Popular Post

Sejarah Sepeda Ontel

Written By Bodhonk on Jumat, 25 April 2014 | 14.22

Jumat, 25 April 2014


Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya

Sejarah Sepeda
Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Perancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.
Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat "primitif". Ada yang bilang tanpa pedal tongkat itu (tatocipede) bisa bergerak tapi bagaimana? Rick Boneshaker akan menjawabnya. Katanya "Oh,ini jawabannya. Dua orang harus memutar engkol di sisi kanan dan kiri sepeda "primitif" tersebut dengan pedoman kecepatan mendekati 109 km/jam. Setelah itu, tatocipede akan bergerak sesuai kecepatan engkol berputar dengan urutan sebagai berikut: kiri,kanan,berputar,atas,depan,bawah,belakang,barat laut. Tidak sulit kan?"
Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.
Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan pedal khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Perancis,Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Perancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).
Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.









Jenis-jenis sepeda

Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya.
  • Sepeda gunung-digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27.
  • Sepeda jalan raya-digunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27
  • Sepeda BMX-BMX merupakan kependekan dari bicycle moto-cross, banyak digunakan untuk atraksi
  • Sepeda kota (citybike) adalah sepeda yang biasa dipakai di perkotaan dengan kondisi jalan yang baik. Sepeda jenis sangat menekankan aspek funsional. Biasanya memiliki sebuah boncengan dan keranjang.
  • kelompok ini adalah sepeda anak-anak, baik beroda dua maupun beroda tiga
  • Sepeda angkut atau sepeda yang berdesain klasik (tua) termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda kumbang, sepeda pos dan sepeda ontel yang memiliki besi kuat dan diameter roda yang besar mampu untuk keperluan berboncengan dan membawa barang.
  • Sepeda lipat-merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah
  • Sepeda Balap - Sepeda yang model handlernya setengah lingkaran dan digunakan untuk balapan.
  • Sepeda Motor - bertenaga mesin dengan mengunakan bahan bakar berjenis bensinsebagai sumber daya utamanya. Dengan semakin berkembangnya teknlogi pada insuatri kendaraan roda dua.


Sejarah Sepeda Onthel
sepeda kuno-gambar google
sepeda kuno-gambar google
Perjalanan sejarah sepeda dunia diawali dengan penemuan dan pembuatan sebuah alat yang disebut “Hobby Horses” dan “Celeriferes” di Inggris pada tahun 1790. Hobby Horses bukanlah alat transportasi sepeda seperti yang kita kenal sekarang, tapi alat ini hanya rangka kayu dengan dua roda tanpa system pedal dan rantai. Pengembangan Hobby Horses dilanjutkan dengan inovasi yang dilakukan Baron Karl Von Drais dari Jerman yang pada tahun  1817  telah membuat sebuah alat baru yang dinamainya dengan “Draisenne” yang memiliki kelebihan dengan pengembangan alat gerak yang menggunakan tenaga kedua kaki si pengemudi.
capture82605_013b
Melihat kelebihan dan keuntungan penggunaan Draisenne maka alat ini makin banyak dibuat dan dimanfaatkan.
Perkembangan populasi sepeda mulai meningkat sejak dibuatnya pabrik sepeda pertama oleh James Starley dari Inggris di tahun 1870. Sepeda produksinya disebut juga dengan “High Wheel Bicycle” karena memiliki roda depan yang sangat besar dan roda belakang yang kecil. Dalam cara kerjanya menggunakan system penggerak pedal yang terdapat pada sumbu depan, disertai roda yang berjari-jari, tapi belum menggunakan rantai.
Setelah dipasarkan di Eropa ternyata terdapat beberapa keluhan dari orang-orang yang berpostur kecil dan para wanita, karena sulit untuk mengendarai High Wheel Bicycle. Menyikapi hal itu maka keponakan dari James Starley bernama John Kemp Starley di tahun 1886 melakukan lagi beberapa perubahan yang sangat berarti yaitu penggunaan jenis ukuran roda yang sama untuk begian depan dan belakang serta penggunaan rantai sebagai alat bantu gerak roda belakang yang berpengaruh terhadap kecepatan luncurnya (bentuknya telah seperi sepeda lawas/ sepeda kumbang, sepeda unto/ sepeda ontel yang kita kenal sekarang). Penemuan penting selajutnya terjadi tahun 1888 oleh John Boyd Dunlop yang menemukan tekhnologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin. Penemuan ini juga memberi pengaruh terhadap pemanfaatannya pada alat transportasi lain seperti untuk ban sepeda motor dan mobil.
Untuk pengembangan budaya bersepeda ke Indonesia, telah mulai dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda. Mereka memperkenalkan sepeda- sepeda produksi Belanda seperti merek: Valuas dan produk Belanda lainnya. Bahkan mereka juga memperkenalkan sepeda produksi Eropa seperti merek: Releigh, Philips, Humber, BSA, dan beberapa merek lainnya yang masih ada dan di lestarikan oleh sekelompok kecil orang- orang Indonesia. Bagi penjajah, sepeda digunakan untuk mengelilingi daerah jajahan sambil melihat keindahan alam Indonesia. Setelah sepeda mulai diperkenalkan oleh orang-orang Belanda, ternyata para konglomerat dan penguasa lokalpun mulai tertarik dan ingin memiliki alat transpotasi ini. Hal ini menjadikan sepeda sebagai alat transportasi yang bergengsi. Karena harga dan kwalitas yang bervariasi maka dimasa awal kedatangan sepeda ke Indonesia, merek sepeda yang digunakan seseorang juga bisa melihat strata dan tingkat ekonomi pemiliknya. Dari waktu ke waktu, pengguna sepeda di Indonesia terus bertambah bahkan masih berlanjut sampai tahun 1970-an. Umumnya sepeda produksi Eropa dengan jenis sepeda lawas/

copy-of-p34b


sepeda kumbang/ sepeda unto/ sepeda ontel yang di gunakan orang-orang Indonesia di produksi dalam rentang waktu 1940 – 1950-an. Selain produksi Eropa, sepeda yang digunakan dan dipakai penduduk Indonesia juga ada yang berasal dari China dan Jepang. Setelah III abad dari penemuan awal “Hobby Horses” ternyata kita bisa melihat penggunaan sepeda sebagai alat transportasi juga mengalami pasang surut peminat dan penggunanya. Hal ini dapat kita lihat di lingkungan dan masyarakat disekitar kita. Berkurangnya pengguna sepeda ini dikarenakan makin berkembangnya pemanfaatan alat transportasi yang lebih maju seperti sepeda motor dan mobil. 
Jenis-jenis Sepeda Tua
simplex-gambar google
simplex-gambar google
Sepeda tua di Indonesia bukan hanya sepeda onthel. Dalam perkembangannya kemudian, muncul sepeda kumbang, jengki, dan sundung.Mari berkenalan dengan macam-macam sepeda tua tersebut agar Anda tetap mengetahui perkembangan sepeda tua di negari sendiri.
  • Sepeda onthel atau pit onthel dikenal juga dengan sebutan pit pancal atau pit kebo. Kenapa disebut seperti itu? karena untuk menaiki sepeda tua jenis ini Anda harus terlebih dahulu meloncat (pancal). Hal ini terjadi karena ukuran ban sepedanya yang kecil mencapai 28 inchi. Merek sepeda ini yang paling terkenal saat itu adalah Philips, Rudge. Merek yang sangat terkenal saat itu. Untuk pengguna sepeda onthel wanita biasanya berukuran lebih kecil antara 57 sampai dengan 61 cm. Sedangkan untuk pria hingga mencapai ukuran rangka 66 cm.
  • Sepeda jengki sangat populer saat itu dengan  produk keluaran Cina. Merek Phoenix mendominasi sepeda tua jenis jengki ini. Ukurannya tidak mengenal untuk pria dan wanita. Sejak munculnya sepeda jengki menggusur keberadaan sepeda onthel mulai tahun 70-an. Namun nasib sepeda jengki juga tidak sebaik pendahulunya sepeda onthel. Kemunculan sepeda berjenis MTB segera menggantikan kepopulerannya.
  • Selain dua jenis sepeda tua tadi, berkembang pula jenis sepeda kumbang dan sepeda sundung. Namun di tahun 1970-an sepeda tua ini sempat digantikan oleh sepeda MTB. Nasib sepeda tua mulai bergeser dari hari ke hari dengan diciptakannya berbagai varian sepeda-sepeda modern.
Like This..?? Share This Article......
Read More | komentar

WOMEN SUPERHEROES

Oracle



Menekan sesuatu adalah abad ke-20 begitu; masa depan kejahatan-pejuang semua tentang teknologi informasi. Oracle adalah super-hacker dan super-pustakawan (saya ulangi bahwa, dia adalah super-pustakawan) yang memerangi kejahatan melalui komputer sementara lumpuh dari pinggang ke bawah. Oke, jadi dia juga seorang ahli seni bela diri, yang berarti bisa ada mengagumkan Jackie Chan-gaya kursi roda pertempuran seni bela diri. Karena bahkan di usia Internets, kita masih menikmati memukul sesuatu.

Storm


Badai mungkin paling dikenal superhero Marvel perempuan, jadi memberinya filmnya sendiri sudah! Dia adalah logis berikutnya spin-off solo setelah Wolverine. Dan mungkin saat dia bintangnya mereka akan membiarkan Halle Berry memakai Mohawk ini

Katana


Katana adalah samurai marah-off yang irisan up organ lawannya dengan pedang yang mengisap keluar jiwa mereka. Kombinasi Wolverine dan Elric, dengan kata lain. Apa itu untuk tidak suka?


Empowered


Kekuatan Diberdayakan berasal dari kulit ketat nya super-suit, yang terus-menerus merobek dan rendering berdaya sehingga dia bisa diikat. Dia juga punya masalah citra tubuh, keinginan benar-benar menang untuk berbuat baik, dan sumur mengejutkan keberanian dan kompetensi. Ditambah pacar jahat-antek bernama Thugboy. Komik ini adalah kombinasi pemenang dari rom-com, cewek-lit, YA, dan cheesecake serampangan yang tampaknya seperti itu tidak mungkin bekerja tapi tidak. Saya yakin versi film benar-benar akan mengacaukannya. Namun, itu akan menjadi patut dicoba seperti sesuatu yang sama sekali berbeda - dan karena aku ingin melihat pencipta Adam Warren mendapatkan bahwa Hollywood windfall raksasa.

Buffy the Vampire Slayer



Ini sangat jelas bahwa saya kira itu akan diabaikan tapi ... Buffy adalah superhero. Dia punya kekuatan super; dia perkelahian orang jahat. Dia tidak memiliki kulit ketat super-suit, tapi itu hanya karena dia tidak ditulis oleh idiot (dan / atau karena dia bukan parodi seperti Empowered). Dan ya, ada film Buffy jalan kembali ketika, tetapi jika mereka memperbaharui Superman hampir dua kali setahun, saya tidak melihat mengapa mereka tidak bisa memberikan Buffy film lain dua puluh tahun akhir


Dazzler



Dazzler pada awalnya dikembangkan oleh komik Marvel sebagai, lintas-promosi, upaya budak terjual habis untuk tunai pada tren disko. Dia seorang penyanyi yang bisa mengubah suara menjadi cahaya ... seperti bola disko manusia! Ada seharusnya menjadi sebuah film dengan Bo Derek kembali di 80-an, yang tidak pernah turun tanah. Jadi, ya, seluruh ide adalah berantakan sampah, tapi retro-disco berantakan sampah tampaknya seperti itu akan menjadi semacam menyenangkan, dan jika Anda melemparkan Beyonce atau Rihanna Saya yakin Anda akan bisa menjual beberapa tiket.


She-Hulk



Dia besar, dia hijau, dia menghancurkan hal. Sepertinya cukup sederhana.


Black Widow


Sedikit Avengers kecil, sedikit La Femme Nikita, dengan Scarlett Johansson mengenakan pakaian yang untuk fitur full-length. Tentunya ini adalah pengembangan sudah, kan?


Sailor Moon


Sailor Moon adalah salah satu pahlawan super yang paling populer di planet ini. Menggabungkan sihir dan putri dengan menyelamatkan dunia (dan banyak perubahan kostum) adalah, ternyata, formula untuk sukses tween besar pada skala menyaingi Twilight. Mungkin ada masalah perizinan atau sesuatu mencegah itu, tapi film AS utama live-action (sebagai lawan dari 2.011 upaya fan didanai) tampaknya seperti no-brainer.


Catwoman



Anne Hathaway Catwoman adalah mudah hal terbaik tentang The Dark Knight Rises, dan aktris mengatakan dia akan senang untuk melakukan spin-off - tapi hanya jika Christopher Nolan terlibat. Seseorang harus baik mendapatkan Nolan onboard atau membuang cukup uang di Hathaway untuk mendapatkan dia untuk mempertimbangkan kembali. Jangan biarkan mengerikan 2004 Halle Berry Catwoman menjadi Catwoman lalu, Anne!
Read More | komentar

The Evolution of Superman


1940 - Ray Middleton

Ray Middleton (tidak digambarkan) lahir di Chicago, Illinois, dan ia adalah orang pertama yang pernah bermain Superman di depan umum. 

Ray Middleton mengenakan pakaian Superman pada tanggal 3 Juli 1940, selama "Superman Day" New York World Fair sebagai "Man of Tomorrow" Exhibition. Sebuah hidup Superman radio siaran dilakukan dari fairgrounds dan DC juga menerbitkan edisi khusus "Pameran Dunia Komik" untuk dijual secara eksklusif di pameran tersebut. Sangat menarik untuk dicatat kostum Superman, termasuk nya "Superman" terpampang lambang dada, cape, celana ketat dan sepatu bot renda gaya. 

Ray Middleton dipilih untuk peran ini menarik karena ketenaran dan bakat sebagai seorang pemain pada saat itu.


1948 - Kirk Alyn


Aktor Kirk Alyn akan selalu dikenang untuk membintangi penampilan televisi pertama Superman. 

Kirk Alyn memulai karir bisnis pertunjukan sebagai seorang anak paduan suara di Broadway. Meskipun aktor telah membintangi beberapa peran film kecil, istirahat besar pertamanya datang dengan peran judul dalam serial 'Superman'. 

'Superman' itu diterima dengan baik oleh fans, terutama yang lebih muda, dan hal ini juga menyebabkan Kirk Alyn mendapatkan peran utama dalam serial televisi lain - 'Atom Man vs Superman'. 

Sayangnya setelah kedua film tersebut, aktor mengejutkan sulit untuk mendarat bagian besar lainnya, sehingga ia segera pensiun di Arizona.



1951 - George Reeves


George Reeves disebut-sebut sebagai aktor yang paling populer yang pernah memerankan Superman dan alter-ego Clark Kent, karena sifat karismatik. 

Reeves ditawari peran Superman dalam serial televisi berjudul 'Adventures of Superman' pada bulan Juni 1951. Apa yang kebanyakan orang tidak tahu, bagaimanapun, adalah bahwa aktor itu awalnya enggan untuk mengambil peran karena ia menganggap televisi yang tidak penting dan diyakini beberapa akan melihat karyanya. Ini adalah selama waktu ketika teater tetap sangat populer dan berpengaruh. 

George Reeves memulai karir Superman dengan film 'Superman dan Mole Men', dan ia kemudian mulai produksi untuk 'Adventures of Superman' seri. Serial ini ditayangkan pada tahun 1952, dan Reeves takjub melihat menjadi selebriti nasional begitu cepat.George Reeves disebut-sebut sebagai aktor yang paling populer yang pernah memerankan Superman dan alter-ego Clark Kent, karena sifat karismatik. 

Reeves ditawari peran Superman dalam serial televisi berjudul 'Adventures of Superman' pada bulan Juni 1951. Apa yang kebanyakan orang tidak tahu, bagaimanapun, adalah bahwa aktor itu awalnya enggan untuk mengambil peran karena ia menganggap televisi yang tidak penting dan diyakini beberapa akan melihat karyanya. Ini adalah selama waktu ketika teater tetap sangat populer dan berpengaruh. 

George Reeves memulai karir Superman dengan film 'Superman dan Mole Men', dan ia kemudian mulai produksi untuk 'Adventures of Superman' seri. Serial ini ditayangkan pada tahun 1952, dan Reeves takjub melihat menjadi selebriti nasional begitu cepat.



1966 - Bob Holiday


Bob Liburan yang paling terkenal karena perannya sebagai yang pertama kali bernyanyi Superman. 

Apa beberapa juga menemukan mengejutkan adalah fakta bahwa aktor telah memainkan Superman lebih dari aktor lainnya (lebih dari 140 pertunjukan), serta beberapa penampilan hidup dalam karakter. Ia juga masih hidup tertua, live-action Superman, membuatnya salah satu aktor yang paling berkesan untuk pernah memainkan peran. 

The musikal berjudul 'Ini Bird ... Itu Plane ... Ini Superman' dimulai pada tahun 1966 dan meskipun popularitasnya, itu ditutup setelah hanya 129 pertunjukan. 

Bob Liburan adalah pilihan yang sangat menyenangkan dan populer Superman karena kemurahan hatinya, kepribadian keluar, dan tentu saja, bernyanyi atasannya dan kemampuan akting.


1978 - Christopher Reeve


Christopher Reeve memainkan peran penting dalam sejarah Superman. Dia membintangi penuh warna, fitur-panjang Superman rilis teater pertama setelah semua! 

Christopher Reeve pertama kali diminta untuk audisi untuk peran utama dalam film anggaran yang besar berjudul 'Superman'. Direktur casting menempatkan gambar Reeve dan dilanjutkan pada bagian atas tumpukan tiga kali terpisah, hanya untuk memiliki produsen setiap kali membuangnya. Ketekunan casting director terbayar, bagaimanapun, dan Reeve segera berperan sebagai peran superhero. 

Christopher Reeve dilaporkan sangat senang dengan script, dan dia menghargai kenyataan bahwa mereka yang terlibat di balik layar film mengambil sangat serius. 

Reeve tidak pernah berpikir ia memiliki kesempatan untuk memainkan peran utama, karena ia menggambarkan dirinya sebagai "tawon kurus". Anehnya, setelah screen test Christopher Reeve, sopirnya berkata, "Saya tidak seharusnya mengatakan ini, tapi kau mendapat bagian." Aktor ini pergi ke bintang di Superman II, III, dan IV.



1988 - James Hayes Newton


Pada tahun 1988, James Hayes Newton membintangi pertama Superman serial TV yang pernah diproduksi oleh Disney / MGM. Hal itu berjudul 'Superboy'. 

Direktur sedang mencari aktor yang menyerupai muda Christopher Reeve untuk membintangi peran utama. James Hayes Newton berusia 22 tahun pada waktu itu, mengunjungi keluarga kembali di North Carolina, ketika ia memutuskan untuk audisi untuk seri. 

Karena ketinggiannya aktor, mata hijau dan rambut cokelat, ia langsung diterima untuk peran. Aktor itu disarankan untuk mewarnai rambutnya gelap menyerupai Christopher Reeve. 

James Hayes Newton tidak berlangsung lama dalam peran Superman, namun, karena "kinerja loyo" nya, menuntut kenaikan gaji, dan penangkapan DUI nya - Mungkin dia tidak begitu heroik setelah semua?



1989 - Gerard Christopher


Fakta yang menarik tentang aktor Gerard Christopher adalah bahwa ia adalah sedikit pahlawan bahkan sebelum membintangi sebagai Superman tahun 1989! 

Pada tahun 1979, Gerard menghentikan bus dia adalah seorang penumpang karena ia melihat seorang wanita dirampok oleh seorang pria. Wanita itu disayat dengan pisau di leher (untungnya masih hidup), dan Gerard ditangani pria itu ke tanah, berhasil bergumul pisau dari tangannya. 

Enam bulan kemudian, aktor mengejar seorang pencuri kalung melalui jalan-jalan, mengatasi dia ke tanah dan memegang pencuri di sana sampai polisi tiba. Gerard diberi penghargaan untuk kepahlawanan oleh Konvensi New York dan Visitors Bureau. 

Dari saat itu Gerard dipilih sebagai Superboy baru, bagaimanapun, dia memiliki perjuangan di depannya - peringkat berada di semua waktu rendah dan acara itu terancam dibatalkan. Dalam beberapa minggu Gerard memimpin, namun, peringkat itu majorly membaik.



2001 - Tom Welling

Tom Welling memerankan Superman dalam terpanjang live-action series Superman! Dia juga yang pertama Clark Kent untuk tidak disebut sebagai "Superman", serta yang pertama Superman tidak akan tampil dalam kostum tradisional. 

Welling lulus dari Okemos High School di Okemos, Michigan, ketika ia berusia 18 tahun. Dia ingin menjadi seorang pekerja konstruksi dan oleh karena itu, setelah lulus, ia bekerja di sebuah situs jasa konstruksi. 

Tom segera bergabung dengan agen model, dan kemudian, ia menjadi seorang aktor. Pada tahun 2001 ia ditawari peran Clark Kent di serial hit "Smallville". Aktor ini benar-benar berubah peran ini turun dua kali karena fakta bahwa ia tidak berpikir ia adalah seorang aktor yang cukup baik! 

Acara ini akhirnya berjalan dengan sukses selama sepuluh musim, dengan penonton awal lebih dari 8 juta!




2006 - Brandon Routh

Brandon Routh mencetak peran Superman di 'Superman Returns' di tahun 2006, namun pada tahun sebelum itu, aktor memilih untuk berpakaian sebagai superhero untuk Halloween kostum! 

Hampir dua puluh tahun telah berlalu sejak live-action film Superman dirilis di bioskop, karena itu Warner Bros memutuskan untuk berinvestasi lebih dari $ 300 juta menjadi 'Superman Returns'. 

Brandon Routh tidak hanya dipilih untuk kemampuan aktingnya, tapi dia juga kandidat besar untuk peran karena nya 'Superman terlihat'. 

Aktor itu sangat bertekad untuk menguasai peran, dan ia bahkan mencari pelatih gerakan untuk membantunya menciptakan bahasa tubuh yang tepat untuk karakter. Sayangnya, film ini adalah kekecewaan untuk kedua kritikus dan fans, terutama karena masuknya 'baby Superman'.



2013 - Henry Cavill

Henry Cavill adalah aktor terbaru untuk bergabung dengan evolusi Superman ikonik. Dengan film, 'Man of Steel' datang beberapa perubahan: kostum dimodifikasi dan film Superman pertama akan tersedia dalam 3D. 

Cavill lahir di pulau Jersey di Kepulauan Channel. Aktor ini telah diatur untuk bermain Superman dalam film McG tahun 2004, 'Superman: flyby', bagaimanapun, McG menarik diri dari proyek dan arah diambil alih oleh sutradara Bryan Singer, yang memilih untuk menyusun kembali Brandon Routh sebagai pemeran utama di 'Superman Returns '. 

Pada tanggal 30 Januari 2011, diumumkan bahwa Cavill telah dilemparkan dalam peran Superman dalam produksi sutradara Zack Snyder, 'Man of Steel'. Direktur menyatakan bahwa Henry Cavill adalah pilihan yang paling sempurna untuk peran.



Like This..?? Share This Article......
Read More | komentar

Alat Transportasi Jakarta Dari Masa ke Masa

Written By Bodhonk on Jumat, 11 April 2014 | 15.15

Jumat, 11 April 2014


Perkembangan alat transportasi yang ada di Indonesia dari masa ke masa sangatlah beragam. Sebagai contoh alat transportasi yang ada di di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia mengalami banyak perubahan dari masa ke masa. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra 

(1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).


Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 9.607.787 jiwa (2010). Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.



Berbicara tentang alat transportasi yang ada di Jakarta dari jaman dulu hingga sekarang banyak mengalami perubahan.

Banyak di antaranya   yang sudah tersingkir dari Jakarta. Beberapa masih bisa ditemukan melaju melawan zaman. Sementara itu, jumlah pemakai kendaraan umum di Jakarta makin menurun. Tahun 1970, 70 persen warga Jakarta adalah pengguna angkutan umum. Tahun 2010 warga pengguna angkutan umum tinggal 17,1 persen.
Berikut ini akan dipaparkan berbagai macam alat transportasi yang pernah dan bahkan masih ada yang bertahan hingga kini.


1. Helicak


Helicak adalah kendaraan angkutan masyarakat yang banyak ditemukan di Jakarta pada tahun 1970-an. Nama helicak berasal dari gabungan kata helikopter dan becak, karena bentuknya memang mirip dengan helikopter dan becak.
Helicak pertama kali diluncurkan pada 24 Maret 1971. Mesin dan bodi utama kendaraan ini adalah skuter Lambretta yang didatangkan dari Italia. Kendaraan ini pertama kali dicetuskan pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin sebagai pengganti becak yang dianggap tidak manusiawi.
Seperti halnya becak, pengemudi helicak duduk di belakang, sementara penumpangnya duduk di depan dalam sebuah kabin dengan kerangka besi dan dinding dari serat kaca sehingga terlindung dari panas, hujan ataupun debu, sementara pengemudinya tidak. Sebagian orang menilai kendaraan ini tidak aman bagi penumpang, karena bila terjadi tabrakan, si penumpanglah yang pertama kali akan merasakan akibatnya.


Umur helicak ternyata tidak panjang. Kebijakan pemerintah DKI Jakarta dalam menyediakan angkutan rakyat yang tidak konsisten menyebabkan helicak yang jumlahnya 400 buah pada saat pertama kali diluncurkan, tidak dikembangkan lebih lanjut. Akibatnya helicak pelan-pelan menghilang dari jalan-jalan di ibu kota. Helicak masih bisa ditemukan di daerah Kemayoran.
Siapa masih inget helicak, alias helikopter becak? Dinamai begitu karena bentuknya dianggap mirip dengan heli dan becak. Kendaraan ini dipopulerkan Ali Sadikin tahun 1971 dan hanya bertahan selama beberapa tahun. Lihat betapa sepinya Jalan Thamrin ketika itu.




2. Oplet
Oplet tak pernah bisa dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari warga Jakarta tempo
dulu. Angkutan nyentrik itu cukup digemari warga karena ongkosnya tidak terlalu mahal.

Angkutan umum itu berasal dari mobil sedan merk MORRIS buatan Inggris dengan sebuah ban yang dimodifikasi. Selain itu mobil yang dijadikan Oplet umumnya merk Austin. Pabrik karoseri untuk memodifikasi Oplet pada masa lalu ada di Meester Camelis.



Namun, faktor usia menjadi kendala kelangsungan Oplet di Jakarta. Oplet yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 1930-an di Jakarta, dirasa semakin tua dan harus dipensiunkan dengan diganti angkutan jenis lain.

Saking tuanya, Oplet yang sudah tidak bisa jalan dimodifikasi oleh pemiliknya dan diganti onderdilnya dengan onderdil kendaraan lain.



Hal itu kemudian membuat Gubernur DKI saat itu, Tjokropranolo (1977-1982) mengambil sikap. Tjokropranolo yang menjabat sebagai gubernur DKI setelah Ali Sadikin mengeluarkan sebuah kebijakan untuk menghapus Oplet dari Ibu Kota untuk digantikan dengan angkutan yang lebih modern yang diberi nama "Mikrolet."






3. Mikrolet

Mikrolet hadir mengggantikan oplet tahun 1980, atau sekitar 30 tahun yang lalu. 
Mikrolet? Iya, angkutan yang kini memenuhi jalan-jalan ibu kota dan sering dituding menjadi biang kemacetan itu rupanya ada sejarahnya. Mikrolet hadir mengggantikan oplet tahun 1980, atau sekitar 30 tahun yang lalu. Namun, dalam tulisannya yang terbit tahun 1993, romo Sindhunata menggunakan sudut pandang oplet, yang disebutnya masih bertahan pada saat dia menulis.
Sindhunata mengisahkan, pergantian oplet menjadi mikrolet dilakukan dalam sebuah upacara yang cukup mengharukan di pelataran Monumen Nasional (Monas), September 1980. Mengapa mengharukan? Sebab berpisah dari oplet berarti berpisah dari masa lalu Jakarta yang penuh kenangan.
Akan tetapi, oplet-oplet yang penuh kenangan itu telah menjadi renta untuk berlomba dengan tuntutan Jakarta, yang rajin untuk menjadikan dirinya muda. “Tak mungkin kita mengharapkan kekuatan oplet itu. Mereka telah menjadi tua. Saya lihat dimana-mana oplet mulai didorong. Onderdilnya harus disompak, diganti onderdil apa saja asal oplet-oplet itu bisa jalan. Hal itu tidak mungkin dipertahankan,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo kala itu.
Namun, yang menjadi catatan Shindunata, alih generasi angkutan kota dari oplet menjadi mikrolet itu tidak berjalan mulus. Pemprov DKI Jakarta mengingkari janjinya bahwa sopir oplet mendapatkan prioritas untuk memiliki mikrolet. Syaratnya sudah memiliki oplet lebih dari tiga tahun sebelum mikrolet resmi beroperasi pada 1980.
Di samping itu, untuk menjadi sopir Mikrolet, para eks sopir oplet juga harus membayar uang Rp 500.000. Lantas mereka akan mendapatkan Kredit Investasi Kecil (KIK) berjangka waktu pengembalian 3 tahun dengan bunga 10,5 persen per tahun. Buktinya, kebijakan itu tidak menghasilkan apa yang diharapkan.
“Sejumlah 75 persen dari 200 mikrolet yang dioperasikan pada awal peralihan oplet ke mikrolet ternyata dimiliki oleh orang-orang yang belum lama berkecimpung di dunia oplet,” ujar Sindhunata.
Dalam banyak hal, lanjut dia, mikrolet tidak tidak lagi mewarisi tradisi oplet. Pemilik mikrolet bukan lagi pengusaha kecil, melainkan juragan besar. Jadi kebanyakan pengemudi mikrolet tidak lagi mempunyai hak atas kendaraannya, melainkan berstatus sopir setoran. Hal itu membuat pendapatan mereka tidak lebih besar dari jenis angkutan sebelumnya.
Sindhunata menulis, di awal-awal kehadirannya di Jakarta, mikrolet sudah banyak berbuat ulah. Mikrolet suka main seruduk di Jakarta, sehingga dibilang tidak lebih sopan dari oplet. Oplet jarang sekali ditindak oleh polisi, meski mesinnya kadang ngadat sehingga menambah macet.
Toh, pada akhirnya jumlah mikrolet di Jakarta terus bertambah. Di bagian lain tulisannya, Sindhunata menyebut jumlah armada mikrolet yang beroperasi di tahun-tahun awal itu membengkak menjadi 3.000 unit dan melayani 27 trayek. Mikrolet menjadi moda transportasi yang menyemut jalan-jalan Jakarta dan mulai menjadi biang kemacetan yang baru.
Referensi: Sindhunata. Manusia & Keseharian, Burung-Burung di Bundaran HI. Penerbit Buku Kompas, November 2006

Mikrolet di Jakarta


Mikrolet di Bandung.



4. Bemo
1989-Sebenarnya bemo sudah mulai dihapus tahun 1971, tapi hingga sekarang masih bisa ditemukan di beberapa tempat yang tak dijangkau bis kota. Bemo artinya becak motor yang hadir bersamaan dengan Ganefo tahun 1962.
Bemo adalah singkatan dari "becak motor" dan merupakan kendaraan bermotor roda tiga


Belakangan kehadiran bemo dimaksudkan untuk menggantikan becak. Namun rencana ini tidak berhasil karena kehadiran bemo tidak didukung oleh rencana yang matang. Bemo tidak hanya hadir di Jakarta, melainkan juga di kota-kota lain seperti di Bogor, Bandung, Surabaya, Malang, Padang, Denpasar, dll. karena kendaraan ini sangat praktis dan mampu menjangkau jalan-jalan yang sempit, dan dapat melaju jauh lebih cepat daripada becak.




Bemo yang mulanya beroperasi seperti taksi, belakangan dibatasi daerah operasinya di rute-rute tertentu saja, dan akhirnya disingkirkan ke rute-rute kurus yang tak disentuh oleh bus kota. Di Jakarta, bemo mulai disingkirkan pada 1971, disusul oleh Surabaya dan Malang pada tahun yang sama. Pada 1979, Pemerintah Daerah Surakarta mengambil langkah yang sama.

 
Di negara asalnya, Jepang, konon bemo tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai angkutan manusia, melainkan sebagai angkutan barang. Akibatnya, ketika dipasangkan tempat duduk, ruangan yang tersedia pun sebetulnya sangat sempit. Apalagi biasanya bemo digunakan untuk mengangkut paling kurang 8 penumpang, enam di bagian belakang, dua di depan, termasuk sang pengemudi. Karena itu penumpang di bagian belakang seringkali harus beradu lutut, duduk berdesak-desakan. Namun akibatnya, menumpang bemo dapat menimbulkan kenangan manis tersendiri, khususnya bagi mereka yang bertemu jodohnya di bemo.

Ketika pabriknya di Jepang, tempat asal bemo, tidak lagi memproduksi suku cadangnya, bemo di Indonesia masih mampu bertahan karena ternyata banyak bengkel yang mampu membuat suku cadang tiruannya.Saat ini bemo sudah banyak dihapuskan dari program angkutan kota karena dianggap sudah terlalu tua, tidak aman lagi dan asapnya menyebabkan polusi. Namun di berbagai tempat bemo masih mampu bertahan dan sulit dihapuskan.



Bemo Asli Jepang
 
Daihatsu Midget adalah kendaraan beroda tiga (satu di depan, dua di belakang) yang pernah diproduksi produsen otomotif Jepang, Daihatsu. Kendaraan ini berukuran kecil sehingga diberi nama "midget" (kerdil).Di Indonesia, Daihatsu Midget merupakan kendaraan produksi Daihatsu pertama yang masuk ke pasar otomotif dalam negeri.



Di masyarakat perkotaan Indonesia, umumnya lebih mengenal Daihatsu Midget ini dengan sebutan "BEMO". Daihatsu dulunya populer sebagai produsen truk kecil beroda tiga. Setelah Toyota mengeluarkan truk beroda empat di tahun 1954 (nantinya populer sebagai Toyoace), permintaan atas truk roda tiga Daihatsu terus merosot. Daihatsu lalu mengembangkan kendaraan beroda tiga yang waktu itu boleh dikemudikan pemegang SIM mobil kompak di Jepang. Hasilnya adalah Daihatsu Midget yang mulai dipasarkan tahun 1957. Pemirsa ternyata menyukai iklan Daihatsu Midget di televisi Jepang yang dibintangi aktor komedi Kon ÅŒmura dan Midget laku keras.



Model DK
 
Model DK mulai dijual 1 Agustus 1957. Kemudi berbentuk stang seperti sepeda motor. Ruang pengemudi dan ruang muatan memiliki atap dari kanvas.


Spesifikasi :

  • Ruang pengemudi tidak berpintu.
  • Panjang keseluruhan: 2.540 mm
  • lebar keseluruhan: 1.200 mm
  • tinggi keseluruhan: 1.500 mm

Penumpang maksimum 1 orang. Mesin tipe ZA, dua langkah, berpendingin sistem kipas, kapasitas silinder 250 cc, bahan bakar bensin. Kekuatan maksimum 10 tenaga kuda. Kecepatan maksimum 65 km/jam (spesifikasi dari katalog). Maksimum muatan 300 kg, berat kosong 350 kg. Variasi model berdasarkan model DK: DKA (model awal), DKII, DSV (bagian belakang dibuat kotak), DSAP (kapasitas 2 tempat duduk).
 

5. Tram Uap

1981-Penumpang di terminal Lapangan Banteng yang kini sudah diubah menjadi taman. Sejarah angkutan umum Jakarta berawal dari tram dan bis yang dikelola Belanda. Sayang, tram bermesin uap dihapuskan oleh Presiden Soekarno tahun 1960.



6. Becak
Sama seperti Awal mula becak, tak jelas juga kapan becak dikenal di Indonesia. Lea Jellanik dalam Seperti Roda Berputar, menulis becak didatangkan ke Batavia dari Singapura dan Hongkong pada 1930-an. Jawa Shimbun terbitan 20 Januari 1943 menyebut becak diperkenalkan dari Makassar ke Batavia Akhir 1930-an. Ini diperkuat dengan catatan perjalanan seorang wartawan Jepang ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar. Dalam catatan berjudul “Pen to Kamera” terbitan 1937 itu disebutkan, becak ditemukan orang Jepang yang tinggal di Makassar, bernama Seiko-san yang memiliki toko sepeda. Karena penjualan seret, pemiliknya memutar otak agar tumpukan sepeda yang tak terjual bisa dikurangi. Dia membuat kendaraan roda tiga, dan terciptalah becak.

Penarik becak berkebangsaan Tiongkok di kota Medan, 1936


Perkembangan di Jawa

Becak -(dari bahasa Hokkien: be chia “kereta kuda”) adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Masuk ke Indonesia pertama kali pada awal abad ke-20 untuk keperluan pedagang Tionghoa mengangkut barang. Di tahun 1937, demikian tertulis dalam Star Weekly, becak dikenal dengan nama "roda tiga" dan kata betjak/betja/beetja baru digunakan pada 1940 ketika becak mulai digunakan sebagai kendaraan umum.
Awalnya pemerintah kolonial Belanda  merasa senang dengan transportasi baru ini. Namun belakangan pemerintah melarang keberadaan becak karena jumlahnya terus bertambah, membahayakan keselamatan penumpang, dan menimbulkan kemacetan.
Jumlah becak justru meningkat pesat ketika Jepang datang ke Indonesia pada 1942. Kontrol Jepang yang sangat ketat terhadap penggunaan bensin serta larangan kepemilikan kendaraan bermotor pribadi menjadikan becak sebagai satu-satunya alternatif terbaik moda transportasi di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Bahkan penguasa membentuk dan memobilisasi kelompok-kelompok, termasuk tukang becak, demi kepentingan perang melalui pusat pelatihan pemuda, yang mengajarkan konsep politik dan teknik organisasi.
Becak dilarang untuk beroperasi di Jakarta karena alasan tidak manusiawi atas dasar Perda 11 Tahun 1988, yang di dalamnya tercantum bahwa kendaraan resmi hanya kereta api, taksi, bis, dan angkutan roda tiga bermotor.

Becak yang beroperasi didepan Kedutaan Inggris di Jakarta, 1986

Becak (dari bahasa Hokkien: be chia “kereta kuda”) adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Masuk ke Indonesia pertama kali pada awal abad ke-20 untuk keperluan pedagang Tionghoa mengangkut barang. Di tahun 1937, demikian tertulis dalam Star Weekly, becak dikenal dengan nama "roda tiga" dan kata betjak/betja/beetja baru digunakan pada 1940 ketika becak mulai digunakan sebagai kendaraan umum.
Awalnya pemerintah kolonial Belanda  merasa senang dengan transportasi baru ini. Namun belakangan pemerintah melarang keberadaan becak karena jumlahnya terus bertambah, membahayakan keselamatan penumpang, dan menimbulkan kemacetan.
Jumlah becak justru meningkat pesat ketika Jepang datang ke Indonesia pada 1942 Kontrol Jepang yang sangat ketat terhadap penggunaan bensin serta larangan kepemilikan kendaraan bermotor pribadi menjadikan becak sebagai satu-satunya alternatif terbaik moda transportasi di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Bahkan penguasa membentuk dan memobilisasi kelompok-kelompok, termasuk tukang becak, demi kepentingan perang melalui pusat pelatihan pemuda, yang mengajarkan konsep politik dan teknik organisasi.
Becak dilarang untuk beroperasi di Jakarta karena alasan tidak manusiawi atas dasar Perda 11 Tahun 1988, yang di dalamnya tercantum bahwa kendaraan resmi hanya kereta api, taksi, bis, dan angkutan roda tiga bermotor.

Perkembangan selanjutnya

Becak setelah berkembang di Batavia/Jakarta kemudian berkembang ke Surabaya pada tahun 1940, Jawa Shimbun terbitan 20 Januari 1943 menyebut becak diperkenalkan dari Makassar ke Batavia akhir 1930-an. Pasca perang, ketika jalur dan moda transportasi kian berkembang, becak tetap bertahan. Bahkan ia menjadi transportasi yang menyebar hampir di seluruh Indonesia. Pada pertengahan hingga akhir 1950-an ada sekira 25.000 hingga 30.000 becak di Jakarta. Jumlah becak membengkak dan pada tahun 1966 jumlah becak ada 160 ribu –jumlah tertinggi dalam sejarah.
 
Gubernur Ali Sadikin mengeluarkan aturan mengenai larangan total angkutan yang memakai tenaga manusia, membatasi beroperasinya becak, dan mengadakan razia mendadak di daerah bebas becak. Kebijakan serupa dilanjutkan oleh gubernur-gubernur berikutnya: Suprapto, Wiyogo Atmodarminto, Suprapto, dan Sutiyoso. Becak dianggap biang kemacetan, simbol ketertinggalan kota, dan alat angkut yang tak manusiawi. Di sisi lain, becak juga mulai menghadapi pesaing dengan kehadiran ojek motor, mikrolet, dan metromini. Pada 1980, misalnya, pemerintah mendatangkan 10.000 minica (bajaj, helicak, minicar) untuk menggantikan 150.000 becak. Pemerintah ketika itu memprogramkan para tukang becak beralih profesi menjadi pengemudi kendaraan bermotor itu. Bahkan pemerintah menggaruk becak dan membuangnya ke Teluk Jakarta untuk rumpon, semacam rumah ikan. Karena sulit, Gubernur Suprapto sampai bilang: “becak-becak akan punah secara alamiah.”





Becak mulai digunakan sejak tahun 1940 dan mulai dilarang sejak tahun 1988. Namun pemusnahan becak secara besar-besaran dari Jakarta baru terjadi pada tahun 1998. Meski demikian becak masih bisa ditemukan di beberapa daerah tertentu di Jakarta.


7. Bus Tingkat
Keanehan dan keunikan bentuknya bukan membuat orang terkesima. Jalannya yang pelan tidak lantas membuatnya ditinggalkan dan dilupakan begitu saja. Justru bentuknya yang menyerupai kue lapis ini punya penggemar sendiri. Ternyata keberadaan bis tingkat mampu memberikan nilai lebih bagi kota Solo dan daerah-daerah lainnya di Indonesia.”



Menilik sejarahnya, bis tingkat pertama masuk ke kota Solo pada tahun 1983. Pada masa pemerintahan Soeharto Solo diupayakan bisa seperti Jakarta. Atas inisiatif Tien Suharto (alm), didatangkanlah bis tingkat ke Solo selain di Jakarta sendiripun ada. Empat tahun kemudian jumlah bis tingkat menjadi 30 buah.

Karena masih minimnya angkutan umum di kota Bengawan waktu itu, keberadaan bis tingkat mampu menyedot penumpang. Namun, akibat tragedi krisis ekonomi di Indonesia, kuantitas bis tingkat di Solo mengecil menjadi hanya 6 buah.

Setelah bis tingkat di Jakarta ditarik dari peredara maka saat ini hanya di kota Sololah bis tingkat bisa dijumpai.

Humas Perum Bis Kota Surakarta Joko mengatakan, biaya perawatan bis tingkat terbilang mahal. “Apalagi kondisi krisis dan akibat kerusuhan pada Mei 1998 kemarin turut mempengaruhi. Padahal semua komponen harus didatangkan dari luar negeri. Mau tidak mau biaya perawatanpun membengkak,” ujarnya.

Pihak Perum Damri juga memberikan fasilitas abonemen. Dengan karcis ini biaya yang dibayarkan lebih rendah dibanding bila membayar secara langsung.

Abonemen yang hanya dikhususkan untuk penumpang mahasiswa dan pelajar bisa digunakan untuk dua kali dalam sehari..Dengan masa berlaku satu bulan sesuai tanggal, abonemen ternyata diminati. Terbukti banyak sekali mahasiswa dan pelajar yang menggunakan fasilitas ini.

Sebenarnya time table (jarak tempuh) bis tingkat dengan bis umum lain sama. Namun bentuknya yang besar membuat kelihatan berjalan lambat. Dari rute yang ditempuh bis tingkat (Palur-Kartasura) perlu waktu kurang lebih satu jam. Itupun kalau lalu lintas tidak ramai. Akan sangat berbeda kalau jalan sibuk, maka tak pelak lagi gerak “raksasa tumpuk” ini semakin lambat.

Memilih untuk duduk di atas memang lain. Keadaan sekeliling ditambah sesekali ada suara gesekan yang khas akibat berbenturan dengan pohon-pohon sekitar jalan bisa dinikmati. Bila diamati para pemuda lebih suka duduk di atas daripada di bawah. Bahkan sang kondekturpun memilih untuk mengalah kendati peringatan sudah dilakukan.

Image tentang bis tingkat dan segala kenyamanannya telah sampai pula di telinga anak-anak. Terbukti dengan banyaknya anak-anak yang meminta orang tuanya untuk mengantar mereka menaiki bis tingkat. Narni ibu muda asal Bekonang, rela menemani putranya yang baru empat tahun untuk naik bis tingkat meski posisi rumahnya jauh dari rute bis tingkat.
Disadari atau tidak bis tingkat telah menjadi fenomena unik kota Solo, khususnya masyarakat di luar Solo. Bahkan ada opini yang beredar, belum lengkap rasanya kalau ke kota Solo tanpa menaiki bis tingkat. Terlepas benar atau tidak, keberadaan bis tingkat telah memberikan kebanggaan khusus bagi masyarakat Solo.





Like This..?? Share This Article......
Read More | komentar

Followers

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis