Popular Post

Makan Tanah Liat Baik untuk Pencernaan?

Written By Bodhonk on Jumat, 11 Oktober 2013 | 15.10

Jumat, 11 Oktober 2013


KOMPAS.com - Keinginan yang sangat besar untuk makan tanah liat atau disebut geophagy, ternyata kebiasaan yang sudah lama ada. Meski kebiasaan ini tak lazim, tetapi ternyata mempunyai efek positif bagi pencernaan. Geophagy biasanya sering dialami oleh perempuan di awal masa kehamilannya atau pada anak-anak. Setelah diteliti ternyata tanah liat atau lempung tersebut memiliki efek menyamankan perut dan membantu melindungi pelakunya dari virus dan bakteri.
"Tanah liat juga bisa mengikat hal yang berbahaya seperti mikroba, patogen dan virus. Sehingga lempung yang dimakan itu bisa menjadi semacam pelindung, semacam masker lumpur untuk usus kita," kata Sera Young dari Cornell University, New York, AS, yang meneliti mengenai geophagy ini.
Ia menjelaskan, kebiasaan makan lempung ini biasanya dimiliki oleh orang yang tinggal di area tropis dan hangat. Kebiasaan ini banyak dimiliki orang dari berbagai negara, meski sebagian besar orang yang punya kebiasaan aneh ini tidak pernah mengakuinya.
Beberapa hipotesa telah dibuat untuk memahami mengapa ada orang-orang yang hobi makan yang tidak lazim, tetapi belum ada satu kesimpulan bulat mengenai hal ini.
Salah satu teori menyebutkan, keinginan makan tanah atau hal lain yang tak lazim mungkin disebabkan karena anemia atau malnutrisi. Namun, ketika pasien tersebut diberi suplemen zat besi atau mineral, hobi makan yang tak lazim itu tetap ada.
Dalam penelitian yang dilakukan Young, diketahui primata dan mamalia lain juga memiliki kebiasaan yang sama. "Karena hewan biasanya fokus pada survival maka kebiasaan ini pasti punya alasan kuat," katanya.
Untuk menguji teori-teori yang ada, Young dan timnya menganalisa literatur antropologi dan sejarah untuk mengetahui prevalensi geophagy dari seluruh dunia.
Ternyata, keinginan yang kuat untuk makan tanah ini banyak dialami oleh ibu hamil dari berbagai belahan dunia. Misalnya saja di Tanzania dan negara Afrika lain, 30-60 persen ibu hamil pernah makan tanah atau kotoran lain.
Sementara itu di Denmark, secara nasional ditemukan 0,01 persen ibu hamil yang memiliki keinginan serupa. Sementara itu di AS, prevalensi pica (kebiasaan makan benda-benda) sekitar 20-40 persen.
Ternyata kebiasaan makan tanah liat ini memang berkaitan dengan manfaat untuk melindungi diri. "Ibu hamil dan anak-anak yang makan tanah liat mayoritas adalah mereka yang paling rentan pada penyakit infeksi. Keinginan makan tanah ini timbul ketika jumlah patogen meningkat, terutama saat iklim sedang hangat," katanya.
Dalam percobaan pada kelinci dan tikus, para peneliti menemukan tanah lempung akan bertindak seperti pelindung yang mencegah masuknya virus dan bakteri di usus. Selain itu, tanah lempung ini akan meningkatkan penyerapan nutrisi, yang sangat diperlukan di masa kehamilan dan anak-anak.
Manfaat tanah liat untuk pencernaan sebenarnya bukanlah isu baru. Sebuah perusahaan farmasi pernah memproduksi obat antidiare yang terbuat dari tanah liat. Namun perusahaan itu berhenti memproduksi obat itu karena ada isu tanah liat terkontaminasi logam berat.
Like This..?? Share This Article......

Read More | komentar

6 Makanan Ini Memicu Sembelit



KOMPAS.com - Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang mengalami pengerasan feses atau tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. 

Banyak hal yang memicu munculnya sembelit antara lain, kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi, stres atau depresi dan aktivitas yang cukup padat, pengaruh hormon dalam tubuh (misalnya karena menstruasi), kelainan anatomis pada sistem pencernaan, dan gaya hidup dan pola makan yang kurang teratur (seperti diet yang buruk).

Makanan memang menjadi salah satu aktor pencetus terbesar dari sembelit. Ada beberapa makanan populer yang harus Anda hindari jika Anda ingin jauh dari sembelit, seperti dikutip Healthmeup berikut ini:

1. Makanan olahan : Apakah itu adalah makanan beku atau burger dan pizza, makanan ini akan membuat pagi hari Anda terasa sulit terutama saat harus buang air besar. Pada beberapa makanan yang diawetkan dan siap saji, nutrisi penting yang terkandung pada makanan tersebut akan hilang. Makanan olahan memiliki sedikit serat, dan apabila makanan ini dikonsumsi terus menerus dan dalam jangka waktu lama maka akan membuat sistem pencernaan tidak nyaman.

2. Biskuit : Biskuit adalah makanan yang tinggi gula dan lemak. Makanan ini mungkin akan lebih nikmat jika disajikan bersamaan dengan teh atau kopi, tapi kandungan seratnya sangat kurang. Gula dapat memicu timbunan lemak di paha Anda, tetapi juga dapat menjadi penyebab sembelit. Untuk mengatasinya, sebaiknya imbangi dengan asupan serat, bisa dari buah atau sayuran.

3. Daging merah : Jika Anda mengkonsumsi daging kambing atau sapi secara teratur, tanpa disertai sayuran, Anda mungkin berada pada risiko mengalami sembelit. Biasakan untuk menyertakan salad atau sayuran ketika Anda berencana untuk mengonsumsi daging. Ingat, tubuh manusia membutuhkan waktu sekitar 90 jam untuk mencerna sebagian daging.

4. Kafein : Minum kopi memang dibutuhkan untuk memacu semangat dan memulai aktivitas di pagi hari. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa kandungan kafein pada kopi dapat memicu dehidrasi pada tubuh manusia, sementara dehidrasi sendiri adalah salah satu penyebab utama sembelit. Jika Anda pecandu kafein, lebih baik untuk mengurangi dan menambahnya dengan makanan kaya serat.

5. Makanan berminyak : Keripik dan makanan cepat saji memang sangat menggoda bahkan untuk mereka yang bertekad mengadopsi pola makan sehat. Tetapi makanan tinggi akan minyak dan asin dapat membawa Anda pada risiko lebih tinggi terkena beberapa masalah kesehatan pencernaan, terutama bila Anda memasuki peralihan dari usia 20-an ke 30-an. Makanan yang digoreng dan direndam dalam minyak seperti kentang goreng dapat memperlambat proses pencernaan. Namun tidak perlu khawatir, Anda dapat memerangi kecanduan anda dengan memastikan cukup minum air dan makan sayuran sebelum atau sesudahnya.

6. Produk susu : Kandungan lemak jenuh dan komponen serat yang hampir tidak ada menjadi alasan kenapa produk susu masuk ke dalam makanan yang patut Anda waspadai. Jika Anda mengalami sembelit, sebaiknya hindari untuk mengonsumsi keju dan susu dari sarapan Anda dan menggantinya dengan oatmeal atau yogurt.


Like This..?? Share This Article......
Read More | komentar

Menunda BAB Menyebabkan Sembelit



KOMPAS.com - Perempuan muda usia 20 - 30 tahun lebih banyak menderita sembelit daripada kaum lelaki. Perempuan terkena konstipasi lebih sering karena ususnya tidak terlatih, salah satu penyebabnya (yang membedakan dengan lelaki), karena terbiasa menunda BAB.

Dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB, memaparkan, konstipasi disebabkan sejumlah faktor. Mulai genetik, masalah psikis, konsumsi serat seperti sayur dan buah-buahan yang kurang, minum air putih kurang dari delapan gelas sehari, kurang olahraga, hingga kebiasaan menunda BAB.

Kebiasaan menunda BAB cenderung terjadi pada perempuan, karena umumnya memilih toilet yang nyaman. Selain itu, faktor stres juga mempengaruhi masalah konstipasi pada perempuan. Pekerjaan multitasking yang identik dengan kehidupan perempuan menjadi penyebab stres yang mendorong sembelit. 

Persoalan lainnya, menurut dr Ari, konsumsi serat di Indonesia juga masih rendah, yakni sekitar 12,5 gram per hari. Padahal kebutuhan serat yang harus dipenuhi setiap harinya sejumlah 25 gram. 

Sembelit jangan dianggap masalah remeh, karena akan menimbulkan berbagai komplikasi. Mulai maag, kembung, wasir, kanker usus besar. Namun masalah sembelit bisa diatasi dengan mengonsumsi probiotik dan bisa didapatkan dari yogurt yang mengandung bifidobacterium animalis lactis DN-173 010. Jadi pilihlah makanan yogurt dengan kandungan bifidobacterium agar lebih optimal mengatasi sembelit.

Kebiasaan makan yogurt memang belum memasyarakat di Indonesia, karena dianggap makanan luar. Padahal, kata dr Ari, yogurt adalah makanan yang juga ditemukan di Indonesia sejak lama. Di Sumatera Barat dikenal sebagai dadih, susu yang diasamkan. Yogurt sendiri adalah makanan olahan dari susu segar melalui proses fermentasi.

"Konsumsi serat dan probiotik (yogurt) bisa mengatasi sembelit, namun harus juga dibarengi olahraga teratur. Lakukan olahraga yang simpel seperti berjalan kaki 30 menit setiap harinya, atau pilih naik tangga daripada eskalator atau lift di kantor misalnya," tegasnya.
Read More | komentar

Jangan Sembarangan Minum Obat Pencahar


KOMPAS.com - Tanpa penanganan yang serius, konstipasi atau sembelit bisa menjadi masalah kronis. Namun, bukan berarti masalah ini bisa terselesaikan hanya dengan meminum obat pencahar. 

"Obat pencahar hanya pertolongan pertama," kata Astrid Karina D., dokter umum dari Klinik Nirmala, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Ahli medis pun tidak merekomendasikan penggunaan obat pencahar yang terus-menerus dan dalam jangka waktu lama. Makanya, dr. Suria Nataatmadja, Group Medical Affairs Manager PT Boehringer Ingelheim Indonesia menegaskan, obat pencahar keluaran perusahaannya, Dulcolax, hanya boleh diminum paling lama dalam empat pekan. 

"Kalau pola konstipasi tidak berubah atau memburuk, harus ke dokter," imbuhnya.

Toh, Chudahman Manan, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), menyarankan, penderita sebaiknya tidak langsung mengonsumsi obat-obatan pencahar saat terjadi masalah pembuangan ini. "Harus dilihat dulu akar masalahnya," jelas Chudahman.
Apalagi, konstipasi bisa terjadi karena banyak hal. Misalnya, kurangnya tubuh kurang bergerak. Ini biasanya terjadi pada orang sakit yang terlalu lama berbaring. Kurangnya aktivitas gerak tubuh membuat otot usus menjadi  lemah sehingga tidak bisa mendorong pembuangan.
Konstipasi juga bisa terjadi karena kekurangan asupan makanan atau cairan. Kekurangan asupan makanan kerap terjadi pada orang yang sedang menjalankan diet. Soalnya, pelaku diet kerap tidak bisa menjaga asupan serat saat mereka mengurangi porsi makan.
Kekurangan cairan pun mengundang konstipasi. Sebab, jika cairan kurang, bahan makanan yang masuk ke usus merljadi terlalu padat dan sukar dikeluarkan.
Penyebab konstipasi lainnya adalah efek asupan obat. Misal, ungkap Chudahman, penderita jantung biasanya mengonsumsi obat yang menenangkan saraf. Alhasil, semua otot tubuh jadi lebih rileks, termasuk otot usus, dan ini berujung pada konstipasi.
Yang paling ironis, ternyata obat pencahar juga bisa menjadi bumerang bagi penderita konstipasi. Obat pencahar bisa membuat penderita ketergantungan. Obat pencahar juga mengacaukan ritme tubuh dan mendorong terjadi konstipasi lanjutan.
Makanya, untuk mengatasi konstipasi, para pakar medis menganjurkan pertama kali, penderita memperbaiki pola hidup. Misalnya, meningkatkan konsumsi makanan berserat, meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh, memperbanyak aktivitas gerak, mengurangi makanan berminyak dan sukar dicerna, serta memperbaiki pola diet. Chudahman juga menganjurkan penderita konstipasi mengatur kebiasaan BAB.
Untuk mengeluarkan feses yang keras, dokter akan memberikan cairan bernama enema. Cairan licin ini akan dimasukkan lewat anus sehingga memudahkan pembuangan.
Jika harus mengonsumsi obat pencahar, Chudahman meminta pasien tidak sembarangan memilih, meski saat ini banyak obat pencahar yang dijual bebas.
Obat pencahar yang berbahaya biasanya memaksa defekasi dengan memperbanyak volume cairan dalam usus sehingga menimbulkan efek ingin buang air besar. Padahal, volume cairan itu diambil dari organ tubuh. Ini menyebabkan kekeringan dan kerusakan dinding usus.
Obat pencahar juga bisa menimbulkan efek diare alias BAB sampai lebih dari lima kali sehari. Pada saat diare, air dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh dipaksa keluar. Padahal, organ tubuh seperti jantung membutuhkan elektrolit untuk memompa darah. Nah, diare berkepanjangan bisa menyebabkan denyut jantung ikut melemah.
Karena itu, Anda harus memilih obat pencahar yang lolos uji klinis. Obat pencahar yang merangsang pergerakan otot peristaltik usus lebih baik. Obat semacam ini akan menimbulkan keinginan buang air besar hanya ketika volume sisa makanan sudah cukup untuk dikeluarkan.

Pilih yang sudah teruji klinis
Untuk mengurangi risiko mengonsumsi obat, ada baiknya, Anda mengonsumsi obat yang telah teruji klinis alias sudah ada bukti batas aman penggunaan obat. 

Suria bilang, obat pencahar yang baik bukan sekadar merangsang terjadinya proses defekasi atau buang air besar (BAB). Obat itu juga bisa memperbaiki frekuensi konstipasi tanpa menyebabkan ketergantungan serta sekaligus mengurangi rasa kembung dan rasa tidak nyaman dalam perut.

Chudahman menyarankan agar penderita konstipasi mengonsumsi obat pencahar yang merangsang gerak peristaltik usus. Obat pencahar jenis ini biasanya memilild kandungan bisacodyl.
Suria menambahkan, obat pencahar yang baik juga memiliki lapisan bernama salur enterik. Lapisan ini membawa obat langsung ke usus besar, tanpa diserap tubuh. Jadi, obat ini tidak mengganggu organ tubuh lainnya.(Sanny Cicilia Simbolon)
Like This..?? Share This Article......

Read More | komentar

Atasi Sembelit dengan 6 Resep Alami Ini


KOMPAS.com - Konstipasi atau sembelit hampir pernah dialami oleh setiap orang. Banyak yang menyangka kalau sembelit hanya terjadi pada orang yang buang air besar (BAB) tidak teratur alias tidak setiap hari. Padahal, sebenarnya tidak ada aturan pasti berapa kali orang harus BAB dalam setiap minggu atau setiap hari.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan sembelit. Diet makanan yang kurang serat, minum, olahraga, serta ketergantungan pada obat pencahar, stroke, dan masalah pada usus besar, semua bisa jadi sebab.

Beberapa jenis obat-obatan juga bisa menjadi faktor penyebab terjadinya sembelit. Termasuk obat golongan narkotika, antasid yang mengandung aluminium dan kalsium, obat hipertensi, antidepresan, suplemen zat besi, antiparkinson, dan antisesak.

Penggunaan obat pencahar secara terus menerus untuk mengatasi sembelit sangat tidak dianjurkan. Selain membuat Anda menjadi tergantung dengan obat tersebut, efek yang terjadi dalam tubuh juga tidak baik. Sebab, usus tidak dirangsang untuk bekerja sendiri.

Nah, bila Anda mengalami sembelit, cobalah untuk minum air putih dalam jumlah banyak, 2-4 gelas. Anda juga bisa mengonsumsi pepaya. Sebab, pepaya mengandung papain yang dapat melunakkan feses. Kalau cara tersebut tidak berhasil, Anda juga masih bisa mencoba beberapa ramuan yang ditemukan ahli tanaman obat di bawah ini : 

1. Daun wungu (Graptophyllum pictum (L). Griff) 
Daun wungu (atau pada beberapa literatur disebut dengan daun ungu) mengandung alkaloid non toksik, glikosod, steroid, saponin, tanin dan lendir. Saponin inilah yang mempunyai efek sebagai pencahar ringan (mild laxative).

Cara memanfaatkannya : Daun wungu segar tujuh lembar, rebus dengan dua gelas air hingga jadi satu gelas. Saring kemudian minum.

2. Kejibeling (Strobilanthes crispus Bl) 
Kejibeling mengandung berbagai bahan kimia seperti kalium, asam silikat, natrium, kalsium, serta beberapa senyawa lain. Di samping itu, kejibeling mempunyai efek pencahar dan diuretik, sehingga baik untuk penderita sembelit.

Cara memanfaatkannya : Setengah genggam daun keji beling segar dicuci hingga bersih. Kemudian rebus dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Saring dan minum.

3. Ketepeng Cina (Cassia alata L.) 
Daun ketepeng cina mengandung zat samak serta bersifat sebagai laksatif. Selain itu, tanaman ini juga memiliki rasa pedas, hangat, insektisidal, obat cacing, obat kelainan kulit yang disebabkan oleh parasit kulit. Efek farmakologi terutama didapat dari daunnya. 

Cara memanfaatkannya : Daun ketepeng cina muda dan segar sebanyak tujuh lembar dididihkan dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Angkat, saring, dan minum.

4. Lidah buaya (Aloe vera) 
Selain bermanfaat untuk rambut dan mengobati luka, lidah buaya juga berfungsi sebagai pencahar. Getah daun lidah buaya merupakan perantara pembersih yang cukup kuat. Namun, kandungan pencahar yang cukup kuat pada lidah buaya, anthraquinone, terkadang dapat menimbulkan diare dan kram usus. Itu sebabnya, harus digunakan dengan hati-hati. Ada baiknya melakukan konsultasi dengan ahli herbal atau naturopati.

Selain itu, lidah buaya kaya dengan kandungan kimia seperti aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, dan aloesin.

Cara memanfaatkannya : Separuh batang lidah buaya dicuci hingga bersih. Kemudian buang kulitnya. Isinya lantas dicincang, seduh dengan setengah cangkir air panas. Tambahkan satu sendok makan madu. Selagi hangat dimakan dua kali sehari. Catatan: Ramuan tersebut tidak diperuntukkan bagi wanita hamil, haid, dan penderita diare.

5. Mengkudu (Morinda citrifolia L.) 
Buah mengkudu disebut sebagai buah ajaib. Sebab, banyak khasiat yang bisa didapat dari mengkudu atau buah pace ini. Buah mengkudu mengandung alkaloid triterpenoid. Selain itu. mengkudu juga mengandung morindon yang merupakan zat warna merah dan berkhasiat sebagai pencahar.

Cara memanfaatkannya : Dua buah mengkudu masak dicuci dan parut. Tambahkan sedikit garam. Aduk hingga rata. Lalu peras dengan kain. Minum dua kali sehari.

6. Temulawak (Curcuma xanthorriza) 
Tanaman yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae ini mempunyai sifat agak pahit, antisembelit, antiradang, tonikum, diuretik, dan bakteriostatik. Efek tersebut didapat dari penggunaan rimpang, baik segar maupun dikeringkan.

Cara memanfaatkannya : Rimpang temulawak digiling halus bersama biji sesawi. Beri sedikit air. Peras, kemudian airnya diminum.

Atau, rimpang temulawak diiris ditambah dengan asam jawa dan gula jawa. Setelah itu tuangkan air mendidih, saring. Airnya kemudian diminum.

Catatan: Jika Anda mengalami sembelit secara terus menerus, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. @

Like This..?? Share This Article......
Read More | komentar

Susah BAB Jangan Dianggap Enteng



KOMPAS.com- Perbedaan antara pria dan wanita dalam hal kesehatan meliputi banyak hal, salah satunya adalah saluran pencernaan. Perbedaan ini menyebabkan para wanita punya kecenderungan mudah mengalami keluhan perut kembung dan sembelit dibanding kaum pria.


Pakar gastroenterologi dan pendiri Digestive Centre for Women di Washington D.C, Dr. Robynne Chutkan menjelaskan, penyebab utama dari keluhan ini adalah usus wanita yang lebih panjang ketimbang pria.



Usus besar (colon) wanita memiliki ukuran lebih panjang 10 sentimeter. Chutkan mengibaratkan saluran pencernaan ini sebagai tali temali yang rumit bagi  wanita dan sepatu kuda yang simple bagi kaum pria.



Usus dengan ukuran lebih panjang memang bertujuan agar wanita dapat menyerap lebih banyak cairan saat melahirkan. "Wanita harus memastikan cairan amniotik (plasenta) selalu dalam keadaan penuh. Kondisi ini didukung sirkulasi dan volume darah yang meningkat selama kehamilan," kata Chutkan.



Selain panjang usus, mudahnya wanita kembung juga karena bentuk panggul yang berbeda. Chutkan menjelaskan, bentuk panggul wanita lebih bulat dibanding pria. Akibatnya, usus besar wanita lebih banyak mengisi panggul dibanding pria. Sementara rahim, tuba falopi, dan indung telur berada di atasnya. Sedangkan pada pria, posisi ini hanya ditempati prostat.



Selain dari sisi fisik, Chutkan juga menyebutkan hormon sebagai faktor penting penyebab kembung. Kadar testosteron yang lebih tinggi pada pria menyebabkan dinding perut mereka lebih kuat. Sehingga usus yang ada lebih kokoh berada di posisinya.



Sedangkan wanita memiliki dinding perut yang lebih lemah, akibat komposisi hormon yang dihasilkan. Hal ini mempengaruhi posisi usus, sehingga menyebabkan wanita lebih sering kembung. Kehamilan yang terjadi, membuat kondisi ini makin parah.



Dengan kondisi ini, menurut Chutkan, masalah kembung bukanlah isu remeh bagi wanita. Fluktuasi hormon esterogen dan progesteron pada wanita mempengaruhi saluran pencernaan, yang kemudian menyebabkan kembung.



"Pemberian suplemen serat tidak menyelesaikan masalah kembung yang diderita wanita. Hal ini dikarenakan masalahnya ada pada dasar panggul. Pemberian suplemen akan membuat masalah semakin parah," kata Chutkan.



Sedangkan terkait sembelit, Chutkan menjelaskan, hal ini bisa dikarenakan lemahnya dasar panggul. Keadaan ini disebabkan kelahiran anak dan proses penuaan yang terjadi pada wanita.



Kembung sebetulnya merupakan sindrom masalah pada usus. Kembung dapat dipicu oleh stres, antibiotik, atau kebiasaan mengunyah permen karet 



Saat kembung biasanya perut hanya akan membengkak beberapa inchi. Namun pada beberapa orang pembengkakan bisa beberapa kali lipat. Kondisi mereda setelah semalam sebelum tiba serangan berikutnya.



Bagaimana hormon mempengaruhi kembung ?



Fluktuasi hormon dalam siklus bulanan menjadi pemicu utama kembung. Menurut konsultan konsultan kebidanan dan kandungan di BMI The Sloane Hospital, London, Leila Hanna, fluktuasi hormon menyebabkan otot perut menjadi rileks dan mengakibatkan kembung.



"Beberapa wanita mengalami perut kembung sebelum periode bulanan. Hal ini dikarenakan meningkatnya level progesteron," kata Leila.



Selama ovulasi, jelas Leila, indung telur memproduksi lebih banyak progesteron yang menyebabkan otot perut rileks. Kondisi otot yang tak sekencang biasanya inilah yang menyebabkan perut kembung. Kondisi makin parah saat menjelang menopause.



Fluktuasi hormon juga menyebabkan otot usus menjadi rileks. Akibatnya usus menyalurkan lebih sedikit makanan dibanding biasanya ke dalam saluran pencernaan. Hal ini bisa menyebabkan konstipasi yang memicu kembung.



Walaupun terdengar menyebalkan, kembung ini bisa diatasi. Hanna menyerankan wanita rutin mengkonsumsi serat untuk mengatasi kembung akibat efek fluktuasi hormon.


Like This..?? Share This Article......
Read More | komentar

Followers

Arsip Blog

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis