Popular Post

Home » » Jika Bayi Aborsi Dapat Berbicara (Saat Dalam Kandungan)

Jika Bayi Aborsi Dapat Berbicara (Saat Dalam Kandungan)

Written By Bodhonk on Kamis, 11 Desember 2014 | 14.41

“ Ibu, saat ini aku gembira sekali, aku berada ditempat yang hangat, dan nyaman, tapi gelap. Ah..tapi itu tidak masalah, aku tetap gembira sekali, Allah telah memilihkan tempat ini untuk-ku.
Aku bisa mendengarkan Ibu tersenyum, mendengarkan suara Ibu yang lembut, tapi.. Ibu...aku ingin bertanya, Kenapa hari ini ibu menangis?

Malam ini aku juga mendengar Ibu menangis, bahkan ketika tangisan-mu semakin menjadi, tiba- tiba Ibu memukul-ku, yang masih ada dalam perut-mu.
Aku kaget sekali, Ibu.. aku ingin sekali memeluk-mu dan bertanya kepada-mu, kenapa Ibu bersedih.? Dan siapa yang telah membuat ibu menangis..?
Tapi Ibu terus memukul-ku.. sakiiiit Bu.. Ibu, aku ingin bertanya,
Kenapa hari ini Ibu memaki- maki-ku.? Aku bahkan tidak tau apa salah-ku.? Yang ada Ibu hanya berteriak sambil menyebutkan nama seseorang yang Ibu katakan sebagai “Ayah”ku, seseorang yang
kemarin memukul Ibu...

Ibu aku ingin membelai wajah-mu dan mengusap air mata-mu, aku ingin mengatakan aku sayang Ibu agar Ibu tenang, tapi aku lihat tangan-ku masih terlalu kecil untuk bisa merangkul bahkan membelai wajah Ibu..
Tapi tenang-lah Bu, aku benar- benar akan membahagiakan IBU saat aku tumbuh besar nanti. Aku akan menjadi jagoan kecil Ibu dan melindungi Ibu, agar tidak ada lagi yang menyakiti Ibu-ku..
Ibu, kenapa seharian ini Ibu tetap menangis.?

Apa aku berbuat salah? Ibu hukum-lah aku jika aku salah, tapi
tolong usir benda ini yang menarik-ku.! Ibu dia jahat pada-ku, dia menyakiti-ku,
Ibu tolong aku.. sakiiiiit.. Ibu, kenapa Ibu tidak mendengar teriakan-
ku, Bu... Benda itu menarik kepala-ku, rasanya leher- ku ini mau putus, dia bahkan menyakiti tangan-ku yang kecil ini, dia terus menarik, dan menyiksaku.. sakiiit... oh, Ibu tolong hentikan semua ini, aku tidak kuat kesakitan seperti ini... Ibu.. aku sekarat..

|| setelah ia di Aborsi >
“ Ibu-ku sayang, kini aku telah bersama Allah di Syurga. Aku bertanya kepada-Nya, apakah aku dibunuh.?
DIA menjawab “Aborsi”. Ibu, aku masih tidak mengerti apa itu
Aborsi.? Yang aku tau sesuatu itu telah menyakiti-ku dan aku sedih
Bu..Teman-teman-ku di Syurga bilang, kalau aku tidak di inginkan.
Ah.. aku tidak percaya, aku mempunyai Ibu yang sangat baik dan sayang pada-ku. Mereka juga berkata, karena aku Ibu merasa
sangat malu.!

Itu tidak benar kan Bu..? Aku kan jagoan kecil Ibu yang akan
melindungi-mu, kenapa Ibu harus malu.? Aku janji tidak akan nakal dan membuat Ibu malu. Tetapi mereka tetap bilang pada-ku, kalau
Ibu sendiri yang membunuh-ku!!.
Tidak..!! Ibu-ku tidak akan sekejam itu, Ibu-ku sangat 
lembut dan mengasihi-ku..!
Maafkan aku ibu, aku telah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan. Karena aku ingin membahagiakan Ibu.

Tapi sekarang Allah telah membawa-ku
kesini, karena kejadian itu. Benda itu telah mengisap lengan dan kaki- ku hingga putus dan akhirnya mencengkeram seluruh tubuh-ku.
Ibu-ku.. Aku hanya ingin Ibu tahu bahwa aku sangat ingin tinggal bersama-mu. Aku tidak ingin pergi. Tapi... Ibu, aku sangat ingin mengatakan, aku sayang Ibu, walau-pun aku belum sempat bernafas dan melihat wajah-mu, biarlah aku sendiri yang merasakan sakitnya diperlakukan seperti itu, asal jangan Ibu.
Maafkan aku karena gagal menjadi jagoan
kecil Ibu yang akan melindungi Ibu.
Selamat tinggal Ibu...! :')”

-----
Subhanallah...
Sahabatku Yang dimuliakan Allah,
Bila anda dirundung masalah,
ingin berkonsultasi untuk masalah Rumah tangga dan Jodoh dengan Ustadz Muhamad Agus Syafii, 
silahkan inbox di http://doamu.com/

"Ya Allah, muliakanlah sahabat-sahabat Kami, Berikanlah Kami pasangan yang setia, 
mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah.
Kelak masukkanlah Kami disurga yang terindah...

Aamiin Ya Robbal Alamin

 Like This..?? Share This Article.......

Followers

 
Copyright © 2011. Forzant Blog . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from Maskolis