Popular Post

Cegah Uban dengan Pepaya

Written By Bodhonk on Sabtu, 30 April 2011 | 11.33

Sabtu, 30 April 2011


Siapa tak kenal dengan pepaya (Carica papaya L)? Tanaman ini tumbuh di dataran rendah sampai dataran ketinggian 1.000 mdpl. Tanaman pepaya menyukai tanah yang kaya bahan organik dan tidak menyukai tempat tergenang. Ciri pohon ini adalah batangnya tidak bercabang pada umumnya.

Daunnya terkumpul di ujung batang dan menjari. Buahnya yang sering dikonsumsi sebagai pencuci mulut berbentuk bulat hingga memanjang tergantung jenisnya. Umumnya berwarna hijau saat muda dan kekuningan hingga jingga saat sudah matang.

Selain buah, daun pepaya juga dimanfaatkan untuk disayur atau sebagai pelunak daging karena kandungan enzim papainnya. Sedangkan sebagai tanaman obat, seperti yang ditulis di buku Taman Obat Keluarga pepaya bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit atau kelainan.
  • Kulit melepuh karena panas
    Toreh atau potong-potonglah kulit buah pepaya. Tampung getahnya dan oleskan ke kulit yang melepuh. Diamkan selama sehari semalam. Bila bagian yang melepuh cukup luas, buah pepaya dapat diparut dan daging buahnya ditempelkan.
  • Malaria dan demam
    Petiklah daun pepaya muda dan tumbuklah hingga menjadi setengah gelas. Tambahkan air ¾ gelas dan sedikit garam. Peras campuran itu dan saring. Cairan ini diminum 3 kali sehari dengan dosis yang sama. Lakukanlah 5 hari berturut-turut.
  • Digigit ular berbisa
    Ambillah 5 jari akar pepaya. Bersihkan dan tumbuk hingga halus. Tempelkan pada bagian yang terkena gigitan dan balutlah. Gantilah 2 kali sehari.
  • Beruban sebelum waktunya
    Ambil 30 biji pepaya dan digongseng, lalu tumbuk hingga halus. Campurkan dengan 1 sendok minyak kelapa. Gosokkan pada kulit kepala yang beruban.
  • Cacing gelang
    Sediakan 2 sendok makan biji pepaya. Giling halus-halus dan seduh dengan ½ cangkir air panas, lalu tambahkan 1 sendok makan madu dan diminum pelan-pelan.
  • Jengkolan (susah kencing karena terlalu banyak makan jengkol)
    Setengah tangkai daun pepaya ditambah 10 lembar daun kacang panjang dan 6 tangkai daun singkong dicuci bersih. Tumbuk bahan tersebut hingga halus. Kemudian ditambah ½ cangkir air masak dan diremas. Tambahkan 1 sendok madu, peras, dan saringlah. Larutan ini diminum 1 - 2 kali sehari.
Sebagai buah konsumsi sendiri pepaya dipercaya bisa mengatasi masalah pencernaan (buang air besar tidak teratur), sakit maag, seriawan, dan merangsang nafsu makan. Cukup dengan mengonsumsi buah segar secara rutin.
Read More | komentar

Tomat


Buah tomat (Solanum lycopersicum) gampang ditemui di keseharian. Biasa dikonsumsi langsung saat masih segar tanpa dimasak terlebih dahulu. Meski sedikit asam tapi rasanya enak dan segar. Tanaman tomat termasuk yang toleran terhadap ketinggian. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang gembur dan kaya unsur hara agar pertumbuhannya optimal.

Tanaman ini memiliki bentuk daun yang bercangap menyirip. Bunganya berbentuk bintang dan berwarna kuning, sedangkan buahnya berbentuk bulat atau agak pipih tergantung jenisnya. Secara umum tomat sudah bisa dipanen saat tanaman berumur 2 - 3 bulan. Buah tomat mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, belerang, dan vitamin (A1, B1, dan C). Kandungan tersebut menyebabkan buahnya berkhasiat untuk pengobatan.
  • Diabetes
    Tomat dan semangka secukupnya dipotong-potong, lalu dibuah jus. Jus ini diminum beberapa kali sehari.
  • Gusi berdarah (gingivitis)
    Buah tomat dicuci bersih, lalu dimakan segar. Untuk pengobatan gusi berdarah ini setidaknya jumlah yang dikonsumsi sebanyak satu buah per hari selama satu bulan.
  • Bisul di mulut
    Buah tomat secukupnya dimasak bersama ikan segar, lalu dimakan sebagai lauk. Cara pengobatan ini dilakukan setiap hari selama 1-2 minggu hingga ada perubahan.
  • Bisul di perut
    Sebanyak satu buah tomat dipotong-potong kecil. Ke dalam potongan tomat tersebut ditambahkan sari buah dari satu buah jeruk asam dan madu secukupnya, lalu diaduk merata. Setelah itu ramuan dapat diberikan kepada penderita beberapa kali sehari dalam jumlah sedikit. Lakukan selama 3 minggu.
  • Kulit bengkak akibat keracunan
    Batang dan tomat direbus dalam air hingga mendidih, lalu didinginkan. Air rebusan tersebut dibalurkan ke bagian yang sakit. Untuk penderita panas dalam di perut dan usus sebaiknya hanya mengonsumsi buah tomat dalam jumlah yang sangat sedikit.
Read More | komentar

Seks, Yang Penting Rasanya, Bukan Gayanya


"Orang yang berbudaya tidak bisa memenuhi insting seks tanpa cinta." Bertrand Russell, filsuf Inggris.

Aktivitas seks punya banyak sisi. Ada sisi prokreasi, rekreasi, relasi, bahkan religi. Karena punya banyak dimensi, kegiatan seks juga bisa dinikmati dengan berbagai cara, tergantung dari sisi mana seks itu dipandang. Jika dipandang dari dua sisi sekaligus, rekreasi dan relasi, kegiatan seks tidak hanya bisa memberikan kenikmatan biologis, tapi juga kenikmatan psikis, bahkan spiritual.
---
Dalam sebuah guyonan, seks seperti slogan iklan sebuah merek sepatu olahraga, "Just do it!" Lakukan saja, tak usah banyak berteori. Tentang cara dan gayanya, ikuti saja slogan iklan sebuah produk deodoran, "Sentuhan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda." Urusan tentang kapan dan di mana dilakukan, seks juga bisa disamakan dengan slogan iklan sebuah produk minuman bersoda, "Kapan saja, di mana saja."

Menurut guyonan-guyonan di atas, seks akan membimbing pelakunya menjadi lebih kreatif dalam semua hal, termasuk dalam gaya bercinta. Sekalipun urusan seks hanya berkisar pada alat kelamin, kita mengenal aneka macam gaya bercinta. Bukan hanya posisi "standar" pria di atas wanita, tapi juga aneka posisi "non-standar", misalnya woman on top (perempuan di atas), posisi miring, gaya monyet memanjat pohon kelapa, doggy style (penetrasi dari belakang), dan entah apa lagi.

Bahkan, variasi gaya bercinta zaman sekarang tidak berhenti pada sebatas kontak antara dua alat kelamin saja. Kini masyarakat juga mengenal seks oral bahkan anal. Semua itu membuktikan bahwa kegiatan seks memang bisa membuat pelakunya kreatif mengembangkan aneka gaya dan variasi posisi.

Bisa dikatakan, saat ini sebagian besar orang menerima aneka gaya bercinta di atas sebagai sebuah kewajaran. Asalkan dilakukan dengan istri atau suami sendiri, semua gaya sah-sah saja, tak perlu merasa bersalah jika melakukannya. Setidaknya fakta ini bisa kita lihat dari media massa. "Saya dan suami suka melakukan hubungan seks di tangga. Enak lo, ada sensasi gimanaaa gitu," kata seorang ibu tanpa malu-malu di sebuah koran online. "Kalau mau mencoba seks di dalam mobil, pakai doggy style aja," kata seorang anggota forum diskusi kepada anggota lain yang sedang minta saran.

Pendek kata, urusan gaya bercinta seks masyarakat zaman sekarang sudah mencapai "puncak kreativitas" yang bagi sebagian orang mungkin masih dianggap tabu. Ini juga sisi lain dari pandangan masyarakat terhadap seks. Namun, tidak semua orang bisa menerima aneka gaya di atas ranjang itu sebagai sebuah kewajaran, sekalipun dilakukan dengan istri atau suami sendiri. "Saya tidak bisa membayangkan melakukan hubungan seks dengan menyuruh istri saya nungging seperti di film-film porno," kata Ari, seorang suami yang tak malu mengaku konservatif dalam urusan seks.

Kebetulan istrinya juga punya pandangan yang sama dalam hal seks. Sama-sama konservatif. Karena berpandangan konservatif, ia menganggap aneka posisi yang ditampilkan di film-film porno itu sebagai sebagai gaya yang "terlalu neko-neko". Ia merasa cukup hanya dengan gaya standar, laki-laki di atas perempuan. "Gitu aja sudah enaknya bukan main, kok neko-neko," katanya sembari tersenyum. Kalaupun melakukan variasi, hanya terbatas pada gaya tukar posisi: perempuan di atas laki-laki. Itu saja. Itu pun tidak sering dilakukan, hanya kalau merasa cara itu lebih nyaman.

Nikmat lahir batin
Ia tidak menolak anggapan seks sebagai bentuk mencari kepuasan biologis. "Saya juga mencari kenikmatan dari hubungan seks. Hanya saja, kenikmatan seks bagi saya itu bukan semata-mata kenikmatan biologis, tapi juga kenikmatan ... apa ya namanya?" katanya, malah bertanya. "Pokoknya, kenikmatan lahir batinlah," tiba-tiba saja ia melanjutkan tanpa menunggu jawaban.

Menurut dia, sah-sah saja suami istri melakukan aneka hubungan seks dengan berbagai gaya. "Mau berdiri, nungging, jumpalitan, terserah," ujarnya enteng. Meski begitu, ia menganggap hubungan seks yang dilakukan semata-mata karena nafsu biologis biasanya kurang memberi tempat bagi pemenuhan kebutuhan psikis.

Menurut dia, kebiasaan berhubungan seks yang semata-mata karena nafsu biologis akan menyebabkan hubungan suami istri menjadi mudah renggang ketika salah satu dari pasangan tidak lagi menarik secara seksual. Hal ini, kata dia, terutama harus diwaspadai oleh pihak laki-laki. "Laki-laki itu 'kan hot terus, bergairah terus, sementara perempuan itu makin tua makin berkurang daya tarik seksualnya," katanya berteori.

Pada saat fisik perempuan tidak lagi menggairahkan secara seksual, hubungan badan akan hambar karena laki-laki sudah terbiasa semata-mata memanjakan nafsu biologisnya. "Padahal ikatan suami istri itu 'kan ikatan seumur hidup. Kita harus bersedia menerima bagaimanapun kondisi pasangan sampai tua," lanjutnya.

Itu sebab, menurutnya, suami istri lebih baik membiasakan diri menikmati seks bukan semata-mata sebagai urusan biologis, tapi juga melibatkan hubungan emosional. "Saya termasuk orang yang percaya hubungan seks semacam ini bisa dilakukan. Saya kira pleasure lahir batin itu kualitasnya setingkat lebih tinggi daripada pleasure lahir saja," katanya.

Agar kepuasan lahir batin itu diperoleh, Ari memperlakukan kegiatan seks sebagai gabungan antara nafsu biologis dan bentuk kasih sayang. Jika sedang berhasrat, ia akan mengajak istrinya dengan cara seperti seseorang yang sedang minta izin. Ia berusaha memahami kalau saat itu istrinya sedang tidak mood untuk berhubungan badan. Ia tidak sependapat dengan pandangan bahwa istri harus selalu menuruti apa saja kemauan suaminya di atas ranjang, sekalipun ia tidak suka. "Kalau laki-laki memaksa, itu 'kan namanya bukan kasih sayang," katanya.

Ia sudah mulai menerapkan cara pandang ini sejak awal menikah. Pada saat malam pertama, ia mengaku tidak langsung melakukan hubungan badan karena ia tahu istrinya belum siap. 

"Malam-malam pertama, kami tidur dengan ‘pakaiain sipil’ lengkap," katanya berseloroh. Ia bersedia menahan diri sekalipun pada saat itu ia mengaku nafsunya sudah sampai di ubun-ubun. Yang mereka lakukan pertama-tama adalah ngobrol dulu, menyamakan persepsi tentang seks. "Setelah kami sama-sama menyamakan ‘gelombang’, barulah kami ...," katanya sambil menganggukkan kepala tanpa melanjutkan kalimatnya yang belum selesai.
Tiap kali melakukan hubungan seks, mereka tidak pernah lupa membaca doa lebih dulu. 

"Kalau mau makan, saya biasanya lupa mbaca doa. Tapi kalau untuk urusan yang satu ini, saya tidak pernah lupa berdoa," katanya sembari terkekeh-kekeh. Cara seperti itu menurutnya bisa membuat mereka berdua menikmati hubungan seks sebagai bentuk kasih sayang.

"Di dalam ajaran agama, hubungan seks suami istri itu 'kan termasuk ibadah," lanjutnya. Bagi dia, seks tidak bisa dipisahkan antara urusan rekreasi, relasi, bahkan religi. Dua aspek terakhir, relasi dan religi, menurutnya, hampir tidak mungkin diikutsertakan kalau hubungan seks dilakukan dengan gaya yang neka-neka. "Saya tidak menganggap itu buruk. Ini hanya perkara selera," ucapnya.

Karena cara pandangnya ini, cara mereka mengukur kepuasan seksual pun berbeda dengan cara kebanyakan orang. "Saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak. Tapi saya kira banyak kok perempuan yang menikmati hubungan seks dalam bentuk disayang-sayang, dibelai, dipeluk, dicium, tidak harus dibuat orgasme," katanya. Karena pandangan seperti ini, mereka berdua tidak mempermasalahkan ejakulasi dini, misalnya. "Kalau cuma urusan nyium, mbelai, sama meluk 'kan tidak harus dalam keadaan ereksi, ha ha ha .... Yang penting 'kan sama-sama senang. Gitu aja kok repot," katanya sambil ketawa.

Revolusi seks
Bagi sebagian orang, pandangan Ari di atas mungkin dianggap terlalu kolot. Terlalu puritan. Apa pun sebutannya, yang jelas Ari tidak seorang diri. Masih banyak orang yang memandang urusan seks secara konservatif — jika istilah ini tepat. Golongan ini terutama diwakili oleh mereka yang masih berusaha berpegang pada nilai-nilai tradisional, terutama agama.

Bahkan, menurut dr. Andik Wijaya, M.Rep.Med., ahli kedokteran reproduksi dari Yada Institute dan Draw Clinic, Surabaya, pandangan konservatif semacam ini merupakan pilihan baik dalam kaitannya dengan kehidupan berumah tangga. Ia menyebut pandangan ini dengan istilah "perilaku seks yang sesuai dalam desain awalnya". Desain awal? Seks punya desain awal? Andik menjawab tegas, "Punya!"

Dalam konteks hubungan pria-wanita, desain awal seks adalah ikatan dua orang dalam institusi perkawinan heteroseks monogami. Dalam konteks gaya bercinta, desain awal seks adalah kontak dua alat kelamin laki-laki dan perempuan dalam posisi face-to-face. Itu tak lain karena secara anatomis, posisi alat kelamin manusia berbeda dengan hewan mamalia lainnya. Pada hewan, alat kelamin mereka sedemikian rupa sehingga kalau melakukan kontak seksual, pejantan harus melakukan penetrasi dari belakang. Bukan face-to-face.

Ini berbeda dengan manusia. Alat kelaminnya terletak di bagian depan tubuh. Sehingga, kalau melakukan hubungan seksual, posisi yang paling sesuai secara anatomis adalah berhadap-hadapan. Perkara sekarang masyarakat mengenal aneka macam gaya bercinta, kata Andik, itu disebabkan oleh pengaruh film-film porno. "Dalam sejarahnya, perilaku seksual manusia seperti ini tidak terjadi begitu saja. Semua bermula dari revolusi seks yang terjadi tahun 1948," katanya.

Menurutnya, sebelum peristiwa revolusi seks ini, aneka gaya bercinta yang bukan face-to-face belum membudaya di masyarakat. Revolusi seks ini awalnya terjadi di Amerika Serikat (AS) lalu menyebar ke seluruh penjuru dunia. Pemicunya adalah buku Sexual Behavior in the Human Male tulisan Alfred Kinsey, seorang biolog dan seksolog asal Indiana University, AS.

Lewat buku itu, Kinsey menawarkan pandangan baru tentang seks. Pandangan ini berseberangan dengan pandangan konservatif masyarakat waktu itu yang masih menabukan banyak aktivitas seks. "The only unnatural sex act is that which you can not perform," kata Kinsey. Satu-satunya aktivitas seksual yang tidak alami adalah aktivitas yang tidak bisa dilakukan manusia. Artinya, kalau manusia bisa melakukannya, berarti itu masih terhitung wajar dan natural. Batas yang dipakai oleh Kinsey bukan norma-norma yang dipegang masyarakat pada masa itu. Tak ada batas tabu. Yang ia kenal hanya batas natural dan tidak natural.

Ini kemudian memicu perilaku seksual permisif di masyarakat. Karena batasannya hanya perkara bisa dan tidak bisa dilakukan, maka semua jenis aktivitas yang semula tabu menjadi tidak lagi. Bukan hanya perkara gaya bercinta, tapi juga termasuk hubungan seks di luar institusi pernikahan dan bahkan hubungan seks sejenis. Sepanjang bisa dilakukan, itu masih terhitung natural.

Revolusi seks yang dipicu oleh buku ini lalu semakin mendapat dukungan ketika Hugh Hefner menerbitkan majalah Playboy tahun 1953. Sejak itulah mulai marak film-film yang mengeksploitasi seks. Inilah yang menjadi cikal-bakal perilaku seksual permisif, termasuk budaya gaya bercinta yang — kata Andik — tidak sesuai dengan desain awal seks.

Menurut Andik, posisi standar berhadap-hadapan merupakan posisi hubungan seksual yang terbukti paling efektif menumbuhkan ikatan emosional antara suami-istri. Posisi ini memungkinkan pasangan saling mencium, memandang, dan memeluk dalam kontak fisik yang paling dekat. Dalam poisisi itu, kegiatan seks bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan dimensi relasi, selain rekreasi tentunya.

Menurut Andik, dimensi relasi dan rekreasi ini adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Dalam pandangannya, semua pembicaraan tentang seks tidak bisa dilepaskan dari dimensi relasi dalam institusi pernikahan. Aktivitas seks adalah bentuk penyatuan dua diri. Bukan hanya bersetubuh (menyatukan dua tubuh), tapi juga menyatukan dua emosi. Inilah yang membuat manusia unik di antara mamalia lain.

Andik menjamin, asalkan masing-masing pasangan menanamkan pola pikir tentang desain awal seks ini, keduanya tidak perlu takut jenuh dengan gaya hubungan seks yang monoton. Sebab, kegiatan seks yang demikian akan selalu disertai cinta dan kasih sayang. Gairah seksual mungkin bisa hilang seiring dengan bertambahnya usia pasangan, tapi cinta tidak mengenal kata monoton.
 
Walhasil, bagi mereka yang memandang seks sesuai dengan desain awalnya seperti Ari dan Andik, hubungan badan ibarat slogan iklan rokok: "Yang penting rasanya, Bung! Bukan gayanya".
Read More | komentar

Enaknya Orgasme, Ya Sama-sama!


Orgasme adalah puncak kenikmatan yang didapat saat melakukan aktivitas seksual. Jika penetrasi berlangsung sukses, kenikmatan tak hanya dirasakan suami, tapi juga istri. Kenikmatan itu semakin meningkat sesuai stimulasi yang didapat. Sayang, tidak semua pasangan bisa mencapai puncak kenikmatan bersama-sama. Bagaimana caranya mencapai orgasme pada saat bersamaan? Ada rahasianya lo.

Pada pria, orgasme terjadi bersamaan dengan ejakulasi. Menjelang ejakulasi, cairan sperma mulai dipompa oleh organ-organ kantong cairan (vesikula seminalis) dan prostat. Waktu memompa itulah mulai terasa hampir tibanya puncak kenikmatan. Sehingga akhirnya cairan sperma tidak bisa ditahan lagi, lalu disemprotkan keluar. Bersamaan dengan semprotan itu, terasa puncak kenikmatan paling tinggi dan itulah yang biasanya disebut orang sebagai orgasme.

Sesaat sebelum cairan sperma disemprotkan, suami akan mengeluarkan suara. Ada yang mengerang, ada pula yang langsung memberi tahu istri, bahwa cairan sperma akan segera disemprotkan. Maksudnya, supaya istri siap-siap menyambut. Semprotan pertama pun keluar, diiringi suara atau teriakan suami. Bila ejakulasi terdiri atas empat semprotan, suara teriakan bisa saja terdengar empat kali. Sesudahnya timbul rasa lemas. Orgasme pun selesai.

Berbeda dengan pria, wanita tidak menyemprotkan cairan saat mengalami orgasme. Jadi, puncak kenikmatan yang didapat hanya berdasarkan perasaan. Yang terjadi pada kelamin hanyalah kontraksi otot vagina. Ketika tercapai puncak kenikmatan, secara otomatis akan terjadi kontraksi otot vagina yang menjepit penis.

Sesudahnya kenikmatan akan turun-naik seperti gelombang dan otot vagina pun berkontraksi sesuai dengan puncak kenikmatan. Kemudian kenikmatan akan menurun secara berangsur sampai akhirnya hilang. Pada wanita, bisa tercapai lebih dari satu kali orgasme, bisa 2 - 3 kali bahkan pernah ada wanita yang orgasme sampai delapan kali. Sesudah puncak pertama tercapai, kenikmatan menurun sedikit tetapi tidak hilang.

Makanya, yang ideal, suami-istri mestinya berusaha untuk mencapai kepuasan puncak atau orgasme bersama-sama. Untuk sama-sama mencapai kenikmatan itu, suami dan istri membutuhkan komunikasi, kerja sama, serta persiapan yang cukup. Mereka perlu saling mengenal satu sama lain, terutama dalam hal kehidupan seks mereka.

Suami perlu tahu bagaimaan cara mencumbu istri secara tepat sehingga kenikmatan seksnya cepat meningkat. Istri perlu juga mengetahui bagaimana membuat suami terus bergairah, bersemangat mencumbui istri dan sekaligus kenikmatan yang didapat juga meningkat. Untuk itulah suami dan istri perlu sama-sama belajar satu sama lain serta bekerja sama untuk mendapatkan orgasme bersamaan.

Ada beberapa cara untuk mencapai kondisi ideal tersebut menurut dr. Naek L. Tobing, konsultan masalah seks di Jakarta.

Pertama, perhatikan kondisi fisik dan jiwa. Kesehatan dan kebugaran fisik mutlak perlu untuk mendapatkan kenikmatan seksual yang tinggi. Kalau tubuh tak segar, libido atau keinginan seks tidak akan keluar, sulit ereksi atau terangsang. Jiwa juga harus senang, lebih baik lagi bila sudah rindu kepada pasangan. Bila sedikit ada perasaan tidak senang, libido bisa turun, sehingga ereksi dan rangsangan tidak meningkat.

Kedua, soal komunikasi. Pasnagan suami-istri tidak selamanya berada dalam kondisi sempurna. Kadang secara fisik sangat lelah atau mengantuk. Jadi yang penting asal terjadi hubungan seks. Namun, sekali-sekali suami-istri tentu ingin hubungan seks yang sempurna. Libido yang kuat, cumbuan yang lengkap, dan orgasme yang tinggi serta bersama-sama. Untuk itu perlu dikomunikasikan sebelumnya dengan pasangan. Bisa diawali dengan ngobrol romantis dulu.

Ada juga suami-istri yang bertemu sekali seminggu karena pekerjaan yang melelahkan atau jarak kantor dan rumah terlalu jauh. Mereka berhubungan seks hanya setiap hari Sabtu siang, sore, malam, atau hari Minggunya. Jadi, pada hari Jumat, mereka sudah ngobrol mesra (boleh juga agak jorok) sebagai persiapan "acara" besoknya. Dengan demikian, suasana untuk mencapai orgasme yang sempurna telah terbentuk sebelumnya.

Ketiga, perhatikan waktu, tempat, dan kondisi.  Untuk mendapatkan hubungan seks yang sempurna, sebaiknya tidak melakukan hubungan intim terlalu larut malam, sehingga perasaan masih segar dan tidak mengantuk. Pun agar besoknya tidak harus terburu-buru berangkat kerja. Atau, istri harus bangun pagi dalam keadaan masih mengantuk. Jadi, perasaan sebelum memulai hubungan intim harus benar-benar tenang.

Soal tempat sebenarnya tidak masalah. Yang penting, jangan ada yang mengganggu dan suasana sekitar benar-benar sepi. Sekali-sekali pergi ke tempat khusus, misalnya hotel, tempat istirahat, dll. Tempat-tempat baru dan istimewa itu bisa memberi rasa segar dan ingin menikmati seks yang segar pula.

Keempat, hangatkan suasana lebih dahulu. Misalnya saat menonton teve, sudah mulai saling meraba untuk menunjukkan Anda sudah kepingin berhubungan seks, sekaligus untuk mendorong gairah pasangan. Sebagian orang suka merayu seksual, misalnya dengan mengatakan, "Cantik sekali payudaramu, nanti saya gigit biar nikmat luar biasa." Dengan cara demikian, istri akan lebih cepat bergairah lalu membalas rayuan atau rabaan suami.

Bila dua-duanya sudah siap, ajaklah pasangan ke kamar tidur. Bila tidak ada orang lain di rumah, mungkin lebih enak melakukannya di kamar duduk. Bila lantai Anda pakai karpet yang cukup tebal, di lantai juga bagus. Perasaan akan lebih romantis, karena di ruangan besar dan rasanya ganjil.
Read More | komentar

Seri TOGA: Stop Merokok dengan Jeruk Nipis


Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sudah dikenal sebagai obat batuk selain penyegar kuah soto. Namun masih ada kegunaan lain dari tanaman yang menyukai tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik ini.

Dalam buku Taman Obat Keluarga karangan Ir. Fauziah Muhlisah disebutkan beberapa khasiat jeruk nipis, diantaranya:
  • Demam Ambil 2-4 gengam daun jeruk nipis. Rebus dengan 2-4 gelas air. Gunakan air rebusan ini mengompres pasien yang demam. Caranya dengan membasuh kain pada air rebusan dan diperas, lalu ditempelkan pada dahi penderita.
  • Batuk kronis Peraslah sebuah jeruk nipis tua. Ambil air perasaannya satu sendok the. Campur dengan kecap manis. Minumlah tiga kali sehari.
    Cara lain untuk adalah dengan memanggang jeruk nipis sebentar di atas api hingga diperkirakan air di dalam jeruk nipis mendidih. Diamkan sebentar hingga buah jeruk suam-suam kuku. Belah jeruk nipis tersebut, lalu langsung peras ke dalam mulut sehingga mengalir ke tenggorokan. Resep ini baik pula untuk menyembuhkan flu.
  • Penyakit kurang darah Siapkan bahan berupa daun bayam duri 25 g, telur ayam 2 butir, jeruk nipis ½ buah, madu murni 2 sendok makan, serta daun tapak liman 10 g. Daun bayam dan daun tapak liman dibersihkan lalu ditumbuk dan diambil airnya. Air tersebut dicampur dengan kuning telur, jeruk nipis, dan madu. Aduk sampai rata dan diminum 2 kali sehari.
  • Menghentikan kebiasaan merokok Isaplah sepotong jeruk nipis. Rasanya yang asam segar membuat Anda terangsang untuk minum air putih. Lakukanlah beberapa kali sehari. Cara ini selain mengurangi keinginan untuk merokok juga membantu membersihkan nikotin yang sudah menempel pada gigi dan mulut.
  • Bau ketiak yang tidak sedap Siapkan jeruk nipis yang dicampur dengan kapur sirih. Sehabis mandi, usapkan campuran ini pada ketiak dan biarkan beberapa saat sebelum dibasuh. Lakukanlah pada pagi dan sore.
  • Khasiat lain Perasan jeruk nipis yang dicampurkan ke dalam minuman teh selain dapat menyegarkan tubuh juga mampu memperlancar keluarnya air kencing.
Read More | komentar

Bumbu Dapur Siap "Tempur"


Menimbun bumbu dapur banyak untungnya lo! Selain sebagai stok penyedap masakan, bumbu-bumbu itu pun sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk membuat "goyang ranjang" makin kencang.
Berikut ramuan bumbu dapur yang bisa dicoba untuk memicu gairah "tempur".

1. Ramuan Gairah Suami (I)

Bahan:
  • 10 g adas
  • 25 g pulosari
  • 20 g merica
  • 3 siung bawang putih
  • 1 ruas rimpang kunyit
  • 1 butir telur ayam kampung
  • Sedikit madu
Cara membuat:
  • Adas, pulosari, merica, bawang putih, dan kunyit ditumbuk halus, lalu diseduh dengan satu gelas air panas.
  • Tutup dan diamkan selama 15 menit, lalu saring.
  • Saat akan diminum, tambahkan kuning telur ayam kampung dan sedikit madu. Aduk.
  • Minum ramuan ini sekaligus, dua jam setelah makan malam dan 2 - 3 jam sebelum tidur malam. Dianjurkan untuk diminum secara teratur selama satu bulan.
Catatan: Ramuan ini bisa juga untuk meningkatkan gairah istri


2. Ramuan Gairah Suami (II)

Bahan:
  • 50 g akar kolesom jawa/ginseng jawa
Cara membuat:
  • Cuci bersih akar kolesom, lalu iris tipis-tipis.
  • Seduh dengan ¾ cangkir air panas.
  • Minum ramuan ini selagi hangat dan tambahkan sedikit brem. Ramuan cukup diminum 1 x sehari.
Catatan: Ramuan ini tidak dianjurkan bagi penderita hipertensi.


3. Ramuan Gairah Istri

Bahan:
  • 10 butir merica hitam
  • 1 sdm adas
  • 1 sdm pulosari
  • 3 helai daun pepaya
  • 1 butir kuning telur ayam kampung
  • Madu secukupnya
Cara membuat:
  • Adas, pulosari, dan merica hitam ditumbuk halus, lalu campurkan dengan kuning telur ayam kampung. Sedangkan daun pepaya juga ditumbuk sambil diberi sedikit air matang, lalu peras dan saring.
  • Campur kedua ramuan tersebut dan tambahkan madu secukupnya. Aduk.
  • Minum ramuan ini sekaligus menjelang tidur selama satu minggu.
Read More | komentar

Followers

Arsip Blog

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis