Popular Post

"Pro Street" Karya Anak Bangsa

Written By Bodhonk on Kamis, 26 April 2012 | 15.45

Kamis, 26 April 2012

Dengan rangka yang ramping



Ignatius Hendra  atau akrab disapa Bingky cukup dikenal di kalangan builder atau para modifikator motor besar, tak cuma di Tanah Air, tapi juga dunia internasional. Ia pemilik dari workshop motor besar bernama Bikers Station di Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan. Ia berhasil melahirkan karya fenomenal  yang membanggakan, sekaligus suatu pengakuan dari pelaku otomotif internasional.
Tampak belakang Narrow Mainded

Si merah Candy bergaya klasik beraliran “pro street”  ini, mempunyai keunikan dengan julukan “Narrow Minded” yang berarti berpikiran sempit. Memang terdengar aneh, tetapi itulah kesan yang ingin disampaikan sang pembuat. Idenya ini dia sampaikan dengan bentuk frame atau rangka motor yang ramping. Rangka tersebut dibentuk dari pipa berdiameter ¾ inci lalu spakbor dan tangki hasil buatan tangannya sendiri.

Mesin S&S Edisi 50 Anniversary
 
Untuk penggerak sang “Narrow Minded” terpasang  mesin yang spesial, yaitu S&S tipe Pan Head 1600 cc edisi 50 anniversary. Mesin ini dibuat terbatas, hanya 50 unit dan dibagikan kepada 50bulider  terpilih. S&S datang lengkap dengan karburator S&S 42, piston S&S, dan pengapian dari Magneto yang dilengkapi dengan busi Splitfire.

Pelek Tarantula, karburator S&S, dan Arlen Ness aksesoris
 
Roda dipasangi ban Avon Cobra 130/60/23 dan pelek besar berukuran 23 inci tipe Tarantula, yang membuat penampilannya gagah. Kedua ban ini dijinakkan hanya satu rem dengan dua kaliper PM dan disc kastem.  
Arlen Ness sebagai aksesoris krom yang melengkapi penampilan motor, mulai dari handgrip,handle, dan footstep.  Walau pun stang, roda, sampai semua bagian mesin juga dikrom sehingga “kuda besi” ini terlihat semakin menarik perhatian.
Read More | komentar

"Chopper" Dari Limbah Bengkel



Tampak samping Honda GL100 Chopper


Bagi sebagian pemodifikasi, mungkin Honda GL 100 bukan termasuk sepeda motor yang lazim dimodifikasi. Terutama untuk perombakan berskala ringan atau menengah lantaran tampilan standarnya tidak disukai anak muda. Bagi Aya Sofia yang kebetulan punya GL100 produksi 1980, justru ini tantangannya. 
Honda GL100 chopper dari limbah bengkel

Untuk merombak model sport Honda itu, Aya punya dua modal kuat. Pertama, ia tak perlu menunjuk rumah modifikasi karena punya sendiri dengan bendera Puspa Kediri Custom Chopper di Jati makmur, Pondok Gede, Bekasi. Kedua, dirinya cukup berpengalaman membangun roda dua. Termasuk GL100 miliknya yang telah "disulap" menjadi chopper ciamik.  “Emang suka, sih sama gaya yang santai dan untuk dipakai jalan pun masih nyaman,” ujar Aya.
Tampak depan Honda GL100 chopper

Pria tinggi besar ketika KompasOtomotif, pekan lalu menjelaskan,”Lama juga membangunnya, karena materi yang dipake kebanyakan barang-barang klien yang udah jadi limbah dibengkel. Pada dasarnya, semua bagian motor sudah berubah kecuali nomor sasis.”
Setiap detil desain merupakan hasil tangan dinginnya. Seperti lekukan-lekukan rangka yang diperhitungkan matang mengikuti ukuran tubuhnya. “Sehingga, kalau dikendarai jadi sesuai. Konsep ini pun saya terapkan untuk setaip klien saya,” tambahnya.

Tangki, spatbor dan mesin Honda GL100 chopper

Tampilan khas chopper dengan garpu depan menjorok panjang, untuk meredam guncangannya dipasangi per ulir diambil dari motor bebek. Sedangkan untuk mengurangi kekakuan di belakang, bagian bawah jok tunggal (khusus pengendara) dikasih per daun agar lentur. Di sektor kaki-kaki agar terlihat lebih klasik, Aya memakaikan tromol CB200 di depan dan belakang, sehingga khas motor chopper dengan diameter ban besar lebih kental. “Nah, kalau di tangki dan spatbor agak unik karena pakai bahan dasar alternatif pelat CPU computer,” jawab pria ramah itu.

Sumber tenaga tak luput dari perhatiannya. Untuk mendongkrak tenaga, komponen Honda Tiger 2000 dicaplok. Inovasi dilakukan Aya seperti aplikasi kopling hidrolis dari master rem Yamaha Force One yang telah diadaptasi agar kedudukannya pas. Sedangkan master bawahnya mengandalkan milik Yamaha RX King, yang telah dibubut ulang dan ditempelkan pada bak olie dengan las babet.

“Ada lagi hal unik yang saya praktikin di motor ini, soal pengecatan.  Pola bunga-bunganya dibentuk dari taplak meja ‘jadul’ yang ada dirumah,” canda Aya.

Read More | komentar

Ducati Monster Asal Jepang


Street fighter Ducati Monster
Tampang depan Ducati Monster

Ducati Monster memang masih menjadi superbike idaman parabikers, termasuk seperti Monster asal Kalimantan yang KompasOtomotif  temukan pada Jumat (10/2/2012) siang. Jika ia melesat di jalan raya, orang pasti mengira itu sepeda motor asal Italia. Sebab, lewat potongan bodi yang gemuk di depan serta ramping di buritan merupakan gaya khas street fighter.

Tapi tunggu dulu, ada yang aneh terlihat di bagian blok mesin! Wow, setelah dicermati, ini bukan Ducati, melainkan Honda Tiger.
Ducati Monster rasa Jepang

Perombakan besar-besaran yang dilakukan Ari, sang pemilik motor sekaligus juga bengkel modifikasi Baru Motor Sport, Palmerah, Jakarta Barat, ini mendekati sempurna. Dipilihnya aliran moge asal negeri piza itu tak lain untuk memenuhi angan-angannya bisa memiliki motor Eropa tersebut.
"Dominasi spare part saya ganti punya Ducati 848, seperti kopling hidrolik dan kaki-kaki. Kecualimonoshock dari Ducati 844 sama shock depan punya Yamaha R6," jelas Ari.

Tampang depan Ducati Monster

Namun, modifikasi ini tidak semuanya mengikuti gaya Ducati. Lihat model tangki bahan bakar, Ari terinspirasi Cagiva Mito. Penambahan serat karbon di tangki, bodi belakang, dan pelindung mesin dilakukan untuk menguatkan kesan sport. "Tujuan saya mengubah motor ini bukan hanya pada gaya, sekalian tenaga juga didongkrak dengan melakukan bore-up jadi 265 cc," papar Ari.

Aksesoris, spedometer & lampu belakang LED

Dinaikkannya kapasitas mesin bukan tanpa alasan. Pasalnya, kedua roda sudah tidak standar, seperti belakang menggunakan ukuran 180/55-17 dan depan 120/70-17. Melalui penambahan tenaga akselerasi akan berimbang. 
Terakhir, BMS memodifikasi rangka dan knalpot semirip mungkin dengan Ducati. Lalu, setang Renthal Twin Wall membuat penunggang diposisikan tegap, layaknya mengendarai motor besar. "Sejauh ini sih puas sama modifikasinya dan mudah-mudahan setelah ini bisa dapat Ducati beneran," canda Ari.
Read More | komentar

"Red Rose Black" Chopper Ami




 Fahmi Fazarudin (17), pelajar SMA Negeri 3 Bekasi ini memang tidak bisa menutupi kecintaannya pada sepeda motor bergaya old school. "Mulai dari sepeda, saya suka yang gaya low rider, terus pas motor juga begitu sukanya gaya chopper," ujar ABG yang akrab dipanggil Ami. Alhasil, motor Honda GL100 lansiran 1991 yang dipakai  Ayahnya jadi sasaran untuk mewujudkan impiannya. "Hehehe...awalnya sih minta Kawasaki Binter terus gak dikasih dan bapak malah kasih GL100-nya," canda Ami.
GL100 dengan ban belakang HD White wall ring 16" dan depan ring 22" dibalut ban swalow.

Lalu, tanpa berlama-lama, dalam 2 bulan motor GL100 itu pun telah berubah bentuk menjadi chopper. Perubahan ini menjadi tanggung jawab Aya dan Aris dari rumah modifikasi Puspa Kediri Custom Chopper yang berlokasi di bilangan Jati Makmur, Pondok Gede. "Ini bukan modifikasi tapi kita bangun dari awal. Secara total, semua sudah berubah," jelas Aris, sang builder
Tampak belakang Honda GL100 Ami

Faktor kesulitan pada motor chopper, lanjut Aris, adalah penempatan mesin pada rangka harus presisi karena menyangkut kenyamanan, pengendalian, keseimbangan, dan tampilan motor agar bisa lebih proporsional dengan pengendaranya. "Proses penentuan sumbu simetris ini dihasilkan dari perhitungan tinggi badan pengendara, dengan begitu kita dapat menentukan wheelbasemotor," tambahnya.
Untuk pembuatan frame yang dilas dan dibentuk sesuai dengan konsep mengandalkan pipasaimless berbeda ukuran. Untuk kerangka utama dipakai ukuran 32 mm agar kuat menopang berat mesin dan tubuh pengendara, sedang bagian swing arm ukuran 26 mm  agar terlihat sederhana.
Tutup tangki dengan berpadu dengn knuckles, jok kulit sintetis bercorak macan tutul dan aksesoris lampu dari Polaris

Ketika kerangka sudah berdiri kokoh, selanjutnya pembuatan tangki serta sepatbor berbahan plat CPU 1,2 mm. Dipilih plat CPU karena tidak gampang karat dan ketika dihaluskan (bagian sambungan) tidak jebol. Las, sambung menyambung sampai pipa dibentuk juga dilakukan pada pembuatan setang, knalpot 26 mm, dan behel sissy bar 10 mm. "Tetapi untuk setang dipakai pipa ukuran 22 mm, seperti ukuran pada umumnya," tambah pria kurus itu.
Custom Sissy bar behel belakang, tabung kecil dibawah jok sebagai tempat (CDI, kiprok, stop kontak), garpu Honda Tiger dan stang custom

Sampai akhirnya chopper dengan sentuhan hitam doff dan metalik untuk menegaskan kesanhotrod, dapat membuat Ami dan orang tuanya tersenyum senang. Bahkan menurut Ami, sang ayah yang tadinya tidak terlalu setuju dengan perombakan motor ini, juga senang memakai GL100 ini kembali untuk berkeliling komplek.
Read More | komentar

CBR1000RR Ini Seharga Jazz

Sumber : KompasOtomotif | Author : Jeremia Pattihahuan
Tampak depan Honda CBR1000RR Superbike
Up-side down depan, cover engine carbon & swing arm



Wah, ini terinspirasi superbike atau memang mau ikut ajang World Super Bike 2013? Itu pertanyaan yang muncul saat KompasOtomotifmenyambangi kediaman pengusaha muda, Roy Andreas Hanjaya (24), pekan lalu, dan melihat nongkrong Honda CBR1000RR bertampangsuperbike ini. Setelah dicermati, ternyata basis standar moge tersebut telah dinaiki derajatnya oleh pria asal Surabaya lantaran  tampil standarnya belum mumpuni.
Roda depan , tampak belakang dan aksesoris Honda CBR1000RR Superbike

Sentuhan pun dimulai dari bodi yang memakai model HRC Superbike series buatan rumah modifikasi Baru Motor Sport (BMS). Tidak puas sampai di situ, pria yang mengaku baru 5 bulan bisa kembali mengendarai motor setelah kecelakaan 8 tahun lalu, ini memasang cover karbon pada frame, arm, sprocker, sepatbor belakang sampai pada cover engine dari PUIG untuk menegaskan kesan sport. Agar lebih terlihat mewah, aksen Gold tampak melekat pada CBR1000 melalui aksesoris Rizoma pada handgrip, footstep, tabung oli rem (reservoir) depan dan belakang.
Tampak samping Honda CBR1000RR Superbike

"Karena udah naik level, tentu saya juga mau tingkatkan akselerasinya," ujar pemuda yang maniak kecepatan ini dan sebelumnya punya CBR250R. Maka itu, untuk mendongkrak kinerja dipasanglah Bazzaz fuel controller (stage 1), Boom Bazzaz injection controller (stage 2), serta knalpot MGP karbon.
Up-side down depan, cover engine carbon & swing arm

Untuk menyelaraskan performa dan penampilan, kaki-kaki pun mendapat ubahan. Pada garpu depan model up-side down dan monoshock belakang menggunakan Ohlins TTX. "Nah, bagian pelek ini, spesial selain harga yang fantastis juga cukup susah didapatnya," jelas anggota CBR Club Indonesia itu.
Roda depan menggunakan pelek full carbon BST Limited 3.5x17, lalu 6.25x17 untuk belakang, serta dibalut oleh ban Mettzeler Raceteck slick 120\70-17 depan dan 190\55-17 belakang. Untuk mengurangi kecepatan, CBR1000 mengandalkan  caliper rem Brembo cadmium nickel untuk depan dan Brembo hp billet di belakang.
Wajar jika dikatakan untuk semua perubahan pada motor ini memakan angka yang mencengangkan. "Untuk dapat penampilan kayak gini, kira-kira budget-nya Rp 200 jutaan. Pembuatannya sih hanya 1 bulan karena semua part-nya cukup mudah didapat," ulas pemilik salah satu dealer kendaraan di Sidoarjo. 
Read More | komentar

Binter Merzy Bergaya Euro Fighter

Tampak depan Binter Merzy Euro Fighter
Sekilas, siapa sangka, sepeda motor ini aslinya adalah Kawasaki KZ-200 alias Binter Merzy 1983. Karena itu, kreativitas rumah modifikasi Gladiator Custom Bike asal Kota Apel, Malang ini, tepatnya Jalan Margobasuki, Dermo Mulyoagung perlu diberi perhatian khusus. 
Sepeda motor ini dibangun berdasarkan konsep Euro Fighter, mengambil gaya naked bike namun dengan ekor buntung. Rangka utama atau main frame masih asli, hanya subframe atau bagian ekor yang dipotong. Untuk menambah kesan berotot, sisi samping ditambahkan besi pipa 1,5 inci dan dilas pada rangka utama yang berfungsi sebagai rangka samping (side frame).
Transformer
"Proses kerja yang sulit adalah menggabungkan perkawinan rangka dengan lengan ayun tunggal(single swing arm). Karena lengan tersebut lebih besar, rangka harus direnggangkan hingga 2 cm agar kaki-kaki berada tepat pada posisi simetris dengan rangka. Pembentukan rangka samping itu itu selain untuk menambah sangar penampilan, juga sebagai dudukan subrangka baru. Tujuannya agar bagian belakang yang sudah buntung tetap kokoh menopang bobot pengendara," jelas sang modifikator,Teguh Rilistianto Handoko (26) alias Choco Gladiator.

Lampu belakang LED (kiri atas), knalpot twin free flow (kiri bawah) dan modifikasi jok (kanan)

Untuk bodi, Choco memberikan sentuhan desain yang sangar dari pelat galvanis 0,8 mm. Alhasil, mulai dari sepatbor depan, tangki, side strouth, pelindung mesin bawah, sampai buritan dibuat dengan bentuk sudut-sudut tajam, kecuali pada kedok Transformer yang didapatnya dari Gixxer. 

Single swing arm Triumph Speed Triple 1050 (kiri), kedok Transformers Gixxer dengan variasi lampu mobil Fox (tengah) dan garpu up-side down Kawasaki ZX10R


Nah, sekarang yang tak kalah menarik adalah kaki-kaki. Penggunaan single swing arm dan pelek besar Triumph Speed Triple 1050, lalu garpu up-side down Kawasaki ZX10R membuat penampilan Binter menjadi tegar. 

Pelek belakang yang besar dari Triumph Speed Triple 1050 yang dibalut ban Zhinko 200/50-17

"Penggarapan sepeda motor ini butuh waktu sampai 2 bulan. Pemilihan gaya Euro Fighter  karena di Malang masih belum ada yang membuatnya. Total dana yang dihabiskan untuk mengubah ujud Binter Merzy itu menjadi seperti ini sekitar Rp 50 jutaan. Kalau bagian bodi hanya Rp 5 jutaan," tutup Choco.
Read More | komentar

Followers

Arsip Blog

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis