent Tong, Tony Leung, dan Felix Wong, maka Andy tergabung dalam grup idola 'Five Tigers.' Ini adalah sekelompok aktor paling populer di TVB era 1980-an. Mereka tak sekadar berakting tapi juga bernyanyi.



Andy berhasil mencetak sejarah penting sebagai bintang Mandarin yang membuatnya terkenal ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Puas di puncak teratas film, Andy juga memecahkan rekor dalam bernyanyi dengan mengalahkan sahabatnya yang juga penyanyi, seperti Jacky Cheung, Leon Lai, dan Aaron Kwok. Andy menjadi dikenal sebagai salah satu dari 'Four Heavenly Kings' pada 1990.



Posisi 2: Tony Leung



Tony mencapai beberapa penghargaan di industri film. Perawakan dan akting Tony berhasil mencairkan hati pemirsa. Jutaan pasang mata juga tak berkedip setiap menonton aktingnya di layar lebar. Ini membuatnya menjadi salah satu aktor paling dihormati di seluruh bioskop Hong Kong. Tony sering berkolaborasi dengan sutradara papan atas Cina, Wong Kar Wai. Dia dianggap klasik, dan sejauh ini tak seorang pun di industri film Hong Kong yang bisa mengalahkan Tony sebagai aktor terbaik. 



Like This..?? Share This Article.......
Read More | komentar

Soeharto dan Dunia Mistik



TEMPO.CO Jakarta:Presiden RI ke-2, Soeharto, telah lama disebut-sebut memiliki ilmu kebatinan. Dalam Edisi Khusus Majalah Tempo, 10 Februari 2008, Dr Budyapradipta, pakar sastra Jawa Universitas Indonesia, bercerita di artikel: Soedjono dan 'Orde Dhawuh'.
Kata Budyapradipta, Soeharto telah lama tertarik dengan ilmu kebatinan Jawa. Ketertarikan itu semakin kuat kala Soeharto bertemu dengan Soedjono Hoemardhani pada Juni 1956. Kala itu, Soeharto kepala staf yang menjadi Panglima Divisi Diponegoro, dengan pangkat letnan kolonel. Sedangkan Soedjono seorang kapten.
"Soedjono dikenal menyukai dunia kebatinan Jawa. Keduanya menemukan kecocokan," tulis Majalah Tempo.
Seodjono pun mengajak Soeharto ke Sendang Titis di Dusun Semanggi, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Di kolam mata air itu, almarhum Rama Martapangarsa, seorang spiritualis Yogyakarta, pernah menempa diri. Dan di situlah, pada 1957, Soeharto dibaptis oleh Rama Marta. Bersama Soedjono, Soeharto menjalani ”ikatan persaudaraan mistikal”. Sedangkan Rama Marta menjadi guru kebatinan Jawa yang dipercaya Soeharto.
”Di Sendang Titis itulah Rama Marta membaptis Pak Harto menjadi Rama," kata Budyapradita. "Pak Djono menjadi Lesmana, Bu Tien menjadi Sinta, Bu Jono menjadi Kunti.”
Budyapradipta sendiri pernah menjadi sekretaris pribadi Soedjono Hoemardani pada 1983–1986. Dan ia mendengar kisah ini, langsung dari Soedjono. Kata Soedjono ke Budyapradipta, dialah yang datang pertama kali ke Sendang Titis, bersama istrinya.
Ketika itu, Rama Marta telah menunggu. Tak berapa lama, barulah Soeharto datang dengan istri, Tien. Melihat Soeharto, Rama Marta seolah membaca tanda-tanda. Kemudian berkata, ”Lha iki jago wirig kuningku (lha ini jago aduanku datang).”
Dalam budaya Jawa, wirig kuning adalah ayam jago dengan kaki serta paruh berwarna kuning, dan dikenal tangguh dalam bertarung. (EDISI KHUSUS: Guru Spiritual Seleb)


Like This..?? Share This Article.......
Read More | komentar

Dibius, Diculik, & Dibuang di Hutan, Marina Dipelihara Monyet



Liputan6.com, Yorkshire : Kisah hidup Marina Chapman, seorang ibu rumah tangga asal Yorkshire, Inggris sungguh luar biasa, beberapa orang bahkan menganggap tak masuk di akal.
Di usia 4 tahun, Marina mengaku dibius, diculik dari rumahnya di Kolombia, lalu entah bagaimana berakhir di
hutan hujan tropis. Ia lalu dirawat dan dibesarkan di kawanan Monyet Capuchin. Belajar bertahan hidup, memanjat pohon, dan tidur di dahan.
Seperti halnya Tarzan, Marina merasa berutang budi pada keluarga monyet yang merawatnya, yang "lebih manusiawi" daripada orang-orang yang menculiknya.
Kisah Marina diawali suatu hari di tahun 1954. Kala itu ia sedang asyik bermain di kebun rumahnya di Kolombia. Tak menyadari ada bahaya mendekat. "Tiba-tiba aku melihat kilatan tangan hitam dan kain putih, menutup wajahku. Saat aku merasa syok dan terteror, aku mencium bau bahan kimia kuat," kata dia seperti dimuat Daily Mail (30/3/2013).  Lalu, ia tak sadarkan diri. "Kupikir aku bakal mati."
Saat tersadar, Marina mengaku mendengar suara mesin. Ia sadar berada di bagian belakang truk. Dan tak sendirian. "Aku mendengar suara tangis yang sesenggukan. Ada anak-anak lain di sana, yang ketakutan seperti aku," kata dia.
Tak sempat berbincang Marina kembali tak sadarkan diri. Lalu ia merasa bumi berguncang, ternyata ia berada di gendongan seseorang pria yang berlari. Pria yang lain ikut berlari di sebelah mereka.
Dua pria itu membawanya ke hutan dan meninggalkannya di sana. Seorang gadis kecil, tak berdaya, di tengah hutan, melewati malam pertama sendirian.
Marina terbangun dalam kondisi ketakutan dan luar biasa lapar, ia menangis, namun tak ada satupun yang datang. Ia pun lantas kembali tertidur, dan saat terbangun monyet-monyet telah mengerumuninya.
Hidup Sebagai Monyet
Para monyet, sekitar 30 ekor, mengelilinginya. Satu di antaranya menghampiri dan memukulnya hingga terguling.
Penampilan yang berbeda membuat para monyet menginspeksinya -- menarik-narik bajunya dan menjambak
rambutnya. Marina meronta-ronta. "Aku berteriak, lepaskan aku! berkali-kali. Tapi monyet-monyet itu baru berhenti setelah menginspeksiku."
Lalu, suara jeritan mengagetkannya, seekor monyet menjatuhkan pisang yang ia bawa. Pisang itu masih hijau, belum matang.  Para monyet berpesta pisang, Marina pun ikut bergabung. Saking laparnya.
Lantas ia memutuskan untuk menghabiskan malam ketiganya di hutan bersama monyet. "Berada di sekeliling mereka membuatku merasa aman. Saat malam tiba, suara mereka membuatku nyaman."
Namun, ada juga pengalaman mengerikan, seperti saat Marina melihat kawanan monyet berkelahi dengan penyusup. Ia makin merasa kesepian karena hari demi hari tak ada orang yang menyelamatkannya.
Untuk membunuh sepi, ia menirukan suara monyet. Untuk menyenangkan diri dan agar merasa nyaman mendengar suaranya sendiri. Tak disangka para monyet merespon suaranya.
Marina pun makin mirip monyet. Makin sering menggaruk badannya yang jadi tempat hidup banyak binatang kecil, termasuk kutu.
Suatu hari ia  merasakan sakit luar biasa di perutnya, hampir mati rasanya. Gara-garanya ia memakan buah asam. Di tengah perasaan tak karuan, muncullah kakek monyet, yang menggoyang badannya dengan lembut, mendorongnya, dan memintanya ikut.
Susah payah berjalan dan berkali-kali jatuh, Marina menyusuri sungai berbatu. Perjalanan itu berakhir di sebuah genangan. Si kakek monyet mendorong kepalanya di cekungan itu. Khawatir bakal ditenggelamkan, Marina melawan sejadi-jadinya. Namun, saat melihat wajah kera tua itu, ia terkesiap. Binatang itu nampak tenang, tak marah. "Aku lantas beranggapan mungkin ia ingin menyampaikan sesuatu," kata Marina.
Si kakek memintanya minum air berlumpur itu. Setelah minum dalam jumlah besar, Marina ambruk, terbatuk, dan memuntahkan banyak cairan asam dari lambungnya.
"Pengobatan" itu berhasil. Perlahan Marina berjalan ke kawananya. "Kakek monyet nampak puas dengan usahanya, berbalik, lalu kembali ke pohonnya," kata dia. Sejak itu, sikap si kakek berubah, dari acuh dan curiga, menjadi pelindung sekaligus temannya.
Lambat laun Marina berbaur dengan teman-temannya. Memberi mereka nama: Spot yang energik, Brownie yang lembut dan pengasih, Tip yang pemalu. Juga sahabatnya, Mia yang juga pemalu.
Setelah merasa diterima, ia belajar memanjat pohon. Otot-ototnya makin kuat. Saat sampai di sarang di puncak pohon untuk kali pertamanya, para monyet acuh saja. Merasa kehadiran Marina di teritori mereka sebagai hal wajar.
Marina kecil masih kerap menangis sedih, terutama di malam hari, namun kebersamaannya dengan keluarga barunya membuatnya lambat laun melupakan kesedihannya.
Bertemu Manusia
Makin besar kemampuannya, makin kuat daya jelajah Marina. Hingga suatu hari ia menemukan sekelompok gubuk. Memberanikan diri mendekat, ia bertemu dengan seorang ibu dan anaknya yang baru lahir.
"Perasaanku bergejolak melihatnya, merasakan perasaan yang dibutuhkan semua manusia: untuk dicintai. Namun saat melihat ke mataku, hanya ada ketakutan di wajah perempuan itu."
Perempuan itu lalu berteriak, membuat seorang pria berlari dari gubuk dan menangkap Marina. Pria itu lalu memaksa membuka mulutnya untuk memeriksa gigi-giginya. Tak ada yang runcing. Lalu melepasnya.
"Aku mencoba memohon padanya, minta makanan dan tempat tinggal, namun suara dan tindakanku lebih mirip monyet daripada manusia. Tanpa ragu, ia meninggalkan aku. Lalu, aku kembali ke hutan dengan perasaan terluka," kata Marina.
Hari itu, ia mendapat pelajaran berharga. Keluarga bisa ditemukan di mana saja, di mana kita merasa dicintai dan diperhatikan. Saat itu, ia menepis keinginannya untuk kembali ke kehidupan manusia. "Monyet, bukan manusia, adalah keluarga saya."
Kembali ke Peradaban
Kehidupan Marina yang mirip Tarzan berakhir setelah keberadaannya diketahui sejumlah pemburu.Pemburu itu itu menukarnya dengan seekor burung beo di tempat prostitusi, melarikan diri sebelum melayani lelaki hidung belang pertamanya, menjadi pemimpin geng anak-anak, dan berakhir di Bradford, Inggris.
Ia lalu diadopsi sebuah keluarga di Bradford, belajar menjadi koki, bekerja di National Media Museum, banting setir dengan berkarir membantu anak-anak bermasalah setelah menikah dengan ahli bakteri di tahun 1970-an. Kini Marina hidup tenang di Inggris dengan suami dan anak-anaknya. Kisah hidupnya yang dulu tersembunyi saat ini diketahui dunia. (Ein)



Like This..?? Share This Article.......
Read More | komentar

Menempuh bahaya demi ke sekolah

Written By Bodhonk on Sabtu, 30 Maret 2013 | 13.06

Sabtu, 30 Maret 2013


Bukan hanya di Indonesia, perjalanan ke sekolah banyak anak-anak di berbagai belahan dunia pun tak kalah sulitnya. Lihat kumpulan foto berikut ini.



Xu Liangfan escorts students on a cliff path as they make their way to Banpo Primary School in Shengji county

Xu Liangfan, 37, escorts students on a cliff path as they make their way to Banpo Primary School in Shengji county

Xu Liangfan, 37, and students exercise at the playground of Banpo Primary School in Shengji county

Xu Liangfan, 37, mendampingi muridnya menuju SD Banpo di Provinsi Guizhou, 12 Maret 2013. REUTERS/Stringer (CHINA - Tags: EDUCATION TPX IMAGES OF THE DAY ENVIRONMENT) CHINA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN CHINA - RTXXXLL


Students hold on to side steel bars of a collapsed bridge as they cross a river to get to school at Sanghiang Tanjung village in Lebak regency

Pelajar di desa Sanghiang Tanjung, Lebak, Banten, 19 Januari 2012. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA - Tags: SOCIETY TPX IMAGES OF THE DAY) - RTR2WHUB


Primary school boys carry their benches after their school was flooded due to heavy rains at Bassi Kalan village

Anak sekolah membawa meja dan kursi setelah sekolah mereka kebanjiran di desa Bassi Kalan, Jammu, 10 Agustus 2011. REUTERS/Mukesh Gupta (INDIAN-ADMINISTERED KASHMIR - Tags: ENVIRONMENT SOCIETY EDUCATION) - RTR2PS9C


A student crosses the frozen Batllava Lake on his way to school

Sekolah melewati danau Batllava yang beku, 21 Februari 2012. REUTERS/Hazir Reka (KOSOVO - Tags: ENVIRONMENT TPX IMAGES OF THE DAY) - RTR2YB8P


Students walk near a geiger counter at Omika Elementary School in Minamisoma

Pelajar berjalan di bawah penghitung geiger yang mengukur radiasi 0.12 microsievert per jam, di sekolah dasar Omika, 21 km dari pembangkit nuklir Fukushima. REUTERS/Toru Hanai (JAPAN - Tags: DISASTER ANNIVERSARY ENVIRONMENT) - RTR2Z0V6

Elementary school girls cross a river to go to school in the village of Nagari Koto Nan Tigo in Indonesia's West Sumatra province

Pelajar SD di desa Nagari Koto Nan Tigo, Sumatera Barat, 14 November 2012. REUTERS/Stringer (INDONESIA - Tags: SOCIETY ENVIRONMENT TPX IMAGES OF THE DAY) - RTR3ADXI

Elementary school boys carry their shoes and bags after crossing a river to go to school in Indonesia's West Sumatra province

Pelajar di desa Nagari Koto Nan Tigo, Sumatera Barat, 14 November 2012. REUTERS/Stringer (INDONESIA - Tags: SOCIETY ENVIRONMENT) - RTR3ADYJ

Students travel in a vehicle after attending school at Ibsheway el-Malaq village in Gharbia governorate

Pulang dari Ibsheway el-Malaq di Gharbia, 165 km dari Kairo, 12 Maret 2012. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh (EGYPT - Tags: EDUCATION SOCIETY TRANSPORT) - RTR2Z9AO

Students walk towards their school amid heavy fog on the outskirts of Chandigarh

Berjalan di tengah kabut tebal, di Chandigarh, 6 Januar 2010. REUTERS/Ajay Verma (INDIA - Tags: ENVIRONMENT SOCIETY) - RTR28KNL

Students cycle through the haze-blanketed town of Sampit, in Indonesia's Central Kalimantan province

Naik sepeda melewati kabut asap di Sampit, Kalimantan Tengah, 28 September 2012. REUTERS/Sigit Pamungkas (INDONESIA - Tags: ENVIRONMENT SOCIETY) - RTR38J1R

Children sit on school benches at Al-Tawheed school in Aleppo

Pelajar di sekolah Al-Tawheed, Aleppo, Suriah, 1 Januari 2013. REUTERS/Muzaffar Salman (SYRIA - Tags: EDUCATION SOCIETY TPX IMAGES OF THE DAY) - RTR3C14Q

School girls walk across a plank on the walls of the 16th century Dutch fort in Galle

Melwati papan kayu di tembok benteng Galle dari abad 16, 8 Juli 2009. REUTERS/Vivek Prakash (SRI LANKA SOCIETY) - RTR25GE4

Somali children attend a makeshift outdoor classroom at Dagahaley refugee camp in Dadaab in Kenya

Pelajar Somalia di kelas luar ruang di kamp pengungsian Dagahaley, Dadaab, Kenya, 8 Juni 2009. REUTERS/Finbarr O'Reilly (KENYA CONFLICT EDUCATION SOCIETY IMAGES OF THE DAY) - RTR24G4O

Afghan boys sit on the ground outdoors for their lesson near Khas Kunar refugee camp

Anak lelaki Afghan di kelas mereka di luar ruang dekat kamp pengungsian Khas Kunar, Provinsi Kunar, 18 Februari 2009. REUTERS/Oleg Popov (AFGHANISTAN) - RTXBRH0

STUDENTS FIGHT WIND AND SNOW WALKING TO SCHOOL IN WINTER STORM.

Berjalan melintasi badai musim dingin di Pickering, timur Toronto, 12 Desember 2000. NO RIGHTS CLEARANCES OR PERMISSIONS ARE REQUIRED FOR THIS IMAGE REUTERS AC/JP - RTRBY7R

Yahoo! News

Like This..?? Share This Article.......
Read More | komentar

Tokoh Kartun Disney yang Terinspirasi dari Artis Asli



Snow White/Marge Champion 


-


In addition to modeling the lead in "Snow White and the Seven Dwarfs," Champion also worked on "Pinocchio" (1940) and "Fantasia" (1940).


Alice/Kathryn Beaumont 

-


Child Actor Kathryn Beaumont also provided the voices for both Alice in "Alice in Wonderland" (1951) and Wendy in "Peter Pan" (1953).


Ursula/Divine 

-


Flamboyant drag performer Divine inspired the look of Ursula the Sea-Witch for "The Little Mermaid" (1989).




Ariel/Alyssa Milano 

-

While actress Sherri Stoner was the live action model for Ariel from "The Little Mermaid" (1989) the animators were also inspired by then 16-year-old Alyssa Milano


Pocahontas/Irene Bedard 

-

The beautiful Native American actress and singer was both the vocal and visual inspiration for Pocahontas (1995).


Aladdin/Tom Cruise 

-

"Aladdin" (1992) was originally drawn to resemble Michael J. Fox but producers felt he looked too boyish and added the rakish features of Tom Cruise.


Peter Pan/Bobby Driscoll 

-

Child actor Bobby Driscoll inspired the animated version of "Peter Pan" and also played the character on television in 1953.


Princess Aurora /Helene Stanley 

-

Disney tapped actress Helene Stanley to be the live action model for Aurora, from "The Sleeping Beauty."


Captain Hook/Hans Conreid 

-

With his arch voice and strong, lively face, Conreid was the perfect model for "Peter Pan's" (1953) evil Captain Hook.


Chernabog/Bela Lugosi 

-

Bela Lugosi, of "Dracula" fame was the live action model for the terrifying demon Chernabog in "Fantasia."


Wicked Stepmother and Maleficent/Eleanor Audley 

-

Actress Eleanor Audley used her commanding voice and presence to shape the wicked women of "Cinderella" (1950) and "Sleeping Beauty" (1959).



Yahoo! News


Like This..?? Share This Article.......
Read More | komentar

Followers

Arsip Blog

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis