Popular Post

Karya Seni Menakjubkan Terbuat Dari Paku Dan Benang

Written By Bodhonk on Senin, 31 Desember 2012 | 23.26

Senin, 31 Desember 2012



Dua orang seniman, Pamela Campagna dan suaminya, Thomas Scheiderbauer,telah membuat paku dan benang menjadi sebuah karya yang menarik. Keduanya membuat jalinan rumit dari benang sehingga membentuk gambar berdasarkan foto lama keluarga.

Daya imajinasi dan kreasi yang dimiliki mereka memang patut diapresiasi, lukisan diatas dibuat dari ribuan paku dan benang yang dijalin sedemikian rumitnya. Mereka membutuhkan waktu hingga 1 bulan untuk mengerjakan setiap karya seni mereka. Pada proses pembuatannya, pertama yang mereka lakukan adalah menganalisa foto, menggambar pola, memaku kanvas sesuai dengan pola, kemudian menghubungkan paku dengan jalinan benang.

Campagna dan Scheiderbauer bukan orang pertama yang menciptakan karya seni dengan menggunakan paku dan benang, tetapi seni yang mereka hasilkan sangat rinci dan detail.








Like This..?? Share This Article........
Read More | komentar

Cara Menulis Yang Aneh dari Para Penulis Terkenal


Untuk mencari dan memperlancar pencapaian pencarian inspirasi menulisnya, seorang penulis terkadang melakukan ritual, lebih tepatnya kebiasaan yang berbeda-beda. Mencari kenyamanan dan suasana yang mendukung terciptanya deretan sebuah karya tulis adalah sesuatu yang diinginkan seorang penulis. Kebiasaan tersebut terkadang aneh, lain dari menyepi dan kebiasaan lainnya, yang kerap diakui oleh beberapa penulis, seperti berikut :

1. Truman Capote (30 September , 1924 Agustus 1984)
Truman Streckfus Capote adalah seorang penulis Amerika yang dikenal sebagai penulis cerita pendek, novel, naskah drama dan bahkan non-fiksi. Karyanya yang terkenal dan dijadikan sebuah film adalah Breakfast at Tiffany's yang dipublikasikan pada tahun 1958.

Kebiasaan Capote pada saat menulis karya yaitu dengan merebahkan badan dengan ditemani segelas sherry di tangannya dan sebuah pensil di tangan satunya lagi. Pada tahun 1957, Paris Review mewawancarainya tentang kebiasaannya ini. Menurut Capote dia adalah seorang penulis yang berpandangan horisontal, maksudnya dia tidak dapat berpikir jernih jika tidah merebahkan tubuhnya,entah itu pada sebuah sofa atau tempat tidur.

Teman menulis lainnya adalah sebatang rokok dan kopi pada pagi hari. Dia merasa harus menghisap rokok dan menyeruput minuman. Di siang hari ia akan mengganti minumannya dengan segelas teh mint, sherry atau martini. Dia tidak menggunakan mesin tik pada awal ia menulis, pada awalnya semua karyanya dihasilkan dari proses ritual di atas, menulis tangan, merebahkan diri ditemani minuman dan rokok.
2. John Cheever (27 May 1912 – 18 Juni 1982)
John William Cheever adalah novelis dan penulis cerita pendek asal Amerika Serikat. Biasa dikenal sebagai "Chekov of the suburbs". Karya fiksinya kebanyakan berlatar di Sebelah Timur Manhattan, pinggiran Westchester, New England, kota-kota di sekitar Quicy, Massachusetts dan Italy, tempat ia dilahirkan. Dia dikenal sebagai salah satu penulis cerita pendek yang penting dalam kesusastraan di abad 20.
Dalam essay di majalah Newsweek terbitan tahun 1978, Cheever menyebutkan bahwa untuk menghasilkan koleksi cerita pendek, kebanyakan ditulis ketika ia hanya mengenakan celana dalam saja. Bukan hal yang mengejutkan karena ia dikenal selalu mengenakan pakaian yang sama, jadi untuk apa membuat pakaiannya kusut pada saat ia menulis, selama ia dapat melipatnya dan mengerjakan karya dengan hanya mengenakan celana dalamnya saja.
3. Francine Prose (1 April 1947)
Francine Prose adalah penulis asal Amerika yang juga menjabat sebagai presiden dari PEN American Center, sebuah badan yang menjadi tempat berkumpulnya penulis, editor, dan penerjemah, sejak 2007 lalu. Ia pernah juga menjabat dewan juri dari PEN/Newman's Own Awarm sebuah penghargaan yang diberikan pada sastrawan/sastrawati. Novelnya yang terkenal adalah Blue Angel, cerita satir tentang penganiayaan seksual pada dunia kampus, dan karyanya ini pernah menjafi finalis untuk National Book Award.

Di saat menulis karyanya, ia akan menggunakan celana flanel milik suaminya yang berwarna merah dan hitam dan kaos. Dalam wawancaranya dengan Kate Bolick di tahun 1998, Prose juga menambahkan ia tinggal di sebuah apartemen dimana ia memiliki jendela besar dengan tinggi 20 kaki menghadap ke sebuah bangunan bata merah. Tidak banyak pemandangan indah untuk itu, tapi menurutnya hal ini cukup sempurna dimana ia tidak akan menjumpai gangguan apapun selain tembok bata merah yang ia pandangi saat ia menulis karyanya.
4. Ernest Hemingway (July 21, 1899 – July 2, 1961)
Ernest Miller Hemingway adalah seorang penulis dan jurnalis asal Amerika. Hemingway menghasilkan banyak karyanya diantara pertengahan 1920 dan 1950, dan ia mendapatkan Nobel sastra pada tahun 1954. Ia menulis 7 novel, 6 koleksi cerita pendek dan 2 karya non-fiksi. Ia terkenal dengan karyanya yang berjudul Farewell to Arms dan The Sun Also Rises.

Hemingway dikenal dengan kebiasaan menuliskan 500 kata dalam sehari, kebanyakan di pagi hari, waktu yang tepat menghindari terik udara. Walaupun dikenal sebagai penulis yang produktif, ia tahu kapan ia harus berhenti dan melanjutkan menulisnya di hari berikutnya. Dalam suratnya kepada Scott Fritzgerald di tahun 1934 dia menyebutkan bahwa ia menulis satu halaman karya bagus di atara 91 lembar yang jelek, yang lalu ia buang ke tempat sampahnya. Produktif mengalahkan satu kata yaitu perfeksionis.
5. William Faulkner (September 25, 1897 – July 6, 1962)
William Cuthbert Faulkner adalah penulis Amerika dan peraih nobel laurate dari Oxford Mississippi. Tidak hanya sebagai penulis cerita pendek, naskah drama, essai, penyair dan novelis, Faulkner pun bekerja di beberapa media menjadi penulis kolom. Yang paling dikenal dari karyanya yaitu novel dan cerita pendeknya, yang kebanyakan berlatar daerah fiktif, Yoknapatawpha County yang digambarkan serupa dengan tempat kelahirannya yaitu Lafayette. Ia pernah meraih Nobel sastra di tahun 1949 dan Pulitzer untuk 2 karyanya yaitu A Fable dan The Reivers.

Faulkner meminum whiskey dalam takaran yang cukup banyak saat ia menulis karyanya. Kebiasaan ini dimulai saat ia bertemu dan tinggal bersama dengan Sherwood Anderson di New Orleans. Dikemukakan oleh Faulkner pada tahun 1957, ia bertemu dengan Anderson dan memulai kebiasaan minumnya yang bisa sampai menghabiskan waktu sampai dini hari sambil mendengarkan Anderson bercerita. Dan kebiasaan itu akhirnya dijadikan ritual oleh Faulkner karena tingkat keseringannya ia menenggak minuman tersebut di setiap harinya.

6. T S Eliot
Thomas Stearns Eliot adalah seorang penulis naskah drama, kritikus sastra dan tidak diragukan lagi sebagai seorang penyair paling terkenal dalam sejarah sastra abad 20. Pada usia 25 tahun ia pindah ke Inggris dari Amerika dan dinaturalisasi pada saat ia berumur 39 tahun. Karyanya yang terkenal adalah The Song of J Prufock yang mulai ia kerjakan pada tahn 1910 dan dipublikasi pada tahun 1915, dikenal sebagai karya besar yang menjadi tonggak gerakan modern. Dan karya lainnya yang terkenal adalah The Wasteland yang dipublikasi pada tahun 1922.
Lyndall Gorson dari A Modern Life yang mewawancarai T S Eliot pada tahun 1920, menyebutkan bahwa T S Eliot mempunyai kebiasaan melumuri mukannya dengan bedak berwarna hijau agar terlihat pucat dan terlihat beringas, hal ini yang menyebabkan mengapa TS Eliot sering dipanggil dengan Captain Eliot, sebab di dalam ruangan pencari inspirasinya ia harus terlihat beringas. 


Like This..?? Share This Article........
Read More | komentar

Kebelet Buang Air, Sergio van Dijk Diganjar Kartu Kuning


Kalau sudah sakit perut tak tertahankan, maka tidak ada pilihan lain selain segera menuju toilet. Masalahnya bagaimana bila masih berada di lapangan dalam sebuah pertandingan sepak bola. Itulah yang dialami Sergio van Dijk. Kelakuan striker naturalisasi Indonesia itu menggelikan.

Saat sedang membela klubnya Adelaide United melawan Wellington Phoenix di Stadion Hindmarsh, Jumat (30/12) pada Liga Australia, tiba-tiba di tengah laga dia berlari keluar lapangan. 

Akibatnya, semua orang kebingungan. Bukan hanya penonton, bahkan wasit, pelatih, dan rekan-rekannya di lapangan juga dibuat bingung. Sebab, dia pergi begitu saja tanpa memberi tahu alasannya kepada rekan-rekannya atapun pelatih.


Sepuluh menit berlalu, Van Dijk belum juga tampak di lapangan. Dia masih berada di ruang ganti. "Dia pergi begitu saja dan tidak memberitahu kepada siapa pun mengapa dia kabur," jelas John Kosmina, pelatih Adelaide yang sempat gusar, seperti dikutip Ninemsn.

Lalu tiba-tiba dia muncul dari ruang ganti dan berupaya kembali lagi ke lapangan. Melihat Van Dijk akan melangkahkan kaki masuk lapangan, wasit Chris Beath pun langsung menjatuhkan kartu kuning kepadanya. Dia dianggap tidak menghargai pertandingan.

Belakangan akhirnya diketahui alasan striker kelahiran Belanda itu menghilang dari lapangan. Ternyata, dia sakit perut dan harus buang air besar sesegera mungkin. Dia mengaku tidak bisa menahannya lagi dan terpaksa berlari keluar lapangan.

Tentu alasan itu membuat wasit, pelatih, dan rekan-rekannya hanya bisa tersenyum simpul. Pelatihnya yang sempat gusar pun tidak jadi marah, meski gara-gara ulah Van Dijk, mereka sempat bermain dengan sepuluh orang di lapangan lebih dari sepuluh menit. 

"Dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Kalau sampai benar-benar terjadi (dia buang air di lapangan), ini akan menjadi pemandangan paling memalukan di televisi. Saya bisa memahami alasannya," kata Kosmina, sembari tersenyum simpu


Like This..?? Share This Article........
Read More | komentar

Ada Dunia Dalam Botol Ukuran Mini Buatan Seniman Jepang



Apabila seni dikategorikan kedalam berapa besar konsentrasi yang diperlukan untuk membuatnya, maka hasil karya seniman asal jepang Akinobu Izumi ini mungkin masuk kedalam kategori salah satu yang tersulit. Ia menciptakan dunia miniatur didalam botol berukuran sangat-sangat kecil, besarnya tidak lebih dari ukuran jempol.


Dapatkah anda membayangkan bagaimana Izumi membuatnya? Saya tidak. Karena itu wajar rasanya saat saya merasa maklum karena ternyata seniman pembuatnya datang dari Jepang.




Like This..?? Share This Article........
Read More | komentar

23 Kematian Aneh Dalam Sejarah



1. Meninggal karena berniat menggapai bayangan bulan di air
Penyair Cina Li Po (abad VII-VIII Masehi) merupakan penyair terkenal yang gemar mabuk-mabukan. Suatu saat ia sedang mabuk waktu naik perahu melewati sungai Yangtze. Ia melihat bayangan bulan di air. Karena mabuk, ia berusaha menggapai bayangan itu untuk memeluknya, namun gagal. Alhasil ia jatuh ke air dan tenggelam.

2. Meninggal karena janggut
Hans Steininger merupakan orang Austria yang terkenal karena janggutnya yang terpanjang di dunia. Panjangnya sekitar 140 cm. Pada suatu hari di tahun 1567, terjadi kebakaran yang mengharuskan semua orang lari. Beliau lupa mengikat janggutnya yang panjang. Karena terburu-buru, ia menginjak janggutnya sendiri dan terjatuh. Lehernya patah dan ia pun tewas seketika.

3. Meninggal karena menahan buang air kecil
Tycho Brahe (1546-1601) adalah seorang ahli astronomi. Pada tahun 1601, ia sedang menghadiri jamuan makan besar yang sangat lama, di Praha (sekarang Ceko). Adat pada masa itu meyakini bahwa kabur di tengah jamuan makan, termasuk untuk buang air, adalah sangat tidak sopan. Akibatnya beliau terpaksa menahan buang air kecil selama jamuan. Kandung kemihnya melebar sampai ambang batas, dan terjadilah infeksi (sistitis) yang fatal. Beliau meninggal 11 hari kemudian.

4. Meninggal karena tongkat konduktor
Jean Baptiste Lully merupakan konduktor yang memimpin orkestra pada perayaan kesembuhan Louis XIV dari sakitnya pada tahun 1687. Karena terlalu bersemangat, ia menjatuhkan tongkat konduktor tepat pada ibu jari kakinya. Terjadi abses (infeksi dengan nanah) dan diikuti gangren (pembusukan). Lully menolak amputasi, dan akhirnya ia pun tewas karena infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh.

5. Meninggal karena lidah tergigit
Allan Pinkerton (1819-1884) adalah seorang agen detektif yang terkenal dengan Pinkerton detective agency-nya. Suatu hari ia sedang berjalan di trotoar. Ia terpeleset. Tidak sengaja lidahnya tergigit, dan terjadilah infeksi yang kemudian membunuhnya.

6. Meninggal karena menendang peti
Mirip dengan Lully, tapi ini terjadi di awal abad 20 pada Jack Daniel, seorang pengusaha whiskey terkenal dari Tennessee, Amerika Serikat. Pada suatu subuh ia ingin membuka salah satu peti, namun ia lupa nomor kombinasinya. Ia mengamuk dan menendang peti tersebut. Salah satu jarinya terluka, meradang (infeksi), dan akhirnya menewaskannya.

7. Meninggal karena kulit jeruk
Bobby Leach (1858-1926) adalah seorang stunter. Ia juga orang kedua di dunia yang berhasil menaklukkan air terjun Niagara dengan barrel-nya. Ia meninggal tahun 1926, dua bulan setelah tungkainya diamputasi. Mengapa? Ternyata ia terpeleset akibat menginjak kulit jeruk di jalanan, di Selandia Baru. Tungkainya patah dan terjadi infeksi berat. Saat itu belum ada antibiotik….

8. Meninggal karena parasut gagal mengembang
Pada tahun 1912 Franz Reichelt mengklaim dirinya berhasil mengembangkan jaket berparasut. Suatu penemuan baru. Ia ingin mencobanya dengan melompatdari puncak menara Eiffel. Sebelumnya ia berencana memakai boneka, namun akhirnya tidak jadi. Ia memutuskan menjajal sendiri jaket tersebut. Ternyata, seperti yang dikhawatirkan banyak orang, jaket itu tak berfungsi dan ia pun tewas seketika.

9. Meninggal setelah diracun, ditembak 4 kali, dipukul, dan akhirnya tenggelam
Grigori Rasputin (1869-1916) mula-mula diracun dengan sianida. Dosisnya setara untuk menewaskan 10 orang. Tapi karena diketahui kemudian bahwa sianidanya sudah rusak oleh pemanasan makanan, ia tidak mati. Lalu ia ditembak dari belakang oleh Felix Yusupov dan teman-temannya. Ia tidak mati juga. Ia ditembak lagi 3 kali, tapi tidak mati juga. Akhirnya Rasputih dipukul dengan tongkat dan akhirnya ditenggelamkan ke Sungai Neva yang dingin. Dari hasil autopsi, sebab kematian sebenarnya adalah tenggelam.

10. Meninggal karena bola bisbol
Ray Chapman (1891-1920) dikenal sebagai satu-satunya pemain yang tewas dalam pertandingan bisbol. Ia tewas karena kepalanya kena lemparan bola dari Carl Mays. Pada saat itu, bola bisbol selalu dilumuri tanah oleh pelempar bola sebelum dilemparkan, untuk mempersulit lawan melihat bolanya.

11. Meninggal karena selendang
Isadora Duncan (1877-1927) dikenal sebagai tokoh tarian modern. Ia gemar mengenakan selendang pada saat bepergian. Pada September 1927, ia sedang naik mobil, dengan jendela terbuka (!) dan mobil bergerak dalam kecepatan tinggi. Saat itu ia memakai selendang yang berukuran besar. Karena selendangnya “terbang” sampai ke ban mobil, ia tercekik seketika dari jendela mobil.

12. Meninggal saat membicarakan Hitler
Pada tahun 1943, seorang kritikus nazisme dan fasisme bernama Alexander Woolcott meninggal setelah mengalami serangan jantung saat tengah membicarakan Adolf Hitler.

13. Meninggal di panggung konser
Leslie Harvey, gitaris Stone the Crows, meninggal pada tahun 1972 karena tersengat listrik dari mikrofon yang ia gunakan di panggung konser.

14. Meninggal saat siaran TV
Christine Chubbuck (1944-1974) merupakan satu-satunya reporter televisi yang meninggal di tengah siaran langsung televisi. Ia menembak kepalanya sendiri pada siaran Suncoast Digest (WXLT-TV) tanggal 15 Juli 1974 dengan revolver 38 mm. Chubbuck sebelumnya memang sudah bermasalah dengan depresi yang berlarut-larut.

15. Meninggal karena “dibunuh robot”

Robert Williams sedang berusaha mengambil suatu barang di rak penyimpanan Ford Motor’s Flat Rock karena robot sedang tidak berfungsi. Tiba-tiba robot bergerak dan lengan robot tersebut membentur kepala Williams. Ia tewas seketika pada 25 Januari 1979. Hanya 2 tahun berselang, kecelakaan serupa terjadi di Jepang. Kenji Urada gagal mematikan robot yang akhirnya secara tidak sengaja mendorong tubuhnya ke dalam mesin giling (!).

16. Meninggal karena terpenggal helikopter
Victor Morrow (1929-1982) dan 2 orang aktor anak yang bersamanya tewas karena terpenggal baling-baling helikopter saat sedang syuting untuk film Twilight Zone, pada tahun 1982. Kasus ini mendorong pemerintah Amerika Serikat merevisi undang-undang perlindungan tenaga kerja anak dan peraturan keamanan serta jaminan keselamatan di lokasi syuting.

17. Meninggal karena kaktus
Masih tahun 1982, David Grundman dan seorang temannya sedang pergi berburu kaktus. Mereka bertemu sebuah kaktus besar. Kaktus ini adalah kaktus Saguaro setinggi hampir 8 meter yang berumur kira-kira 100 tahun. Di depannya ada sebuah kaktus kecil. Mereka menembaki kaktus kecil dulu, berhasil. Sekarang giliran yang besar. Tapi yang terjadi, malah kaktus raksasa tadi tertembak sampai bolong, dan akhirnya jatuh menimpa Grundman. Ia meninggal seketika. Benar-benar balas dendam oleh kaktus!

18. Meninggal karena tutup botol
Tennessee Williams (1911-1983), penulis drama Amerika Serikat, tewas karena tercekik tutup botol yang tertelan saat ia mabuk di sebuah hotel di New York. Hal ini diduga berkaitan dengan kebiasaannya menaruh tutup botol di kedua mata dan mulutnya saat sedang minum-minum.

19. Meninggal saat melawak
Dick Shawn (1924-1987) sedang melawak tentang kampanye politik di Amerika Serikat. Setelah mengatakan “I will not lay down on the job!” (Saya tidak akan meletakkan jabatan!), ia langsung terbaring di lantai. Penonton mengira itu adalah bagiandari lelucon. Tapi karena ia tak bangun-bangun lagi, beberapa petugas panggung pun memeriksanya dan melakukan bantuan napas darurat. Tidak lama kemudian ia pun meninggal.

20. Meninggal saat “rekonstruksi”
Pada tahun 1991, seorang wanita Thailand berusia 57 tahun bernama Yooket Paen, terpeleset kotoran sapi sedang berjalan di kebunnya. Setelah itu ia terpegang sebuah kabel telanjang (tanpa bungkus), dan tersengat listrik sampai meninggal. Setelah pemakamannya, adik Paen datang ke kebun tersebut. Ia juga terpeleset kotoran sapi yang sama, terpegang kabel yang sama, dan meninggal juga.

21. Meninggal karena domba
Pada tahun 1999, Betty Stobbs sedang memberi makan domba-dombanya dengan sepeda motor. Makanan untuk para domba tersebut terletak di bak belakang sepeda motornya. Saat itu, domba-domba tersebut rupanya sedang kelaparan. Mereka pun menyerbu bak belakang tersebut, sampai-sampai Stobbs terlempar ke jurang sedalam 30 meter. Ia belum meninggal karena “lemparan” ini. Namun ke mana sepeda motornya? Ternyata ada tepat di belakangnya, dan ia pun tewas tertimpa sepeda motornya sendiri.

22. Meninggal karena rak buku
November 2006, Mariesa Weber (38 tahun) diduga hilang. Sudah 2 minggu ia tidak ditemukan keluarganya (padahal ia tewas di rumah sendiri!). Namun akhirnya ia ditemukan berada di bawah tumpukan rak buku yang jatuh. Tampaknya ia sedang berusaha mencolok kabel televisi ke colokan listrik, yang hanya bisa dicapai dengan berdiri di atas meja tulis di sebelah rak buku. Namun celakanya ia jatuh dengan kepala lebih dulu, dan rak bukunya ikut jatuh menimpa Weber.

23. Meninggal karena game online
Pada tahun 2005, Lee, seorang Korea Selatan berusia 28 tahun, tewas setelah 50 jam nonstop bermain Starcraft di sebuah warnet di Daegu. Starcraft adalah game online

Like This..?? Share This Article........
Read More | komentar

Orang-Orang Yang Hidupnya Brutal...

1. Vesva Vulovic
Pramugari yang bertahan dari serangan teroris di atas 33.000 kaki

Pada tanggal 26 Januari 1972, sebuah maskapai penerbangan Yugoslavia DC-9 berangkat dari Kopenhagen, Beogard, dengan 28 penumpang dan awak. Di ketinggian 33000 kaki, ditemukan sebuah bom di bagian kargo yang ditanam oleh kelompok separatis Ustashe Kroasia dan meledak. Pesawat hancur dan jatuh di pegunungan. Dan yang menjadi kisah fenomenal sepanjang masa, pramugari Vulovic Vesna selamat dari ketinggian 33000 kaki dengan duduk di ekor pesawat.

Vulovic yang berusia 22 tahun bahkan tidak seharusnya ada di pesawat itu. Saat ia dalam sebuah wawancara, ia mengatakan itu adalah Vesna yang lain yang seharusnya ada di pesawat itu, tapi dia senang dan perasaan campur baur karena diijinkan untuk melakukan perjalanan pertamanya ke Denmark. Karena kejadian itu, dia mengalami cidera dengan tengkorak yang retak dua kaki yang patah dan tiga patah tulang belakang yang salah satunya hancur membuatnya lumpuh dari pinggang hingga bawah.

Vulovic menghabiskan beberapa bulan masuk dan keluar rumah sakit dan melakukan operasi yang memungkinkannya berjalan lagi. Ia menjadi selebriti ketika Guinness Book of World Records mengundangnya untuk sebbuah upacara di London dengan Paul McCartney. Dia tercatat sebagai orang yang mampu bertahan dari jatuh tanpa parasut.

2. Frane Selak
Lolos dari sebuah kecelakaan kereta api yang tergelincir pintu pesawat yang terbuka, tabrakan bus, mobil yang terbakar api, 2 kecelakaan mobil lainnya, kemudian memenangkan lotre jutaan Dollar
Keberuntungan selalu ada di sisinya atau sebaliknya untuk guru musik kroasia Frane Selak (lahir tahun 1929), yang terkenal di seluruh dunia karena lolos dari banyak kecelakaan fatal. Yang pertama adalah pengalaman mati surinya karena kedinginan dimulai pada Januari 1962, ketika berada di dalam kereta api menuju DuBovnik tiba-tiba kereta tergelincir ke dalam sungai yang dingin dan menewaskan 17 penumpang. Dia berhasil melarikan diri dengan lengan yang patah, sedikit goresan dan memar.

Setahun kemudian Selak terbang dari Zagreb ke Rijeka, ketika tiba-tiba angin bertiup dari cockpit pesawat, dan menerbangkan pintu pesawat, ia jatuh dari pesawat. Kecelakaan itu menewaskan 19 orang, tetapi Selak berunutng mendarat di tumpukan jerami dan bangun beberapa hari kemudian di rumah sakit dengan luka ringan.

Pada tahun 1966, ia mengalami kecelakaan ketiganya saat bepergian di dalam bis yang kecelakaan dan terjun ke dalam sebuah sungai. Ada empat orang yang tewas. Yang mengherankan, Selak berhasil lolos lagi tanpa terluka.

Pada tahun 1970, Selak mengemudi mobil ketika tiba-tiba mobilnya terbakar. Beruntungnya lagi, ia berhasil meninggalkan mobil sebelum tangki bahan bakarnya meledak. Tiga tahun kemudian mobil Selak kembali terbakar, api yang tertiup dari ventilasi udara. Ini merupakan kecemasan yang paling hebat, ia kehilangan sebagian besar rambutnya.

Pada tahun 1995, Selak berada di Zagreb ketika ia tertabrak bus, lagi-lagi tanpa meninggalkan apa-apa kecuali luka ringan.

Tahun berikutnya saat ia berkendara melalui jalan gunung, Selak menabrak pagar pembatas untuk menghindari sebuah truk yang mendekat dan mendarat di pohon dan mobilnya meledak 300 kaki di bawahnya.

Dalam peristiwa pergantian mengejutkan pada tahun 2003, Selak memenangkan jutaan dollar lotre kroasia.

3. Andes Survivors
Jatuh dari pegunungan Andes dan bertahan selama 72 hari
Pada hari Jumat tanggal 13 Oktober 1972, sebuah angkatan udara uruguay terbang melintasi Andes membawa tim Rugby Stella Maris College dari Monteviseo, Uruguay untuk memainkan pertandingan di Santiago, Chili. Ketika peswat itu terbang melalui celah di pegunungan, pemantau udara di Santiago memberitahu pilot bahwa pesawat berada di atas Curico, Chili dan diijinkan unutk mendarat. Hal ini terbukti menjadi kesalahan yang fatal. Karena celah tertutup oleh awan, pilot harus mengandalkan waktu yang biasanya dibutuhkan untuk melintasi gunung. Namun mereka gagal meperhitungkan kuatnya arah angin yang pada akhirnya memperlambat pesawat dan meningkatkan waktu yang diperlukan untuk melintasi pegunungan. Akibatnya, terjadi pembelokan dan penurunan pesawat yang terlalu cepat sebelum pesawat berhasil melintasi gunung.

Dua belas orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Orang-orang yang selamat tidak hanya harus menahan lapar dan menghadapi pegunungan yang menakutkan, tetapi juga suhu -30 derajat ketika malam hari. Mereka bertahan hidup dengan cadangan makanan yang mereka miliki hingga mereka diselamatkan, tetapi mereka kehilangan harapan ketika mereka mendengar bahwa pencarian telah dihentikan di radio. Putus asa dengan kurangnya makanan dan kelelahan fisik, mereka dipaksa untuk makan rekan mereka sendiri yang telah mati untuk terus hidup. Akhirnya setelah bosan dengan temperatur yang sangat rendah dan ancaman longsor serta sedih oleh kematian pasangan mereka dan prospek penyelamatan yang buruk, dua orang di antara mereka memutuskan untuk menyeberangi pegunungan untuk mencapai Chili. Pada tanggal 22 Desember 1972, setelah terisolasi 72 hari, dunia tahu bahwa ada 16 orang yang selamat di pegunungan Andes.

4. Anatoli Bugorski
Pria bertahan dari sebuah sinar eskalator partikel
Sebagai seorang peneliti di Institut tinggi energi Fisika di Protvino, Bugorski bekerja dengan eskalator partikel terbesar di Soviet. Pada tanggal 13 Juli 1978, ia sedang memeriksa sebuah peralatan yang tidak berfungsi ketika kecelakaan terjadi karena gagalnya mekanisme keamanan. Ia sedang membungkuk di atas peralatan ketika ia melongokan kepala di bagian dimana sinar proton bersinar. Dilaporkan ia melihat sinar yang “terangnya seribu kali sinar matahari”, tapi tidak merasa sakit. Sinar diukur sekitar 200.000 rad ketika memasuki tengkoraknya, dan sekitar 300.00 rad ketika keluar setelah bertabrakan dengan bagian dalam kepalanya. Bagian kiri setengah wajah Bugorski membengkak dan membuatnya tidak bisa dikenali dan selama beberapa hari mulai mengelupas, meninggalkan bekas sinar proton yang telah membakar bagian wajahnya, tulang dan otak jaringan di bawahnya. Seperti yang diyakini, bahwa sekitar 500-600 rad sudah cukup untuk membunuh seseorang, ia dibawa ke sebuah klinik di moskow dimana para dokter diharapkan bisa mengamati kematiannya. Namun Burgoski bertahan dan bahkan menyelesaikan pendidikan Ph.D-nya. Nyaris tidak ada kerusakan pada kemampuan intelekualnya, tetapi kelelahan kerja mental meningkat tajam. Ia benar-benar kehilangan pendengaran di telinga kirinya dan dengungan yang tidak nyaman masih sering terasa. Wajah bagian kirinya membeku serta kerusakan saraf.

5. Roy Sullivan
Disambar petir sebanyak 7 kali
Roy adalah seorang sherif di Virginia yang memiliki daya tarik luar biasa untuk petir atau lebih tepatnya petir mempunyai daya tarik terhadapnya. Selama 36 tahun karirnya sebagai ranger, ia tersambar petir sebanyak tujuh kali dan selamat setiap kali tersambar. Ketika mendapatkan sambaran petir ketujuh, ia mencatatkan dirinya dalam Guinness Book of World Records:

-Pada tahun 1942, pertama kali tersambar petir mengenai kaki dan kukunya yang besar.
-Pada tahun 1969, serangan kedua membuat alisnya terbakar dan membuatnya pingsan.
-Pada tahun 1970, dia tersambar petir lagi dan membuat bahunya terkoyak.
-Pada tahun 1972, rambutnya terbakar dan merendam kepalanya untuk mendinginkannya.
-Pada tahun 1973, petir kembali menyambar dengan merobek topinya dan membakar kepalanya dan melemparnya keluar dari truk dan merusak sepatu kirinya.
-Pada tahun 1976, membuatnya cidera pada pergelangan kaki.
-Pada tahun 1977, sambaran terakhir yang membawanya ke rumah sakit dengan dada dan perut terbakar.

Istrinya juga tersambar sekali ketika tiba-tiba sebuah petir menyambarnya saat ia dan suaminya sedang menjemur baju di halaman belakang. Pada tanggal 28 September 1983, Roy meninggal pada usia 71 tahun, dilaporkan tertembak oleh senapan shotgun yang tidak ada hubungannya dengan petir.

6. Joe Simpson
Menaklukan Siula grande, jatuh 100 ke jurang es, merangkak selama 3 hari
Joe Simpson dan Simon Yates adalah orang pertama yang berhasil mendaki puncak Siula Grande, di pegunungan Andes, Peru. Bencana terjadi dalam perjalanan turun dan Yates terpaksa membiarkan Simpson yang terluka parah jatuh 100 kaki ke jurang es. Simpson selamat dari jatuh dan menghabiskan waktu tiga hari untuk merangkak kembali ke kemah utama.

7. Truman Duncan
Terbelah dua oleh kereta api
Petugas kereta api Truman Duncan jatuh di depan kereta yang bergerak. Dia tergilas di bawah dan terpotong dua. Meskipun kehilangan kedua kaki dan ginjalnya, Duncan selamat selama 45 menit, kemudian bertahan dengan melakukan 23 operasi.

8. Aron Ralston
Diamputasi lengan bawah bagian kanan agar dapat bertahan hidup di pegunungan
Pada Mei 2003, Aron Ralston ketika sedang dalam perjalanan canyoneering Blu Yohanes Canyon, sebuah batu jatuh dan menghimpit lengan kanannya dan menghancurkan lengannya. Setelah mencoba selama lima hari mengangkat dan memecahkan batu, keputusan membuatnya mengukir namanya, tanggal lahir dan tanggal kematian di batu tersebut, meminum air seni sendiri karena kekurangan air dan merekam video selamat tinggal kepada keluarganya.

Akhirnya setelah mengalami dehidrasi dan mengigau, ia memutuskan untuk membungkukkan lengannya melawan desakan batu dan mematahkan tulang radius dan ulna. Menggunakan pisau tumpul pada alat multiuse, ia memotong jaringan yang lunak di sekitar lengan yang patah. Ia kemudian menggunakan tang untuk memotong bagina tendon yang keras. Setelah Ralston diselamatkan, lengannya diambil oleh otoritas taman dan dipindahkan dari bawah batu. Dikremasi dan diberikan kepada Ralston. Ia kembali ke batu tersebut dan menaburkan abu di sana.

9. Robert Evans
Selamat setelah ditabrak oleh mobil dan kereta api sejam kemudian
Di suatu pagi bulan September 2008, seorang tunawisma berusia 46 tahun, Robert Evans ditabrak lari oleh sebuah mobil, dan ketika berjalan dari rumah sakit ke perkemahan, ia terlempar dari jembatan kereta api yang sempit ke dalam sungai oleh kereta api, selamat dari kecelakaan kedua dalam tujuh jam. Polisi mengatakan bahwa Evans ditabrak oleh tangga kereta api yang terletak di samping kereta. Jembatan kereta api itu hanya cukup untuk menampung rel kereta api dan tidak untuk para pejalan kaki atau lalu lintas lainnya.

10. Mauro Prosperi
Bertahan 9 hari di Gurun Sahara

Prospei, seorang pelari marathon des Sables pada tahun 1994 di maroko. Setelah melewati 6 hari dan jarak 233 kilometer badai padang pasir menyebabkan Prosperi kehilangan jalan. Akhirnya ia bingung dan belari ke arah yang salah, akhirnya berjalan beberapa ratus kilometer ke Aljazair. Setelah 36 jam ia kehabisan makanan dan air. Dia bertahan hidup dengan meminum air seni sendiri dan memakan kelelawar yang tinggal di sebuah masjid yang telah ditinggalkan dan kadang-kadang ular yang ditemukan di padang pasir. Tidak ingin mati di padang pasir, ia mencoba bunuh diri di masjid dengan memotong pergelangan tangannya denga pisau kecil yang dimilikinya. Usahanya gagal karena kekurangan air yang menyebabkan darahnya menebal dan bergumpal sebelum dia sempat mati.

Setelah 9 hari sendirian di padang pasir, ia ditemukan oleh keluarga nomaden dan dibawa ke sebuah kamp militer Aljazair, dan dari sana dibawa ke rumah sakit. Dia telah tersesat 186 mil dari rute marathonnya, dan dlaporkan telah kehilangan berat badan sekitar 30-40 pon.


Like This..?? Share This Article........
Read More | komentar

Followers

Arsip Blog

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis