Popular Post

Home » » Teori baru seputar pembangunan Stonehenge

Teori baru seputar pembangunan Stonehenge

Written By Bodhonk on Sabtu, 27 April 2013 | 09.33

Researchers have uncovered animal bones, flint tools, and evidence of burning that predates the first stones at Stonehenge by nearly 5,000 years. Here, an animal bone, with a point still in it

Oleh Tia Ghose, Staf Penulis LiveScience | LiveScience.com

Sebuah riset baru mengungkapkan, para pemburu tinggal hanya kira-kira 1,6 km dari Stonehenge, 5.000 tahun sebelum batu pertama ditegakkan. Bukti-bukti yang memperkuat kesimpulan didapatkan dari sebuah situs yang berada dekat Stonehenge.

Situs itu, yang telah dihuni selama 3.000 tahun, mengandung bukti adanya pembakaran, tulang-belulang sapi purba, dan perkakas batu. Mungkin saja, area di dekat Stonehenge itu adalah jalur migrasi sapi purba yang telah menjadi situs pesta zaman purba — yang didatangi orang-orang dari berbagai penjuru.

Demikian dikatakan David Jacques dari Open University di Inggris dalam emailnya. “Kami mungkin saja telah mengetahui alasan pembangunan Stonehenge, dan kenapa lokasinya di situ.”

Penemuan baru ini dapat membantu mengenali orang-orang yang pertama menegakkan struktur Stonehenge. Beberapa batu berukuran besar, mungkin tiang totem, ditegakkan di Stonehenge antara 8.500 hingga 10 ribu tahun lalu. Riset baru itu mengatakan, mungkin saja struktur kuno itu didirikan untuk menghormati lapangan perburuan yang sakral.

Selama berpuluh-puluh tahun, orang bertanya-tanya mengenai batuan besar di Wiltshire, Inggris itu. Tidak satu pun yang tahu alasan bangunan purba itu didirikan. Ada yang mengatakan, itu adalah tempat ibadah. Ada pula yang bilang, itu adalah simbol persatuan. Bahkan ada yang bilang Stonehenge terinspirasi ilusi suara.

David Jacques sedang melihat-lihat foto lama daerah yang mengelilingi Stonehenge ketika dia melihat sebuah situs (Vespasian’s Camp), yang berjarak hanya 1,6 km. Dia pun mulai menyelidiki area itu, yang memiliki mata air tawar.

Karena binatang suka mampir di mata air, Jacques penasaran jangan-jangan area itu juga ditinggali manusia. Timnya menemukan, ada sekitar 350 tulang hewan dan 12,500 perkakas batu, dan bukti pembakaran. Diperkirakan, area itu dihuni manusia pada 7.500 SM hingga 4.700 SM — alias sekitar 5.000 tahun sebelum batu Stonehenge ditegakkan.

“Mata air itu mungkin awalnya memancing perhatian binatang besar, yang akhirnya memicu perburuan dan menuntun kami ke kemungkinan area itu adalah lapangan berburu yang sakral,” tulis Jacques.

Penemuan ini dapat membantu ilmuwan mencari tahu mengapa para orang purba memilih lokasi Stonehenge yang sekarang, kata Jackques.


Yahoo! News

Like This..?? Share This Article.......

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis