Perkenalkan,namaku angel,aku adalah mahasiswi baru di sebuah perguruan tinggi di depok.aku berkuliah di jurusan kesehatan masyarakat.aku bisa terbilang cukup pandai sejak sma,mengingat aku adalah juara kelas beberapa kali.
Perkuliahan aku di awal semester ini sangat lancar,dan aku baru saja melewati masa ujian tengah semester.aku sangat yakin nilai ujian ku untuk semua ujian tersebut tidak ada yang dibawah 80.namun untuk satu mata kuliah dasar universitas itu,aku sangat kaget ketika melihat hasilnya adalah 20,padahal aku sudah mencocokkan dengan bahan materi kuliah dan harusnya nilaiku diatas 80.langsung saja aku menghubungi dosen pengajar mata kuliah tersebut.dosen pengajarku adalah seorang dosen tua yang sudah berumur 50 tahun yang bernama pak handoko,dan sepertinya dia terlihat kurang kompeten dalam mengajar mata kuliah tersebut.dosen tersebut akhirnya menyuruhku untuk ujian ulang di ruangan nya esok hari,dan dia menyuruhku untuk berpakaian rapi,kameja putih dan rok span hitam.beberapa hari berikutnya aku datang ke ruangannya sekitar jam 4,dan aku mengenakan kemeja yang tidak dikancing karena aku mengenakan tanktop hitam di dalamnya serta rok span yang 3 cm diatas lutut.disana sudah sangat sepi,dan hanya ruangannya saja yang lampunya menyala,karena semua dosen sudah tidak ada di tempat karena ada rapat dosen.kulihat dia hanya mengenakan kemeja putih dan celana bahan yang sudah sangat lusuh.dia mempersilahkan aku duduk di meja bundar yang biasanya digunakan untuk rapat.dia memberiku soal dan lembar jawaban,dan dia berkata “angel,saya beri waktu setengah jam ya untuk mengerjakan soal ini,karena saya sudah mau pulang”,dan aku terkejut ketika dia memberikan soal yang sangat sulit dan diluar materi yang dia ajarkan.aku hanya bisa diam,pasrah,tidak tahu harus menulis apa pada lembar jawabanku.lalu dia mengambil bangku dan duduk dekat di sampingku,lengannya ada di pundakku dan dia berkata
Pak handoko : bagaimana njel,bisa?
Aku : mmmm.jujur aja saya tidak bisa mengerjakan soal ini,pak.
Pak Handoko : lalu,bagaimana?kamu mau bagaimana supaya nilai kamu ini bisa naik?
Aku : (aku hanya melihat ke arah dia dan menggelengkan kepala)
Lalu tangannya turun dan mulai mengusap ngusap bagian belakang tubuhku sambil berkata
Pak handoko : angel,sebenarnya saya tidak mau memberikan nilai kamu sejelek ini,tapi….
Aku : Tapi apa pak?
Pak handoko : saya Cuma mau liat kamu lebih dekat dan lebih lama seperti ini,mungkin dengan cara ini saja saya bisa mewujudkannya,smster depan kan saya sudah pensiun.kamu bisa saja saya berikan nilai 95 sekarang juga,tapi…
Aku : tapi apa pak?saya mau mengerjakan apa saja demi nilai itu pak (karena saya juga berambisi untuk lulus dengan nilai A pada mata kuliah ini)
Pak handoko tidak menjawab,lalu tangannya meraih pinggangku dan dia mendekatkan badannya ke hadapanku,akhirnya kami duduk berhadapan dalam jarak cukup dekat,sekitar 30 cm saja.kedua tangannya kini berada di kedua pinggangku,dan aku tidak tahu harus berbuat apa dalam kondisi seperti ini.
Pak handoko : angel,saya Cuma mau kamu bantu saya aja sekarang,setelah ini saya akan submit nilai 90 untuk kamu,bagaimana?
Angel : (aku yang sebenarnya tidak mengerti apa yang terjadi setelah ini) hmm,baik pak,tapi saya harus bantu apa pak?
Pak handoko lalu berdiri dan dia mengangkat badanku dan mendudukkan aku di meja bundar itu.tangannya meremas lengan atasku,dan dia berkata “ angel,saya suka sekali melihat kamu berdandan seperti ini,persis seperti yang saya bayangkan,kamu murid saya yang paling manis yang pernah saya ajar”,lalu tangannya berada di atas rok spanku,dan dia mulai mengelus pahaku dari luar rok,hatiku berkecamuk saat itu karena pertama kalinya aku diperlakukan seperti ini,tapi mengingat nilai 95 yang akan dia berikan,aku hanya bisa berpasrah.selagi tangannya dengan lembut mengusap pahaku,dia mendekatkan wajahnya ke depan wajahku,kurasakan deru napas dari lelaki paruh baya ini,dan dengan napas terburu buru dia berbisik “angel,bapak suka sekali sama kamu sejak pertemuan pertama kelas kita”.aku baru sadar kalau pak handoko ini sedang dalam kondisi horny,untuk sekedar formalitas aku memegang lengannya dan aku berkata dengan lembut sambil menggigit bibir bawahku ini“saya juga pak,saya kagum sama bapak”,lalu pak handoko seperti hilang kendali,dia mencium leherku dengan buas,sekejap leherku terasa basah oleh ciuman dan jilatannya.entah kenapa aku pun mulai terbawa suasana dan aku tak mengerti apa yg aku rasakan ini,sekujur tubuh ini menjadi panas dan bergetar saat tangannya meremas remas pahaku dari luar rok span hitam ini dan jilatannya di leher ku,tanpa sadar aku melenguh kecil dan membisikkan nama pak handoko “mmmm,pak han..do…ko..”,kedua tangannya mulai merayap naik dan dengan perlahan dia menyibakkan kemeja putih yang aku kenakan saat itu.dia masih asik dengan leherku dan tangannya kini memeluk erat tubuhku,dan aku hanya bisa membalas pelukannya dengan memeluknya kembali,mungkin itu membuatnya senang.
5 menit sudah dia membasahi leherku yang putih itu,lalu dia mulai menjilati dagu ku,dan dia akhirnya mendapati bibirku,dengan terpaksa aku berpagutan bibir dengannya,aku tak pernah membayangkan kalau ciuman pertamaku adalah dengan dosenku sendiri.tidak lama setelah kami saling membalas berciuman bibir,dengan sopannya dia berkata :
5 menit sudah dia membasahi leherku yang putih itu,lalu dia mulai menjilati dagu ku,dan dia akhirnya mendapati bibirku,dengan terpaksa aku berpagutan bibir dengannya,aku tak pernah membayangkan kalau ciuman pertamaku adalah dengan dosenku sendiri.tidak lama setelah kami saling membalas berciuman bibir,dengan sopannya dia berkata :
Pak Handoko : saya boleh buka ya?
Aku : (aku hanya tersenyum dan mengangguk angguk kecil)
Like This..?? Share This Article..........



0 komentar:
Posting Komentar