Popular Post

Berbahaya Sering Minum Pakai Sedotan !!!

Written By Bodhonk on Kamis, 03 Mei 2012 | 00.34

Kamis, 03 Mei 2012



Tanpa kita sadari ternyata ada beberapa efek berhaya jika minum pakai sedotan. Misalnya, minuman yang mengandung gula. Menggunakan sedotan bisa mencegah gigi berlubang dan pembusukan gigi, karena sedotan memungkinkan minuman yang mengandung gula digelontor langsung ke dalam kerongkongan.

Namun di sisi lain, selalu menggunakan sedotan untuk minum juga memberikan pengaruh kurang baik. Ingin tahu alasannya?
Gigi tetap rusak karena salah cara memakainya. Memang, sedotan bisa mengantar minuman langsung masuk ke dalam kerongkongan, tetapi itu bila Anda memasukkan sedotan ke bagian belakang mulut Anda.

Menurut Mark Burhenne, DDS, cosmetic dentist yang juga pendiri AsktheDentist.com, meskipun minum lewat sedotan, kita tetap bisa merasakan minuman itu menyentuh gigi. Hal ini disebabkan kebanyakan orang menyelipkan ujung sedotan di antara bibir dan di depan gigi, sehingga efek minuman manis yang merusak gigi masih bisa terasa.

“Orang yang menahan sedotan di antara gigi, bagian belakang giginya masih terpapar. Ingat, lidah itu terus bersentuhan dengan gigi, jadi jika ada soda atau kopi menyentuh lidah, artinya juga mengenai gigi. Ketika Anda mencicipi minuman, gigi pasti sudah terpapar,” katanya.
Satu-satunya cara untuk melindungi gigi adalah dengan menaruh ujung sedotan di bagian belakang mulut, di balik gigi dan lidah, sehingga cairan akan berpindah dari gelas langsung ke belakang kerongkongan tanpa menyentuh gigi. Kira-kira, sama lah dengan menenggak minuman, dan bukan menyedot-nyedot jus atau kopi untuk menikmatinya perlahan-lahan.
Usai minum jus, teh, kopi, atau soda, Dr Burhenne menyarankan untuk berkumur dengan air putih dan menggosok gigi. Selain menetralisasi kandungan asam, cara ini juga akan meminimalkan noda minuman tertinggal pada gigi.

Sudut mulut jadi keriput. Lesley M. M. Blume, penulis buku Let’s Bring Back: An Encyclopedia of Forgotten-Yet-Delightful, Chic, Useful, Curious, and Otherwise Commendable Things from Times Gone By, mengatakan bahwa mulut kita akan mengerucut ketika minum menggunakan sedotan. Bayangkan bila Anda selama bertahun-tahun menggunakan sedotan untuk minum, sudut mulut akan lebih cepat keriput. Wajah juga akan terlihat lebih tirus, namun tidak sedap dipandang. Kondisi yang sama juga akan dialami perempuan yang punya kebiasaan merokok.

“Kerutan yang Anda lakukan untuk menyedot minuman dengan sedotan menyamai apa yang dilakukan perokok ketika mereka menghisap rokoknya, yang akan menimbulkan kerutan-kerutan yang tak enak dilihat di sekitar bibir atas,” ujar Dr Burhenne, mengiyakan pendapat Blume.

Bikin kembung. Siapa yang menyangka, minum pakai sedotan ternyata bisa menimbulkan masalah pencernaan karena perut Anda menyimpan terlalu banyak udara. Tak perlu membayangkan bahwa Anda baru saja membuka mulut lebar-lebar sehingga begitu banyak udara yang terhirup ke dalam tubuh. Sadar atau tidak, Anda sebenarnya menelan banyak udara ketika Anda makan atau minum. Menurut Diana Rodriquez, penulis artikel-artikel kesehatan di situs Health Day, 50 persen dari gas yang ada di dalam tubuh disebabkan karena Anda menelan terlalu banyak udara melalui makanan. Ketika Anda menyeruput cairan melalui sedotan, Anda juga menghirup udara. Inilah yang menyebabkan lama-kelamaan Anda akan mengalami kembung.

Nah, tentu saja, tidak berarti Anda sekarang tak boleh memakai sedotan sama sekali. Jadikan informasi ini sebagai sesuatu untuk dipikirkan. Selama Anda tidak secara rutin menggunakan sedotan, tentu tak jadi masalah.



Read More | komentar

Warning!!! Jangan Belah Obat Tablet "Berbahaya"


Ini warning bagi semua yang sering meminum obat tablet dengan cara di belah menjadi dua atau lebih. Betapa tidak, ternyata, kebiasan yang dianggap lumrah ini sangat berbahaya dikarenakan tablet yang telah terpotong bisa membuat dosis obat menjadi salah.

Dilansir Journal of Advanced Nursing, Dosis beracun dan terapeutik merupakan konsekuensi bagi orang yang sering meminum tablet dengan cara ini khususnya untuk tablet ukuran kecil.


Disebutkan juga, Peneliti berhasil memastikan tablet yang dipotong kemanjurannya berkurang 15-25 persen. “Tablet terpotong dan tidak terbagi dalam ukuran sama bisa juga menyebabkan bahan pokok di dalam obat tersebut hilang”.

Read More | komentar

Kemegahan Sungai Di Atas Sungai


Jembatan air Magdeburg adalah saluran air navigasi di Jerman yang menghubungkan Kanal Elbe-Havel ke kanal Mittelland dan memungkinkan kapal untuk menyeberang di atas Sungai Elbe setinggi 918 meter. Jembatan air Magdeburg adalah saluran air navigasi terpanjang di dunia.


Kanal Elbe-Havel dan kanal Mittelland sebelumnya bertemu di dekat Magdeburg tetapi di sisi berlawanan dari Elbe. Kapal dari Kanal Elbe-Havel menuju kanal Mittelland sebelumnya harus menempuh jalan memutar sepanjang 12 kilometer, turun dari Terusan Mittelland melalui lift air raksasa Rothensee untuk mengangkat perahu menuju Elbe, kemudian berlayar melawan arus.


Sebelum memasuki Kanal Elbe-Havel harus melalui Niegripp Lock. Kadar air surut di Elbe sering membuat kapal yang sarat muatan kargo tidak dapat melakukan penyeberangan ini, dan hal ini memakan waktu lebih lama untuk bongkar muat kapal.






Pembangunan saluran air ini dimulai sejak tahun 1930 namun karena adanya Perang Dunia 2 dan pembagian berikutnya dari Jerman, pekerjaan ditunda sampai 1997. Saluran air itu akhirnya selesai dan dibuka untuk umum pada tahun 2003.


Read More | komentar

Makhluk Kecil Yang Sering Termakan Tanpa Sengaja


Memang seringkali agan tidak menyadari apa saja yang ada di sekitar kita begitupun dengan apa yang agan makan,khususnya dengan makhluk yang berukuran sangat kecil gan,yang ga bisa nampak ma mata agan,
langsng cekidot aja ya gan apa yang sering termakan oleh kita tanpa sengaja,makhluk hidup tersebut telah diperbesar ratusan kali dulu gan biar bisa diliat.


1. Ini merupakan foto gambar kutu yang biasa hidup di bulu kucing dan anjing piaraan.

Inilah hasil karya pemenang lomba fotografi sains Steve Gschmeissner yang berusia 61 tahun yang sudah berhasil mengabadikan beberapa kutu debu dan kutu makanan yang sangat kecil ukurannya, dan sangat susah terdeteksi juga terlihat oleh mata telanjang. Dikutip oleh ruanghati.com dari Daily Mail menyebutkan Steve Gschmeissner mengabadikan mahluk-mahluk mengerikan tersebut dengan kamera yang dilengkapi dengan Microscope zoom yang mampu memperbesar ukuran hingga beratus ratus kali.gile gan,kamera khusus buat foto kuman2 tuh

2. Ini merupakan gambar dari kutu debu yang biasa hidup di sofa dan sprei tidur. 


Masih menurut Steve Gschmeissner, kutu debu ini biasa tinggal di sofa kursi , gorden kita, sprei dan pakaian serta jaket yang digantung juga boneka boneka anak kita, mengerikan sekali bukan. Ternyata sehari hari kita ditemani oleh mahluk-mahluk horor bak monster ini.

3. Ini merupakan foto larva lalat hijau (belatung) yang diperbesar hingga 100 x zoom. 


Steve Gschmeissner juga berhasil memotret larva lalat hijau alias belatung nampak dari kedekatan dan sangat jelas, wah sungguh mengerikan gan, persis seperti mahluk alien yang seram dan menakutkan. Pesan ruanghati.com,mari gan kita jaga kebersihan baik diri dan lingkungan kita agar senantiasa kita jauh dari mahluk mengerikan yang rentan membawa penyakit ini.

4. Kutu yang biasa hidup di roti, kue yang tidak dibungkus dengan kemasan yang higenis.


Beberapa kutu yang berhasil diabadikan Steve Gschmeissner yaitu kutu makanan, yang biasa tinggal di sereal atau makanan yang tidak dikemas dengan baik.makanya gan gan jangan jajan sembarangan di pinggir jalan,pasti tu makanan kena debu,dan kita ga tau apa aja yg ada dalam debu itu kan.


Read More | komentar

Cara Membuat Mouse (Komputer) Unik Dengan Mouse (Tikus)


1. Pertama-tama siapkan tikus dan mouse untuk komputer Anda.



2. Keluarkan isi perut tikus dan yang lainnya, lalu beri pelindung mouse agar tidak terkena darah tikus. 



3. Masukan mouse ke dalam tubuh tikus yang sudah dikeluarkan isinya. 



4. Lalu jahit tubuh tikus serapi mungkin, boleh juga dibawa ke tukang vermak levis, agar lebih rapi bisa juga diobras luar dalam. 



5. Mouse baru yang futuristik siap digunakan. 



6. Laptop Anda akan semakin cantik dengan mouse baru ini. 



Read More | komentar

Serpihan Bangkai Kecoa Ada di Hampir Setiap Potongan Cokelat yang Kamu Makan


Beberapa orang mengalami alergi saat makan cokelat, namun tidak semua benar-benar dipicu oleh kandungan asli biji cokelat. Tidak sedikit yang dipicu serpihan bangkai kecoa, yang mencemari hampir setiap batang cokelat yang dipasarkan.



Seorang ahli alergi dari New York City, Dr Morton M Teich mengatakan di setiap potongan (1 bar) cokelat ditemukan rata-rata 8 serpihan tubuh serangga. Sebenarnya tidak selalu kecoa, tetapi salah satu yang paling sering ditemukan adalah bangkai kecoa.

"Hampir semua makanan mengalami kontaminasi secara alamiah, tapi ada level aman yang masih bisa ditoleransi," kata Dr Teich seperti dikutip dari ABC News, Senin (2/4/2012).

Menurut Dr Teich, Food and Drug Administration (FDA) atau badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat juga memiliki batas aman untuk kontaminasi bangkai serangga. Asal tidak lebih dari 60 serpihan di setiap 100 gram cokelat, maka suatu produk masih dikategorikan aman.
Meski bagi kebanyakan orang tidak berbahaya, namun cemaran itu bisa memicu reaksi alergi bagi yang memiliki sensitivitas tinggi terhadapnya. Reaksi alergi yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, mulai dari gatal-gatal, kram, migrain hingga serangan asma.

Cokelat juga bukan satu-satunya produk makanan yang secara alami bisa tercemar oleh bangkai kecoa dan serangga lainnya. Dr Teich menyebutkan, mentega kacang, makaroni, keju dan bahkan popcorn atau berondong jagung juga banyak yang tercemar serpihan serangga.

Alergi ini sering tidak terdeteksi, sebab reaksinya tidak muncul ketika dokter melakukan tes alergi dengan kandungan asli cokelat. Namun bagi yang memiliki alergi kecoa dan serangga lain tetapi masih ingin mengonsumsi cokelat, biasanya dokter bisa mengatasinya dengan antialergi.

Menghindari kontaminasi bangkai serangga dalam makanan seperti cokelat menurut Dr Teich hampir tidak mungkin dilakukan kecuali petani menggunakan lebih banyak pestisida. Namun penggunaan pestisida diyakini memberi dampak jauh lebih buruk daripada alergi serangga.


Read More | komentar

Followers

Arsip Blog

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis